Empat Catatan dari Tottenham 2-2 Arsenal

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Empat Catatan dari Tottenham 2-2 Arsenal

Sambil membaca tulisan ini, tolong carikan kata yang tepat (harus kata kerja) untuk membalas balasan lawan dengan sebuah balasan untuk balasan dari balasan lawan.

Ooooooooospina!

Pengganti Petr ?ech, David Ospina, tidak mengecewakan. Penjaga gawang berkebangsaan Kolombia tersebut membayar kepercayaan Arsène Wenger dan ?ech dengan sangat baik. Terlepas dari dua gol yang bersarang di gawangnya (gol Toby Alderweireld dan Harry Kane memang pantas terjadi; keduanya tercipta dari tendangan-tendangan yang baik), Ospina tampil gemilang.

Ospina melakukan sembilan penyelamatan di pertandingan ini, menurut catatan Opta. Itu jumlah terbanyak untuk penjaga gawang Arsenal mana pun dalam satu pertandingan Premier League sejak ?ukasz Fabia?ski mencatatkan jumlah penyelamatan yang sama dalam pertandingan melawan Liverpool pada April 2009.

Penyelamatan terbaik kedua dari sembilan penyelamatan tersebut adalah refleks cepat untuk – dengan satu tangan – menepis umpan silang Kyle Walker yang berbelok arah ke gawang Arsenal karena membentur tulang kering Érik Lamela. Penyelamatan terbaik pertama? Goal-line save yang sangat nyaris menjadi gol, tentu saja.

#WengerOut #kalini #berlebihan

Arsène Wenger menepati janjinya untuk membuat Arsenal bermain seperti ketika melawan Barcelona. Arsenal tidak benar-benar bertahan di kedalaman, memang, namun mereka bertahan. Arsenal tidak keluar menekan ketika Tottenham menguasai bola; mereka menunggu dan menutup jalan umpan. Dari keberhasilan merebut penguasaan bola, Arsenal melancarkan serangan-serangan cepat. Dengan cara ini mereka merepotkan Tottenham yang bermain terbuka karena keluar menyerang.

Susunan pemain yang diturunkan pun tepat. Untuk mengakomodir permainan defensif, Wenger memainkan satu gelandang bertahan (Francis Coquelin) dan satu gelandang box-to-box yang lebih kompeten dalam bertahan ketimbang menyerang (Mohamed Elneny). Di posisi penyerang, Wenger meninggalkan kekuatan Olivier Giroud dan kecepatan Theo Walcott untuk Danny Welbeck yang memiliki keduanya (walau jelas tidak sekuat Giroud dan secepat Walcott). Bonus dari memilih Welbeck: Wenger punya penyerang tengah pekerja keras yang rajin membantu pertahanan.

Satu-satunya kesalahan Wenger dalam pemilihan pemain, barangkali, adalah lebih mempercayai Aaron Ramsey ketimbang Joel Campbell untuk posisi penyerang sayap kanan. Namun mengingat Ramsey mencetak gol dan kebiasaannya bergerak ke arah dalam memberi ruang kepada Héctor Bellerín (bukan tanpa alasan Bellerín mencetak dua assist hari ini), Wenger pantas dimaafkan karena telah memilih Ramsey.

Arsenal baru kerepotan dan kebobolan setelah bermain dengan sepuluh orang. Bukan sepenuhnya kesalahan taktik (baca: kesalahan Wenger). Imbang adalah hasil yang baik. Tagar #WengerOut terasa berlebihan kali ini.

Kartu Kuning untuk Apa?

Ganjaran untuk pemain yang melepas jersey dalam perayaan gol adalah kartu kuning. Pemain yang sepatu atau pelindung tulang keringnya lepas secara tidak sengaja pun, dalam beberapa kesempatan, menerima kartu kuning. Melepas topeng pelindung dalam perayaan gol – sebagai pengganti setara melepas jersey – seperti yang Harry Kane lakukan, ternyata, tidak membuat seorang pemain harus menerima kartu kuning.

Kartu kuning juga diberikan kepada pemain yang menarik lawan dari belakang. Héctor Bellerín mendapatkannya ketika menarik Danny Rose dan Érik Lamela mendapatkannya ketika menahan laju Danny Welbeck dengan sengaja. Namun Eric Dier, yang menarik jersey Olivier Giroud dari belakang dan melancarkan tackle dua kaki (juga dari belakang!) setelahnya tidak diganjar kartu kuning walau Michael Oliver menyatakan bahwa pelanggaran telah terjadi (tepat didepannya!).

Periksa kembali Laws of the Game-nya FIFA untuk penjelasan yang lebih rinci mengenai pelanggaran apa saja yang membuat seorang wasit mengeluarkan kartu kuning.

Tolong, Pertandingan Ini Menghibur!

Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah membuat hasil akhir pertandingan menjadi adil untuk Tottenham maupun Arsenal walau mereka jelas akan lebih suka jika berhasil meraih kemenangan. Tapi sudahlah, kecewa atau bahagia adalah urusan mereka.

Secara keseluruhan, North London derby kali ini berjalan menarik terutama untuk penonton netral. Pertandingan berjalan terbuka dan banyak peluang tercipta dari serangan-serangan cepat, yang jelas lebih menarik dilihat ketimbang build-up play yang lambat.

Pertandingan ini dihiasi pula oleh gol indah. Tidak hanya satu, tetapi dua. Keduanya indah untuk alasan yang berbeda pula: yang satu tercipta dari permainan kolektif, satu lainnya dari kecerdasan individu. Di luar itu ada pula kartu merah dan momen yang mengundang debat karena seharusnya dalam momen tersebut keluar kartu merah kedua.

Gol indah dan kartu merah membuat pertandingan ini berwarna, namun warnanya tak lebih indah dari comeback Tottenham yang diiringi comeback Arsenal. Apa itu namanya? Berbalas balasan? Membalas balasan? Saling berbalas balasan?

Ah, entahlah! Yang pasti, pertandingan ini menghibur!

Komentar