Penyebab Jatuhnya Pesawat Tim Chapecoense Terungkap

Berita

by Randy Prasatya 57356

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Penyebab Jatuhnya Pesawat Tim Chapecoense Terungkap

Kabar penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi tim Chapecoense mulai terungkap. Kotak hitam di pesawat merekam obrolan terakhir sang pilot dengan otoritas lalu lintas bandara di Kolombia.

Chapecoense mendapatkan nasib nahas ketika hendak melakoni laga final leg pertama Copa Sudamericana di markas kesebelasan asal Kolombia, Atletico Nacional. Pesawat carteran LAMIA 933 itu hancur usai menabrak tebing di kawasan Medellin.

Menurut kabar yang diberitakan The Guardian dan BBC, pesawat yang ditumpangi kesebelasan berjulukan Big Green itu kehabisan bahan bakar. Mengetahui hal itu, sang pilot pun meminta izin pada operator menara pengawas di bandara Medellin untuk melakukan pendaratan darurat.

Namun, usaha itu ternyata mendapat penolakan dari pihak terkait lantaran ada pesawat lain yang lebih dulu meminta pendaratan darurat. Pihak menara pengawas pun memerintahkan pilot untuk menunggu tujuh menit.

Perintah itu pada akhirnya mau tidak mau dilakukan sang pilot. Namun, karena kondisi pesawat yang kekurangan bahan bakar, saat berputar-putar menanti pendaratan darurat, gangguan listrik pun terjadi.

“Gangguan listrik melengkapi kondisi tanpa bahan bakar,” ujar sang pilot empat menit sebelum pesawat menabrak kawasan perbukitan.

Bocornya rekaman pembicaraan pilot dengan pihak menara pengawas ternyata menyulut kemarahan fans dari Chapecoense. Bahkan, salah satu pemain sepakbola perempuan dari tim tersebut menegaskan kejadian itu mutlak karena kesalahan.

"Ini adalah sebuah kesalahan. Saya merasa marah," kata Nataly Ferranti. Pemain berusia 16 tahun itu juga menganggap keputusan menunda pendaratan darurat telah mengakhiri hidup seluruh penumpang pesawat LAMIA dan juga Chapecoense.

Penyebab kekurangan bahan bakar juga diperkuat oleh pernyataan chief editor Airlineratings.com, Geoffrey Thomas. Ia meyakini itu lantaran tidak ditemukannya ledakan saat pesawat hancur usai menabrak bukit dan membuat beberapa penumpang mampu selamat.

"Kami tahu tak ada api saat pesawat bertumbukan dengan tanah, itu kemungkinan menjadi salah satu alasan mengapa ada korban selamat dari tragedi mengerikan tersebut," ujar Geoffrey Thomas.

Akan tetapi, kemarahan pada pihak menara pengawas sudah tidak ada artinya. Terlebih, mereka hanya menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan. Kini keikhlasan dan doa dari pihak yang kehilangan menjadi modal penting bagi seluruh korban.

Komentar