Penyelamatan Krusial Danilo di Akhir Laga Bawa Chapecoense ke Surga

Cerita

by Randy Prasatya 70805

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Penyelamatan Krusial Danilo di Akhir Laga Bawa Chapecoense ke Surga

Penjaga gawang Chapecoense, Marcos Danilo Padilha, tak mampu bertahan hidup setelah wafat di rumah sakit akibat kecelakaan pesawat. Insiden itu terjadi ketika kesebelasan Chapecoense dalam perjalanan untuk melakoni leg pertama final Copa Sudamericana di Kolombia, tepatnya markas kesebelaan Atletico Nacional.

Keberhasilan Chapecoense melaju ke babak final berkat hasil imbang 0-0 saat menjamu San Lorenzo pada leg kedua semifinal Copa Sudamericana di Arena Conda. Dengan hasil tersebut, kesebelasan berjuluk Verdao atau yang dikenal dengan sebutan Big Green dalam Bahasa Inggris, unggul agresivitas gol tandang saat bermain imbang 1-1 di markas San Lorenzo.

Kesucian gawang Chapecoense pada leg kedua tak lepas dari gemilangnya Danilo di bawah mistar gawang. Bahkan, ia mampu mementahkan peluang pemain San Lorenzo, Marcos Angeleri, di menit 90+3.

Aksi penyelamatan dengan kaki kanan itu sontak membuat pelatih Chapecoense, Caio Junior, melompat kegirangan, yang sedari awal menahan gelisah menanti pertandingan berakhir.

Tak lama setelah penyelamatan tersebut, pertandingan pun usai. Para pemain, suporter, dan ofisial tim dari Chapecoense bersorak kegirangan. Sedangkan Danilo asyik sendiri di wilayah sepertiga pertahanan tim memanjatkan syukur dengan mengangkat kedua tangannya ke udara sambil bersimpuh.

Akan tetapi, siapa sangka jika penyelamatan di menit akhir itu mengantarkan dirinya menuju maut, meskipun sempat ditemukan dalam keadaan bernyawa saat pesawat yang ditumpangi tim Chapecoense hancur lebur usai menabrak bukit.

Kejadian tersebut memang sudah jadi suratan takdir. Namun, rasa sedih dan luka yang mendalam tentu selalu ada pengandaian. Seperti halnya anak dari Caio Junior yang mengaku tak ikut terbang ke Kolombia lantaran paspornya tertinggal.

"Terima kasih kepada semuanya yang memberikan dukungan. Saya berada di Sao Paulo hari ini dan tak ikut terbang karena lupa membawa paspor,” ujar Matheus Saroli.

Selain itu, penjaga gawang veteran Chapecoense, Nivaldo, selamat dari maut setelah memilih tinggal di Brasil agar bisa mencatatkan pertandingan ke-300 bersama Big Green ketika melawan Atletico Mineiro dan mengakhiri karier sebagai pesepakbola.

"Saya seharusnya ikut ke Kolombia, tapi akhirnya tetap di Brasil. Saya lebih dulu tidak ikut perjalanan ke Palmeiras karena ingin lakoni laga perpisahan di kandang melawan Atletico Mineiro," kata Nivaldo kepada Globoesporte.

"Karena ada perubahan dalam perjalanan, rombongan kesebelasan tak kembali ke Chapeco dan pergi langsung dari Sao Paulo menuju Medellin (Kolombia). Jadi, Ciao--pelatih Chapecoense--mengatakan dia tidak akan mengikutsertakan saya ke Medellin," lanjut sang penjaga gawang tersebut.

Lantas, pengandaian lain bisa tersaji jika mengingat penyelamatan krusial Danilo di ujung pertandingan laga semi-final leg kedua. Jika saja kaki kanan dari sang penjaga gawang itu terlambat sedikit menghalau bola, San Lorenzo tentu bisa melaju ke laga final dan Chapecoense bisa terhindar dari maut.

Namun, kisah sedih tentu akan tetap tersaji jika Danilo gagal menghalau bola hasil tendangan pemain nomor punggung dua San Lorenzo. Pemain dan suporter mungkin akan meratapi kegagalan melaju final yang terjadi di menit akhir dan penjaga gawang 31 tahun itu bisa dihantui rasa penyesalan akibat ketidakmampuan menyelamatkan tim dari kekalahan.

Beruntung penyesalan itu tak terjadi. Danilo justru berhak menyandang status sebagai pahlawan keberhasilan Chapecoense melangkah ke babak final Copa Sudamericana untuk pertama kalinya. Bahkan, saat kecelakaan menimpa timnya, ia mampu menunjukan jati diri yang tangguh dengan sempat bertahan hidup.

Sayangnya, kekuatan Danilo untuk terus hidup harus berakhir setelah sempat menghubungi sang istri melalui sambungan telpon. Tubuhnya yang kokoh di bawah mistar sudah tak mampu lagi bertahan untuk dirinya sendiri di rumah sakit.

Danilo pun bergabung dengan rekan-rekan Chapecoense lainnya di surga untuk melanjutkan pesta keberhasilan di alam yang penuh kenikmatan, atau pesta yang tak pernah diketahui seluruh manusia di bumi.

Komentar