Tato di Tubuh Zlatan

Cerita

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Tato di Tubuh Zlatan

Tato adalah karya seni yang sudah ada jauh sebelum peradaban modern merekah di ufuk sejarah. Pada awalnya, tato menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus-ritus penting berbagai suku di dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar (lukisan) pada bagian (anggota) tubuh. Tato dapat dibuat dikulit manusia atau hewan. Tato merupakan praktek yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat.

Jika ada orang bertato, maka imej yang timbul kemudian adalah hal-hal negatif, meski tato adalah warisan turun- temurun dari berbagai suku. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tato bukan hal yang menakutkan lagi. Tato lebih digunakan untuk bergaya atau bahkan lambang yang mempunyai makna sendiri di dalam setiap ukirannya. Orang-orang tak akan memandang bahwa yang bertato adalah preman, meski berada di terminal. Bahkan, orang yang tubuhnya dipenuhi tato, tak jarang yang berprofesi sebagai chef atau olahragawan.

Zlatan Ibrahimovic di hari sabtu kemarin, usai mencetak gol, menjelaskan makna yang lebih dalam di balik beberapa tatonya tersebut. Pria asal Swedia ini mengatakan jika tato di tubunya tersebut adalah nama-nama orang yang menderita kelaparan secara nyata.

Mantan pemain Ajax ini menyatakan ada pesan di balik itu semua yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kampanye World Food Programme melawan kelaparan global, dengan nama-nama di tubuhnya yang mewakili beberapa orang penderita kelaparan.

“Sementara ini saya menato 50 nama di tubuh saya. Mereka adalah nama-nama orang yang nyata menderita kelaparan di seluruh dunia.”

Zlatan pun memaparkan jika masih ada 805.000.000 orang yang menderita kelaparan di seluruh dunia. Melalui pesan tatonya, pria asal Swedia itu ingin kita melihat mereka melalui ukiran tato di tubuhnya.

”Jika kita bisa menjangkau para pemimpin dunia, saya yakin bahwa bersama-sama, kita dapat memecahkan masalah kelaparan di seluruh dunia.”

Sabtu kemarin adalah pertama kalinya Zlatan begitu terbuka terlibat dengan kegiatan amal. Zlatan melakukan perayaan gol-nya dengan membuka kostum PSG. Dan tentu Zlatan mendapat kartu kuning sebagai hasil dari kampanye-nya.

Tato memang sudah menjadi tren bagi pemain sepakbola, banyak sekali pemain yang di masa kesuksesannya mencoba membuat tato di tubuh-nya. Tak terkecuali David Beckham. Tahun 2008 adalah tahun tersibuk Beckham menambahkan tato pada tubuhnya. Terdapat belasan tato menghiasi tubuh pesepakbola ini. Semuanya mengandung arti. Ada soal anak, istri tercinta dan karirnya.

Beckham gemar memamerkan tatonya. Gambar tatonya dapat dilihat pada salah satu iklan pakaian dalam H&M yang dimodeli bintang lapangan hijau ini. Simbol 'Cruz' yang terdapat di bagian punuk, dibuat saat anak ketiganya lahir pada 2005, saat itulah ia menambahkan tato di punukya di bawah tato malaikat pelindung.

Untuk tato di bagian rusuk dan lengan kiri yang menggunakan huruf Cina, ia menuliskan "Kematian dan kehidupan ditentukan dengan janji. Kekayaan dan kehormatan tergantung pada surga".

Namun tato tidaklah sekedar untuk mengungkapkan pesan moral atau menyimpan kenangan manis. Mauricio Pinilla, penyerang asal Chili ini telah mengabadikan kenangan buruknya usai tersisih dari Brasil di Piala Dunia 2014. Ia menato tubuhnya dengan gambar saat-saat tendangannya membentur mistar gawang Brasil di menit 120. Di tatonya pun Pinilla mengukir tulisan "One centimetre from glory".

Hingga saat ini, seni kreasi pembuatan tato semakin berkembang, apalagi didukung oleh teknologi yang ada, maka terdapat beragam pilihan bagi yang ingin membuatnya. Namun, sebaiknya jika ingin membuat tato, dipikirkan terlebih dahulu secara matang, terutama jenis tato yang bersifat permanen, karena untuk menghilangkannya tidak mudah. Meski saat ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tato dengan menggunakan teknologi mutakhir, tetap belum diketahui efek samping yang terjadi pada kulit, maka pikirkanlah kembali matang-matang.

Dan tentu Zlatan juga harus memikirkan matang-matang jika ingin kembali mencoba berkampanye di atas lapangan hijau. Karena sebagaimana menurut jargon FIFA kick politic out of football. Walaupun pada praktiknya banyak sekali unsur politik yang dimainkan oleh FIFA dengan mengunakan gimmick-gimmick.



Komentar