Alasan Egy Dipresentasikan Menggunakan Nomor Punggung 10

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Alasan Egy Dipresentasikan Menggunakan Nomor Punggung 10

Ada satu hal yang paling menonjol dari sesi presentasi Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk, yaitu seragam Lechia dengan nomor punggung 10 bertuliskan nama punggung "Egy MV". Hal ini menjadi perbincangan dan buah bibir di kalangan warganet Indonesia. Benarkah Egy akan menggunakan nomor punggung 10 nantinya? Melaui sumber langsung dari Pandit cabang Polandia, kami mendapatkan jawabannya.

Nomor punggung ini identik dengan pemain-pemain hebat. Saat ini sebenarnya sudah ada pemilik nomor punggung 10 di Lechia, yaitu Sebastian Mila, yang juga menjabat sebagai kapten. Pandit cabang Polandia, Piotr Wisniewski dari Przeglad Sportowy, melaporkan kepada kami jika awalnya ia dan media tidak tahu Egy akan dipresentasikan menggunakan nomor punggung keramat ini.

"Aku pikir pemilihan no 10 itu digunakan untuk alat marketing dan PR (public relations). Lechia mau banyak orang menganggap acara ini sangat penting," kata Wisniewski.

Alasan itu sangat berhubungan dengan efek yang sudah Egy berikan, padahal ia baru diresmikan sebagai pemain Lechia hari ini (11/03). "Itu fenomenal melihat apa yang terjadi di media sosial Lechia. Jumlah pengikut di Instagram dan Twitter menanjak di angka yang mencengangkan! Pada Jumat, akun Twitter (seharusnya Instagram – red) Lechia 26 ribu [pengikut], sekarang 60 ribu," katanya kepada kami.

Ia menyatakannya pada pukul 21:00 WIB, tapi saat tulisan ini dibuat (23:30 WIB), jumlah pengikut Instagram mereka sudah lebih dari 92 ribu. perkataan Wisniewski ada benarnya, ini adalah efek pemasaran.

Tak heran, Lechia juga langsung menjual seragam resmi Egy dengan nomor punggung 10-nya itu di situs resmi mereka.

??"???"? go to: sklep.lechia.pl

A post shared by Lechia Gda?sk (@lechia_gdansk) on

Mungkin mereka belum tahu jika masyarakat Indonesia memang menggilai sepakbola dan rajin belanja online, salah satunya jersey sepakbola, tapi sayangnya adalah produk KW.

Pada situs resmi toko online mereka, seragam Lechia dengan nomor dan nama punggung Egy dijual dengan harga 239,99 zl (Zloty). Jika dikonversikan hari ini, sama dengan Rp 971.000. Sedangkan jersey KW bisa kita dapatkan mungkin paling mahal 10-20% dari harga tersebut.

Alasan Selain Marketing

Pemilik nomor punggung 10 tersebut saat ini di Lechia, yaitu Mila, sudah berusia 35 tahun dan kontraknya akan habis. Ada kabar juga jika Mila, yang merupakan anggota Tim Nasional Polandia, akan pensiun di akhir musim ini.

Kemudian Pandit Polandia lainnya yang kami hubungi, Maciej Nierzwicki dari Lechia.net, memastikan jika Egy benar-benar akan memakai nomor punggung 10 mulai Juni nanti, ketika kontrak tiga tahunnya resmi dimulai. Hal ini tidak lepas dari keyakinan sang direktur kesebelasan, Janusz Melaniuk.

"Direktur Melaniuk berharap Egy bisa mencetak banyak gol, serta asis dan juga kesuksesan tim," kata Nierzwicki kepada kami.

Namun sama seperti Wisniewski, Nierzwicki juga mengamini jika ini merupakan salah satu cara mendongkrak popularitas. "Bisa dibilang ia mengincar popularitas yang sama di Polandia dengan popularitasnya di Indonesia," katanya kepada kami.

Di akhir konferensi pers, Egy menyapa suporter dengan bahasa Polandia "czesc" (hai) dan langsung pindah ke lapangan di atas stadion untuk presentasi menggunakan bola sepak. Egy kemudian menunjukkan kemampuan teknik olah bolanya dengan seragam nomor 10-nya itu.

Lechia sebenarnya sekarang sedang mengalami krisis finansial. Maka tak heran mereka ingin mendongkrak penjualan kaos Egy dengan nomor 10. Jadi, jika ingin Lechia Gdansk dan Egy sukses, silakan beli jersey Egy yang ori, ya.

Baca juga: Egy Resmi Diperkenalkan Lechia Gdansk

Sumber beberapa teks tambahan: Maciej Nierzwicki (lechia.net)

Fotografer: Tomasz Rulski (lechia.net)

Komentar