Emre Mor, Aubameyang, dan Ikatan Tidak Langsung dengan Ronaldo

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Emre Mor, Aubameyang, dan Ikatan Tidak Langsung dengan Ronaldo

Seorang pemuda berusia 19 tahun masih duduk di bangku cadangan Stadion Signal Iduna Park. Ia melihat dengan gemas, sembari beberapa kali melihat penuh harap dan berujar dalam hati "Kapan saya akan bermain dalam pertandingan sehebat ini?". Saat itu, Signal Iduna Park sedang menyelenggarakan hajatan yang cukup ramai, mempertemukan antara Borussia Dortmund melawan Real Madrid dalam fase grup Liga Champions Eropa 2016/2017.

Pertandingan berlangsung cukup seru. Kedua tim silih ganti menyerang dan bertahan. Permainan cepat menjadi satu hal yang cukup menonjol dalam pertandingan itu. Pemuda tersebut menggetar-getarkan kakinya, berharap agar segera dimainkan oleh sang pelatih, Thomas Tuchel. Bukan hanya karena ingin segera memberikan kontribusi karena timnya sedang tertinggal, namun juga karena pemain lawan sekaligus pemain yang ia kagumi, Cristiano Ronaldo, sedang bermain.

Pemuda itu bernama Emre Mor, pemuda asal Turki yang musim 2016/2017 resmi berseragam Borussia Dortmund. Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, ia dapat berdiri satu panggung dengan pemain yang ia kagumi, Cristiano Ronaldo. Menit ke-78, Mor masuk menggantikan Raphael Guerreiro. Meski bermain dalam sisi yang berbeda, setidaknya itu sudah cukup bagi Mor.

Masuknya Mor pun pada akhirnya mengubah alur permainan. Dortmund menjadi lebih gencar menyerang. Akhirnya, kedudukan pun menjadi imbang 2-2 usai Andre Schürrle mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-87, sembilan menit setelah Mor masuk. Cukup besar juga pengaruh yang diberikan oleh Mor, yang sudah menjadi prospek panas kala ia masih membela Nordsjaelland ini.

Namun, kisah tidak hanya berakhir sampai situ. Usai pertandingan, Mor pun segera mendatangi idolanya itu. Ia akhirnya mampu sedikit bercakap-cakap dengan Ronaldo, dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ronaldo yang ia ujarkan sebagai seseorang yang memberinya motivasi setiap hari.

Ungkapan terima kasih Emre Mor dalam Instagram pribadinya

Memang, Mor berhasil berbincang-bincang dan bertegur sapa dengan idolanya itu. Tapi, mungkin ia memiliki satu penyesalan sekaligus kekesalan yang mungkin belum bisa hilang sampai saat ini. Ia gagal mendapatkan jersey Cristiano Ronaldo, meski ia sudah mengeluarkan gerak meminta jersey kepada Ronaldo.

Perhatikan video di bawah ini, dan perhatikan pula bagaimana Mor memberikan sebuah gerak tubuh seolah ingin meminta jersey kepada Ronaldo.

Terlihat dalam detik ke-5 sampai video usai, terlihat Mor berusaha untuk meminta jersey Ronaldo. Namun, pemain timnas Portugal itu juga tampak memberi gerak tubuh menolak, sembari mencoba ingin mengatakan bahwa jersey yang ia kenakan sudah dipesan oleh orang lain.

Sebagai pemuda yang beranjak menuju usia 20 tahun-an, sifat-sifat fanboy tentu menjadi hal yang wajar saja. Rekan setim Mor, Christian Pulisic, juga tidak ragu mengungkapkan bahwa ia adalah fanboy dari penyanyi asal Kanada, Justin Bieber. Ia juga menginginkan tiket konser Justin Bieber pada ulang tahunnya yang ke-18. Maka, sudah sewajarnya kalau Mor begitu ingin mendapatkan jersey Cristiano Ronaldo.

Tapi, Mor juga harus sadar bahwa yang mengidolakan Cristiano bukan hanya dirinya seorang. Ada juga pemain lain yang menaruh rasa kagum kepada pemain yang berhasil mengantarkan Madrid meraih Undecima musim 2015/2016 itu. Ia adalah pemain asal Gabon bernama Pierre-Emerick Aubameyang.

Aubameyang memang pernah mengungkapkan mimpinya untuk bermain di Liga Spanyol suatu saat nanti bersama Real Madrid. Sosok Cristiano Ronaldo, yang ia nilai sebagai pemain komplet, adalah salah satu pemicu keinginannya untuk bermain di Santiago Bernabeu.

"Mimpi saya adalah bermain untuk Real Madrid suatu saat nanti. Salah satu pemicunya adalah Cristiano Ronaldo. Ia adalah pemain paling komplet, yang bisa mengubah segalanya menjadi hal indah dalam situasi apapun," ujarnya seperti dilansir Afriquefoot pada 2013 silam.

Maka, usai pertandingan Dortmund melawan Madrid tersebut, Ronaldo akhirnya memilih untuk bertukar jersey dengan Aubameyang. Hal ini terlihat dalam postingan akun Instagram Aubameyang yang isinya adalah ucapan terima kasih kepada Ronaldo yang telah membuat anaknya senang dengan memberikan jersey-nya.

Ucapan terima kasih Aubameyang kepada Ronaldo yang sudah membuat anaknya senang

Melihat postingan ini, rupa-rupanya Mor masih harus bersabar untuk mendapatkan jersey Cristiano Ronaldo. Kesempatan baginya untuk mendapatkan jersey Ronaldo masih ada, karena Madrid nanti akan gantian menjamu Dortmund di Bernabeu dalam fase grup Liga Champions Eropa 2016/2017.

**

Melihat bagaimana nge-fansnya Aubameyang dan Mor kepada sosok Cristiano Ronaldo, hal itu menunjukkan bahwa ia masih menjadi inspirasi bagi banyak pemain. Memang, di balik sikapnya yang kerap dianggap arogan, ia acap kali menunjukkan sisi kemanusiaannya. Itulah yang membuatnya menjadi panutan bagi banyak pemain, termasuk Mor dan Aubameyang.

Dan hal itu, secara tidak langsung, telah menumbuhkan sebuah ikatan antara Mor, Aubameyang, dan Ronaldo. Sebuah ikatan yang tidak terlihat, namun begitu terasa. Ikatan batin, mungkin.

foto: bvb.de

Komentar