Semua Top Skor Liga Top Eropa Gagal Bawa Timnya Juara

Berita

by Sandy Firdaus 29200

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Semua Top Skor Liga Top Eropa Gagal Bawa Timnya Juara

Dari gelaran lima liga top Eropa, nama-nama pemain yang mencetak gol terbanyak sudah bermunculan. Namun dari nama-nama tersebut, ironisnya, tak ada satu pun yang meraih gelar liga bersama tim yang mereka bela.

Gelar pencetak gol terbanyak atau top scorer adalah gelar yang diidam-idamkan oleh pemain, terutama para pemain yang berposisi sebagai penyerang. Dengan mencetak banyak gol, selain memberikan kontribusi kepada tim, juga akan menjadi sebuah capaian tersendiri bagi pemain. Semakin banyak gol yang dicetak, maka akan semakin bagus nilai mereka sebagai pemain.

Maka, tak heran dalam setiap kompetisi liga, ada satu, dua, sampai tiga pemain yang berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar top scorer. Di akhir liga, jika sang pemain berhasil mencetak gol terbanyak, ia akan diberikan sebuah sepatu emas yang menandakan ketajaman, kegarangan, sekaligus kehebatannya dalam mencetak gol ke gawang lawan selama satu musim tersebut.

Namun pada musim 2016/2017, ada sebuah fenomena unik yang terjadi di lima liga top Eropa (enam jika ditambah Portugal). Semua pemain yang menjadi top scorer dalam lima liga tersebut gagal meraih gelar liga bersama tim yang mereka bela walau sukses menjadi top scorer pada akhir musim. Beberapa nama bahkan termasuk pemain besar dan cukup terkenal.

Berikut adalah nama-nama pemain yang sukses menjadi top scorer, tapi gagal meraih gelar juara.

Lionel Messi (La Liga Spanyol, Barcelona)

Pada gelaran La Liga 2016/2017, Lionel Messi sukses menjadi El Pichichi (pencetak gol terbanyak) dengan raihan 37 gol. Rataan gol yang ia cetak memang terbilang cukup tinggi, yakni sebesar 1,1 per pertandingan. Ini adalah gelar El Pichichi Messi yang keempat di La Liga Spanyol. Namun, meski menjadi top scorer, Messi gagal mengantar Barca menjadi juara karena gelar juara La Liga mendarat di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Harry Kane (Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur)

Harry Kane kembali mencatatkan penampilan yang sensasional pada musim 2016/2017 ini. Secara pribadi, ia sukses menyarangkan 29 gol, mengungguli Romelu Lukaku dan Diego Costa untuk menjadi top scorer Liga Primer. Rasio gol Kane cukup tinggi, yakni 0,97 per pertandingan.

Namun, torehan gol ini tetap gagal membuatnya menggondol gelar Liga Primer untuk The Lilywhites. Gelar Liga Primer 2016/2017 jatuh ke kesebelasan yang tampil sensasional dengan skema tiga beknya, Chelsea. Tapi setidaknya Kane berhasil membawa Spurs menduduki peringkat dua klasemen akhir alias runner-up, sekaligus mengungguli Arsenal, seteru satu daerah mereka.

Edinson Cavani (Ligue 1 Prancis, Paris-Saint Germain)

Selepas kepergian Zlatan Ibrahimovic ke Liga Primer, Edinson Cavani pun didaulat menjadi penyerang andalan PSG. Secara individu, Cavani sukses melaksanakan tugasnya dengan baik karena ia menjadi pencetak gol terbanyak dalam ajang Ligue 1 2016/2017 dengan raihan 35 gol.

Namun, secara tim Cavani gagal mengantarkan PSG menjadi juara Ligue 1 setelah kalah bersaing dengan skuat muda asuhan Leonardo Jardim, AS Monaco. PSG harus puas finis di peringkat kedua Ligue 1 pada musim ini.

Edin Dzeko (Serie A Italia, AS Roma)

Selain kesedihan karena baru saja ditinggal Francesco Totti, ada kesedihan lain yang melanda AS Roma. Mereka kembali gagal menjadi juara Serie A, setelah Juventus kembali menjadi juara untuk keenam kali secara beruntun. Walaupun Roma memiliki sosok pencetak gol terbanyak dalam diri Edin Dzeko yang berhasil mencetak 29 gol di Serie A, hal tersebut tidak memberikan banyak pengaruh, apalagi prestasi. Roma hanya menjadi runner-up Serie A Italia di bawah Juventus.

Pierre-Emerick Aubameyang (Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund)

Aubameyang tampil luar biasa bersama Borussia Dortmund pada gelaran Bundesliga 2016/2017. Sempat balapan dengan penyerang lain macam Robert Lewandowski ataupun Anthony Modeste dalam perburuan gelar top scorer, Auba akhirnya mampu mengungguli mereka semua dengan mencetak 31 gol, menyamai rekor yang dicetak Dieter Mueller pada musim 1976/1977 silam.

Namun, meski meraih gelar pribadi sebagai top scorer, ia gagal mengantarkan Die Borussen meraih gelar juara Bundesliga 2016/2017, karena gelar tersebut jatuh lagi ke tangan Bayern Muenchen. Dortmund bahkan harus puas finis di urutan ketiga, di bawah RB Leipzig.

Bas Dost (Liga Portugal, Sporting Lisbon)

Musim 2016/2017 ini adalah musim perdana Bas Dost bersama klub asal Portugal, Sporting Lisbon. Ia mampu tampil gemilang dengan mencetak 34 gol untuk Sporting, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Portugal. Namun, hal ini ternyata tidak berpengaruh banyak bagi timnya, yang akhirnya hanya menduduki peringkat tiga di klasemen akhir Liga Portugal.

Komentar