Reuni Jose Mourinho dan Sporting Lisbon

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Reuni Jose Mourinho dan Sporting Lisbon

“Halo, Tuan. Nama saya Jose Mourinho. Dan presiden (Sporting Lisbon) mempekerjakan saya sebagai penerjemah anda. Saya harap, saya bisa bekerja dengan baik untuk anda.”

Itulah yang dikatakan Jose Mourinho 22 tahun silam. Ketika itu, Mourinho berada di bandara internasional Lisabon untuk menjemput pelatih anyar Sporting Lisbon, Sir Bobby Robson. Dan saat itu menjadi gerbang bagi Mourinho untuk terjun di dunia sepakbola. Momen itu mungkin akan kembali menguap ke permukaan saat Jose Mourinho kembali ke Sporting Lisbon bersama timnya, Chelsea.

“Saat itu adalah momen yang fantastis sampai kami tiba di mana Bobby Robson dipecat,” kenang Mourinho seperti yang dikutip harian Daily Mail. “Sporting memiliki pendukung yang banyak. Wajar karena klub ini merupakan sebuah klub dengan tradisi besar.”

Mourinho menjadi penerjemah Bobby Robson selama periode 1992-1996. Ketika Robson dipecat dan hijrah menuju Barcelona, Mourinho mengikuti Robson di mana ketika di Barcelona, Mourinho mendapat tugas melatih tim reserve Barcelona.

“Setiap orang Portugal tak ada yang bahagia ketika satu dekade terakhir Sporting Lisbon dirundung masalah. Dan semua orang senang ketika Sporting kembali menjadi ke Liga Champions,” lanjut Mourinho yang sebenarnya bukan pendukung Sporting Lisbon.

“Saat ini mereka menjadi kandidat kuat juara Liga Primera Portugal. Dan klub yang berjuang untuk mewujudkan itu, mereka bermain tak mengandalkan serangan balik. Mereka tampil dominan. Tapi menghadapi Chelsea, mereka pasti sadar bahwa Chelsea adalah tim yang kuat. Yang sudah barang tentu mereka tak akan meremehkan Chelsea. Pun begitu dengan saya, saya tak akan meremehkan mereka.

Tapi Mourinho ke Lisabon bukan untuk mengagungkan atau memuja-muji Sporting Lisbon. Justru sebaliknya, ia bersama Chelsea bertekad untuk mencuri tiga poin dari Sporting pada matchday ke-2 Liga Champions.

Dan Mourinho sadar betul, mengalahkan Sporting Lisbon di kandang bukan perkara mudah. Selain Diego Costa diragukan tampil karena cedera hamstring, catatan Sporting yang tak terkalahkan dalam 16 laga kandang terakhir di kompetisi Eropa (13 kemenangan 3 seri) menjadi kengerian tersendiri. Terakhir kali Sporting mengalami kekalahan di kandang adalah ketika menjamu Brondby di babak playoff Europe League pada 2010.

Meskipun begitu, Chelsea pun punya catatan bagus kala melawat ke Portugal. Dari delapan pertandingan bertandang ke Portugal, tujuh kemangan berhasil dikemas The Blues. Hanya satu kekalahan yang dialami Chelsea, kalah oleh Porto asuhan Jose Mourinho pada 2004.

Lantas, akan kah Mourinho mampu mengantarkan Chelsea mengalahkan tim di mana ia memulai karirnya sebagai manajer?

foto: wikipedia.com

Komentar