Mendatangkan Alexandre Pato Menjadi Sebuah Perjudian Besar

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Mendatangkan Alexandre Pato Menjadi Sebuah Perjudian Besar

Menjelang dibukanya bursa transfer setelah pergantian tahun nanti, klub-klub liga top Eropa sudah bersiap untuk menggaet pemain yang butuhkan. Dan diantara nama-nama pemain yang menjadi komoditi terpanas dan diincar oleh banyak klub, ada nama penyerang asal Brasil, Alexandre ‘Pato’ Rodrigues da Silva.

Liga Primer Inggris disebut-sebut sebagai pelabuhan selanjutnya pemain yang kini memperkuat Sao Paulo tersebut. Mulai dari tim yang memiliki nama besar seperti Liverpool, Manchester United, dan dan Tottenham Hotspur, hingga yang medioker seperti Crystal Palace dan Sunderland, semuanya diberitakan tertarik untuk mendatangkan Pato kembali ke Eropa.

Dengan tidak menentunya situasi klub yang memiliknya saat ini, Sao Paulo, dan sebuah keinginan bahwa suatu hari nanti dirinya ingin berlaga di Liga Inggris. Kesempata klub-klub Liga Primer untuk mendaratkan Pato jelas terbuka lebar. Namun, ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan oleh klub-klub Liga Primer, apabila mereka benar-benar serius untuk mengontrak mantan penyerang AC Milan ini.

Faktor cedera jelas menjadi alasan utama. Sejak pertama kali memulai petualangannya di Eropa pada tahun 2007 bersama AC Milan, pemain berjuluk "Si Bebek" ini sudah menderita 15 cedera yang berbeda dan membuatnya total absen bertanding selama 373 hari. Termasuk cedera terbaru yang dialami pada bulan Maret tahun ini, yang membuat Pato harus menepi selama 14 hari.

Yang terparah terjadi pada musim 2011/2012 saat dirinya masih bermain di Serie A bersama AC Milan. Pato mengalami enam cedera dalam satu musim, dan apabila dijumlahkan musim tersebut, Pato absen berlaga selama 168 hari atau lebih dari setengah musim.

Penyebab mengapa Pato sangat mudah menderita cedera, disebut-sebut diakibatkan dirinya sering dipaksakan untuk terus bermain, sehingga beban otot yang diterima Pato tidak disesuaikan dengan usianya yang kala itu masih sangat muda.

Dengan riwayat cedera sedemikian banyak, dan fakta bahwa Liga Inggris mengutamakan ketahanan fisik, serta dengan keadaan demikian yang dibutuhkan adalah pemain yang memiliki injury prone yang sangat rendah. Maka, mendatangkan Pato bisa jadi bukanlah keputusan yang baik.

Ada permasalahan lain yang akan dihadapi oleh klub yang nantinya akan menggunakan jasa pemain berusia 26 tahun ini. Meskipun memiliki paras yang terlihat ‘imut’, kehidupan Pato di luar lapangan menyisakan banyak cerita tidak terduga.

Menikah di usia yang terhitung sangat muda, yaitu 20 tahun, Pato nyatanya masih belum siap untuk berumah tangga. Akhirnya setelah banyak pertengkaran, dirinya dan bintang TV, Sthefany Brito, memutusukan untuk mengakhiri pernikahan mereka yang baru berusia 10 bulan.

Bahkan masalah yang timbul akibat perceraiannya dengan Brito masih terus berlanjut hingga saat ini. Yang terbaru adalah saat Brito menuduh Pato sebagai biang terhambatnya karier dirinya di dunia televisi. Karena saat masih berstatus sebagai istri sang pemain, dirinya terpaksa meninggalakan dunia gemerlap khas selebriti di Brasil dan hijrah ke Italia mengikuti Pato.

Lepas dari Brito, Pato sempat mengencani Miss Brasil 2010, Debora Lyra. Setelah itu, Pato kemudian menjalani kisah cinta yang selalu menjadi berita terkini media-media di Italia. Tepat pada pertengahan tahun 2011, Pato mengencani Barbara Berlusconi, salah satu petinggi AC Milan, dan ya, Barbara adalah putri kesayangan Silvio Berlusconi, pemilik Milan.

Namun, dua setengah tahun kemudian hubungan tersebut berakhir. Penyebab retaknya hubungan antara Pato dan Barbara disebut-sebut disebabkan oleh jauhnya jarak yang memisahkan keduanya, setelah pada Januari 2013, Pato kembali ke Brasil untuk bermain di Corinthians.

Dengan kebiasaan Pato yang selalu mengencani selebriti atau wanita-wanita terkenal, tentunya hal ini akan membuat dirinya menjadi sasaran empuk media Inggris yang terkenal kejam dalam mengorek kehidupan pribadi seorang pesepakbola.

Bisa jadi nantinya Pato malah akan lebih sibuk meladeni media untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait kehidupan pribadinya, dibanding fokus bertanding bersama tim. Hampir serupa dengan apa yang dialami oleh Mario Balotelli saat memperkuat City, dimana dirinya Lebih banyak berurusan dengan media daripada beraksi di Lapangan.

***

Mencetak gol indah dalam debutnya di Serie A, dan bermain luar biasa di tiga musim pertamanya di Italia. Serangkaian cedera dan permasalahan kehidupan pribadi yang kerap mendera membuat Pato kesulitan mencapai ekspektasi yang dibebankan kepadanya.

Corinthians terlihat semakin frustasi untuk menjual penyerangnya tersebut. Harga 25 juta Euro yang dipatok terus menerus turun, hingga disebut-sebut mereka bersedia menjual Pato dengan harga 10 hingga 15 juta Euro.

Liga Primer bisa saja menjadi tempat di mana Pato akan kembali menemukan kemampuan terbaiknya. Namun, apabila tim barunya tidak mampu menangani kebugaran Pato dan membantu pemain Brasil tersebut menangani kehidupan pribadinya, maka bisa jadi kerugianlah yang akan diterima. Karena hal itulah, mendatangkan Pato adalah sebuah perjudian besar.

Sumber: transfermarkt. ESPN FC , globo.com, dailymirror

Foto: aeroberry

Komentar