Romantisme Del Piero di Santiago Bernabeu

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Romantisme Del Piero di Santiago Bernabeu

Real Madrid dan Juventus sudah bertemu sejak lebih dari 50 tahun silam. Juve yang terakhir kali meraih kemenangan di Santiago Bernabeu pada 1962, lewat gol tunggal Omar Sivori, baru kembali meraih kemenangan di Bernabeu pada 2008. Pada kemenangan Juventus tersebut, ada satu pemain yang paling ditakuti Real Madrid; Alessandro Del Piero.

Kala itu, Del Piero tengah berada dalam performa terbaiknya. Padahal, saat itu Juve tengah membangun kembali kekuatan setelah terdegradasi ke Serie B karena kasus calciopoli. Namun hal tersebut tak mengurangi keganasan Del Piero saat menghadapi skuat bertabur bintang Real Madrid.

Pada pertemuan pertama, Del Piero mencetak gol pembuka pada menit kelima. Gol tersebut kemudian disusul oleh gol Carvalho Amauri pada menit ke-49. Madrid sendiri hanya mampu membalas lewat gol yang dilesakkan Ruud van Nistelrooy.

Pada pertemuan kedua di grup H tersebut, awalnya Madrid diunggulkan akan membalaskan kekalahan pada pertemuan pertama karena Juve terpaksa menurunkan kiper cadangan, Alex Manninger, setelah Gianluigi Buffon mengalami cedera. Namun yang terjadi, Del Piero tampil menggila.

Pada menit ke-17, Juve melakukan serangan balik. Kemudian pemain berjuluk Il Pinturricchio ini berhasil melewati hadangan mantan rekan setimnya di Juventus, Fabio Cannavaro, dan mendapatkan celah untuk melepaskan tembakan. Dengan kaki kirinya, Del Piero menempatkan bola ke pojok kanan bawah gawang Madrid yang membuat Casillas tak berdaya.

Gol tersebut sebenarnya membuat Real Madrid semakin gencar melakukan serangan. Sisi kanan pertahanan Juventus yang dikawal Olof Mellberg mendapat ancaman serius dari Royston Drenthe dan Marcelo. Untungnya, umpan silang yang dilepaskan keduanya masih mampu dibendung oleh duet bek tengah Juventus, Nicola Legrottaglie dan Giorgio Chiellini.

Juve semakin mendapatkan tekanan pada babak kedua. Mereka pun tak lagi berupaya mencetak gol tambahan dan lebih fokus untuk menjaga skor 1-0 hingga akhir pertandingan. Skuat Juve yang kala itu diarsiteki Claudio Ranieri, langsung membuang bola sejauh mungkin sebagai upaya untuk bertahan.

Tapi saat tertekan seperti itu, Del Piero kembali muncul sebagai momok bagi Casillas. Pada menit ke-67, Juventus mendapatkan tendangan bebas berjarak sekitar 27 meter dari depan gawang Madrid. Del Piero, mengeksekusi tendangan bebas tersebut dan membuat Casillas kembali tak berdaya sehingga harus memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya.

Madrid tetap tak bisa menembus pertahanan Juve. Manninger yang sebelum laga diprediksi akan dibobol oleh barisan penyerang Madrid yang dihuni Van Nistelrooy, Raul Gonzales, dan Wesley Snejder, hanya melakukan satu penyelematan gemilang, itu pun ketika menggagalkan peluang Mahamadou Diarra. Javier Saviola, Gonzalo Higuain, dan Rafael van der Vaart yang masuk pada babak kedua pun tak bisa berbuat banyak. Justru Del Piero yang mengancam gawang Casillas dan nyaris mencetak hattrick.

Del Piero kemudian ditarik keluar pada menit ke-90 untuk digantikan Paolo De Ceglie. Saat itulah para pendukung Madrid yang memadati Santiago Bernabeu memberikan applause pada kapten Juventus tersebut. Sedangkan sangat jarang sekali pemain lawan mendapatkan sambutan dari pendukung Madrid seperti itu.



"Ketika Anda berhasil menghidupkan suasana pada malam seperti ini, akan muncul perasaan unik. Ini adalah perasaan yang luar biasa yang bisa didapatkan dalam sepakbola," ujar Del Piero mengutip dari bleacherreport usai laga.

"Mencetak dua gol dan menang pada pertandingan sebesar ini, lalu mendapatkan tepuk tangan dari pendukung lawan merupakan sebuah pengakuan di antara rivalitas kedua kesebelasan. Ini sungguh perasaan yang luar biasa,"? tambahnya.

Atas kemenangan tersebut, Juve mencatatkan lima kemenangan beruntun di segala kompetisi. Dua di antaranya adalah dengan menumbangkan Real Madrid. Kemenangan tersebut pun memastikan satu tempat pada babak 16 besar untuk Juventus.

Baca juga:


"Stairway to Heaven" Massimilliano Allegri

Allegri dan Ketakutannya Tentang Juventus

27 Operan Juventus Bongkar Pertahanan Madrid


Foto: delliquentdelpallone.it

Komentar