Bumbu-Bumbu Jelang Pertemuan Chelsea vs Manchester United

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Bumbu-Bumbu Jelang Pertemuan Chelsea vs Manchester United

Jelang pertemuan Chelsea melawan Manchester United dalam babak delapan besar (perempat-final) Piala FA di Stamford Bridge, Selasa (14/3/2017) dini hari, sudah mulai banyak bumbu-bumbu terasa yang kelak akan mewarnai pertandingan tersebut.

Manchester United sebagai juara bertahan ingin kembali berusaha mengulang capaian yang sama yang mereka catatkan dalam ajang Piala FA 2015/2016 kala masih ditangani Louis van Gaal. Namun menghadapi Chelsea, yang sekarang sedang menjadi pemuncak klasemen Liga Primer 2016/2017, tentu bukan perkara gampang bagi United.

Apalagi, pertandingan ini dihiasi oleh berbagai bumbu tersendiri yang akan membuat pertandingan menjadi sedikit lebih menarik.

Absennya empat penyerang utama United

Menghadapi Chelsea di Stamford Bridge, United memastikan bahwa empat penyerang utamanya, yaitu Wayne Rooney, Marcus Rashford, Anthony Martial, serta Zlatan Ibrahimovic akan absen dalam pertandingan tersebut. Hal ini adalah sebuah kerugian tersendiri bagi United, mengingat keempatnya adalah sosok penting di lini depan The Red Devils.

Rooney dan Martial absen karena cedera, Ibra harus absen karena sedang mendapatkan hukuman dari FA akibat sikutannya kepada Tyrone Mings, pemain AFC Bournemouth. Sementara itu, Rashford harus absen karena menderita sakit.

Mourinho pun harus sedikit memutar otaknya akibat dari absennya keempat pemain ini. Ada beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan oleh manajer asal Portugal tersebut, apakah akan menempatkan Marouane Fellaini di posisi penyerang, ditopang oleh Henrikh Mkhitaryan dan Juan Manuel Mata di posisi penyerang sayap, atau memainkan Mkhitaryan sebagai penyerang?

Selain itu, United juga sebenarnya masih memiliki sosok penyerang lainnya di dalam diri James Wilson. Namun, pemain yang mencetak dua gol di debut seniornya bersama United ini bahkan belum diberikan nomor punggung oleh Mourinho sejak ia kembali dari masa pinjamannya di Derby County.

Untuk penyerang muda dari akademi, United juga memiliki Demetri Mitchell yang bisa dilibatkan. Tapi melihat kebiasaan Mourinho sejauh ini, sepertinya ia tidak akan memainkan Mitchell. Sehingga apapun opsi yang akan diterapkan oleh Mourinho nantinya, absennya keempat penyerang ini setidaknya akan sedikit menurunkan daya serang dari lini depan Manchester United.

Perang urat syaraf Mourinho dan Conte

Selain dihiasi oleh absennya pemain kunci, pertandingan ini pun dihiasi oleh bumbu perang urat syaraf antara Mourinho dan Antonio Conte, manajer Chelsea. Jelang pertandingan, Mourinho melepaskan sebuah sindiran kepada Conte, dengan mengatakan bahwa di Inggris saat ini, hampir semua tim cenderung memainkan pola serangan balik dalam setiap permainannya.

"Sepertinya, musim ini (2016/2017) tim yang menerapkan permainan defensif dan menyerang dengan memakai pola serangan balik adalah tim yang memainkan sebuah seni dalam sepakbola," ujarnya seperti dilansir The Guardian.

Membalas sindiran Mouriho, Conte menegaskan bahwa timnya tidak pernah berusaha untuk bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Ia menyebut bahwa ia tidak menekankan serangan balik sebagai kunci timnya dalam menyerang. Ia pun menjabarkan apa yang ia lakukan bersama Chelsea.

"Saya harus mengatakan satu hal. Saya tidak menekankan tim saya untuk bermain dengan menggunakan serangan balik. Tidak hanya di sini, tapi juga di tim-tim lain tempat saya pernah menjadi manajer sebelumnya. Bagi saya, serangan balik hanyalah salah satu opsi untuk menyerang di antara opsi-opsi yang lain," ujar Conte.

"Yang saya kerap lakukan bersama para pemain saya di Chelsea adalah, berlatih untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan. Para pemain saya harus bisa merespon segala perubahan yang terjadi di lapangan dengan baik, karena dalam sebuah pertandingan, ada beberapa situasi yang bisa terjadi. Tim yang baik adalah tim yang mampu merespon situasi dan perubahan tersebut," tambahnya.

Tampaknya, perang urat syaraf ini bisa dianggap sebagai kecemburuan Mourinho terhadap Conte yang sekarang dianggap sebagai salah satu ahli taktik di Inggris. Mourinho, yang juga pernah menjadi manajer di Chelsea, tidak pernah mendapatkan pujian tersebut.

Namun, Conte pun tidak hilang hormatnya kepada Mourinho. Ia mengatakan bahwa Mourinho tetaplah salah satu manajer terbaik Chelsea, dengan segala pencapaian yang sudah ia raih bersama Chelsea.

"Jose Mourinho sudah menuliskan sejarahnya di Chelsea dengan baik. Jangan sampai kita melupakan hal ini. Ia adalah manajer terbaik, dengan mentalitas kemenangan yang juga baik. Ia adalah salah satu manajer terbaik di dunia, dan saya kira suporter Chelsea harus tetap menghormatinya," pungkasnya.

Laga antara Chelsea antara Manchester United ini akan dihelat pada Selasa (14/3/2017) dini hari waktu Indonesia. Anda bisa menyaksikan laga tersebut di Supersoccer TV melalui tautan ini.

Komentar