Eropa Tunjukkan Tanda-Tanda "Kiamat" Sudah Dekat

Cerita

by Billi Pasha 25092

Billi Pasha

Selalu menganggap sepakbola dan musik adalah dua hal paling indah di dunia

Eropa Tunjukkan Tanda-Tanda "Kiamat" Sudah Dekat

Berakhirnya dunia ditandai akan beberapa kejadian-kejadian janggal yang terjadi di belahan muka bumi seperti bumi yang terbit di barat. Kejadian yang saat ini dianggap mustahil kemudian menjadi sebuah realitas. Di sepakbola sejumlah kejanggalan-kejanggalan tersebut muncul pada musim ini, yang mungkin saja menjadi pertanda bahwa "kiamat" sudah dekat.

Liga Primer

Liga yang terkenal paling kompetitif di seluruh dunia itu berisikan kesebelasan-kesebelasan besar dan mempunyai sejarah yang kuat di sepakbola dunia. Sebut saja Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City, yang memang baru saja menjadi raksasa di Inggris tersebut. Anehnya, dari kelima klub tersebut mempunyai kemungkinan yang kecil untuk menjuarai musim ini.

Kandidat terkuat justru Leicester City yang belum pernah menjuarai Liga Primer sekalipun. The Foxes yang dua musim lalu berada di Divisi Championship, kini menjelma menjadi tim menakutkan kala mampu meraih kemenangan demi kemenangan di laga yang dilakoninya. Dengan skuat yang minim, sejauh ini mereka bisa membuktikan kualitasnya dibanding klub-klub yang bertabur bintang.







Sementara itu jika Leicester gagal, Tottenham Hotspur merupakan calon terkuat kedua untuk meraih titel musim ini. Spurs sendiri pernah menjuarai Liga Inggris namun masih dalam format lama. Klub yang berasal dari London utara itu meraih gelar terakhirnya pada musim 1960/1961.

Di sisi lain, Aston Villa yang pernah tujuh kali merengkuh Liga Inggris tersebut dipastikan terdegradasi di musim ini setelah terdampar di posisi juru kunci. Ironisnya ini adalah pertama kalinya Villa terlempar dari Liga Primer Inggris, tingkatan tertinggi dalam piramida kompetisi Inggris tersebut.

Liga Spanyol

Barcelona bisa dikatakan sebagai tim terkuat di muka bumi saat ini. Di awal milenium ini tercatat mereka telah berhasil menyabet 26 gelar, termasuk tujuh trofi La Liga dan empat trofi Liga Champions. Torehan tersebut mengungguli jumlah gelar yang diraih oleh Real Madrid yang merupakan seteru abadinya dan juga salah satu klub tersukses di dunia. Bahkan, raihan Barca dengan empat gelar Liga Champions dalam 10 musim terakhir merupakan yang terbanyak dibanding klub Eropa lainnya. Hasil tersebut membuktikan dominasi Blaugrana di Eropa.

Di awal musim Barca menunjukkan hasil yang meyakinkan ketika meraih tampuk puncak klasemen dengan selisih jarak yang cukup jauh dari dua pesaing terkuatnya yakni Real Madrid dan Atletico Madrid. Namun menuju penghujung musim, perlahan hegemoni tim besutan Luis Enrique tersebut mulai memudar ketika margin angka kian menipis. Berawal dari kekalahan di laga El clasico atas Madrid, Barca mengalami tiga kekalahan beruntun.






Real Sociedad dan Valencia menjadi kelanjutan dari mimpi buruk yang dialami Barca, ditambah lagi dengan tersingkirnya mereka di babak perempat final Liga Champions ketika ditundukkan oleh Atleti. Kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan di La Liga merupakan hasil terburuk dalam 13 tahun terakhir.

