Presiden Klub Nimes Mundur Karena Pengaturan Skor

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Presiden Klub Nimes Mundur Karena Pengaturan Skor

Sepakbola gajah, “opera sabun”, maupun pengaturan skor merupakan kejadian memalukan di sepakbola. Para pelakunya biasa dijerat dengan hukuman seumur hidup tidak boleh berkecimpung di sepakbola. Dari beberapa kasus kebelakangan, biasanya hanya pelaku di lapangan saja yang terkena hukuman, sementara otak di balik itu semua hidup tenang-tenang saja.

Namun, ada juga yang tidak tenang. Presiden klub Nimes, Jean-Marc Conrad, memutuskan untuk meletakkan jabatannya dari tim yang berlaga di Ligue 2 tersebut. Pasalnya, Nimes tengah terpuruk karena skandal pengaturan skor.

Beberapa minggu lalu, Conrad ditahan bersama dengan presiden tim Ligue 1, Caen, Jean-Francois Fortin. Keduanya dituduh terlibat dalam pengaturan skor antara kedua tim pada musim lalu. Conrad sendiri menyangkal tuduhan dan indikasi tersebut bahwa keputusan pengunduran dirinya lebih karena melindungi kepentingan klub.

Conrad dan Fortin dituduh mengatur pertandingan antara Caen menghadapi Nimes pada 13 Mei. Pertandingan tersebut berakhir seri. Hasil tersebut menjaga Nimes tidak terdegradasi ke kasta ketiga, sementara Caen memastikan diri promosi ke Ligue 1.

Baik Conrad maupun Fortin, menolak semua tuduhan tersebut. Fortin mengaku akan melawan tuduhan yang menyerangnya.

Skandal ini membuat Walikota Nimes, Jean-Paul Fournier, memutuskan untuk turun langsung memulai penyelidikan. Fournier telah menjadwalkan bertemu dengan Presiden Professional Football League (PFL), Frederic Thiriez, pada Desember nanti. Ia meminta Thiriez membuktikan tuduhan pada Nimes dan Caen.

Thiriez sendiri mengindikasikan hukuman terhadap kedua klub tersebut akan sangat kejam jika mereka terbukti bersalah. Hukuman, denda, hingga pengusiran dari liga akan menjadi ganjaran jika terbukti.

Nimes Olympique merupakan klub kebanggaan masyarakat Nimes. Tahun 2012 silam, Nimes menjadi juara di Championnat National atau kasta ketiga Liga Prancis. Mundurnya Conrad dari klub membuat penggemar khawatir akan kelangsungan klub di liga. Fournier pun merasa ketar ketir karena keluarnya Conrad berarti terputusnya investasi bagi klub. Namun, ia sudah memastikan pemegang 48 persen saham Nimes, Rani Assaf, untuk terus memabantu klub yang berdiri sejak 1937 tersebut.

Apa yang dilakukan Conrad, terlepas benar atau tidak tuduhan yang ditujukan kepadanya, merupakan langkah yang tepat. Ya, setidaknya ia tak perlu memimpin sebuah klub atau organisasi dari balik jeruji besi.

Ilustrasi: Says.com

Komentar