Turunnya performa sang megabintang Lionel Messi juga menjadi salah satu kejanggalan yang berimbas pada penampilan buruk yang diraih Barca. Meski telah berhasil mencetak gol pada saat berhadapan dengan Valencia, sebelumnya La Pulga mengalami kemandulan tatkala aben mencetak gol selama 515 menit. Padahal Messi merupakan pemain yang tak henti-hentinya mencetak gol di hampir semua pertandingan yang dilakoninya.

Liga Rusia

FC Rostov menjadi tim kejutan dalam persepakbolaan Rusia saat secara mengejutkan menjadi pemuncak klasemen Liga Primer Russia. Klub yang bermarkas di Olimp-2 tersebut sukses mengungguli CSKA Moskow, Lokomotiv Moscow, Zenit St. Petersburg, dan Spartak Moscow, yang merupakan klub raksasa di negeri tirai besi tersebut.

Padahal dalam sejarah Rusia, FC Rostov bukanlah tim yang diperhitungkan. Mereka belum pernah menjuarai trofi Liga Primer Rusia, torehan terbaiknya adalah saat menjuarai Piala Russia dua musim yang lalu. Selama keikutsertaannya di Liga Rusia sejak tahun 1992, mereka lebih banyak berkutat di papan tengah dan sempat terdegradasi dua kali.

Rostov secara mengejutkan berhasil mengalahkan trio raksasa dari kota Moscow yakni, Spartak, CSKA dan Lokomotiv. Selain itu mereka mempunyai catatan apik sebagai klub yang paling sedikit kebobolan yakni dengan 16 gol dari 24 laga.







Piala Eropa 2016

Meski baru akan bergulir pada 10 Juni nanti, namun turnamen yang akan di gelar di Prancis tersebut sudah memberikan kejutan. Beberapa negara yang sebelumnya tak diunggulkan kini berhasil lolos dalam putaran final Piala Eropa. Negara seperti Albania, Irlandia Utara, Islandia, Slovakia, dan Wales, merupakan para debutan yang sebelumnya belum pernah mengikuti kejuaraan empat tahun sekali tersebut.

Uniknya mereka menyingkirkan negara-negara yang pernah menjuarai Piala Eropa sebelumnya seperti Belanda, Yunani, Denmark, dan lolos tanpa mengikuti babak playoff. Dengan kata lain keempat negara tersebut mengakhiri babak kualifikasi menjadi juara grup atau minimal di peringkat kedua.

Wales dan Slovakia berhasil meraih tiket setelah masing-masing menjadi runner up grup B dan C. Prestasi lebih mengagumkan ditorehkan oleh Irlandia Utara. Steven Davis dan rekan-rekan berhasil menjadi pemuncak grup F, mengungguli Rumania. Islandia juga memastikan diri untuk mengikuti Piala Eropa perdananya setelah menempati posisi kedua di Grup A. mereka berada di bawah Ceko, setelah mengantongi 20 poin, dan sukses mengalahkan Belanda dalam dua kali pertemuan sehingga membuat De Oranje gagal lolos dari babak kualifikasi.






Sementara itu Albania menjadi yang paling mengejutkan. Tergabung di Grup I bersama Portugal, Denmark, Serbia, dan Armenia, mereka mampu lolos dari babak kualifikasi pasca finis di urutan kedua. Padahal dari komposisi pemain terhitung hanya Loric Cana yang paling berpengalaman karena pernah bermain di Marseille, Sunderland dan Lazio. Namun seperti halnya kejadian janggal di atas, materi skuat bukan menjadi tolak ukur dari hasil pencapaian.

Siapa yang menyangka bahwa liga-liga di Eropa dan Piala Eropa yang didominasi oleh tim-tim kuat kini bisa membuat kejutan secara masif dan bersamaan. Sebuah kebetulan? Sangat kecil kemungkinannya

Dan semoga ini bukan pertanda kiamat yang sebenarnya..

Foto: wikipedia, bleacherreport, fcbarcelona, eurosport, dafabetsports,

ed: fva

Komentar