Terabaikan Membuat Zaha Memilih Pantai Gading

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Terabaikan Membuat Zaha Memilih Pantai Gading

Wilfried Zaha sudah membuat keputusan. Ia memutuskan akan membela tim nasional Pantai Gading dalam gelaran Piala Afrika 2017 yang akan digelar di Gabon pada Januari sampai Februari 2017 mendatang. Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam benak banyak pihak, bukankah Zaha sudah pernah bermain untuk timnas Inggris?

Zaha memang pernah mencatatkan caps bersama tim nasional Inggris, yaitu 13 kali bersama timnas U-21 dan dua kali bersama timnas senior. Caps pertamanya bersama timnas senior ia catatkan dalam pertandingan antara Inggris melawan Swedia, yang berakhir dengan kemenangan Swedia 4-2 (salah satu golnya dicetak dengan indah oleh Ibrahimovic ketika itu).

Namun karena pertandingan-pertandingan itu bukanlah pertandingan resmi semacam Piala Dunia atau Piala Eropa, maka Zaha masih bisa beralih timnas. Zaha sendiri memang asli kelahiran Pantai Gading. Ia lahir di Abidjan pada 10 November 1992, sebelum akhirnya pada usia empat tahun ia pindah ke Inggris bersama keluarganya, dan masuk akademi Crystal Palace ketika ia masih berusia 12 tahun.

Keputusan Zaha ini sudah diamini oleh FIF (federasi sepakbola Pantai Gading). Dalam pernyataan resminya, mereka mengonfirmasikan bahwa Zaha sudah siap untuk membela Pantai Gading dalam Piala Afrika nanti.

"Gelandang serang Wilfried Zaha telah memilih untuk bermain bersama Pantai Gading, negara tempat kelahirannya. Ia sudah mengirimkan surat kepada FIFA tentang hal ini (berganti timnas) dan memutuskan untuk bermain dengan Pantai Gading pada 27 November 2016 di London," ujar pernyataan resmi FIF seperti dikutip Sky Sports.

Dalam pertemuan yang digelar di London tersebut, Zaha bersama ayahnya sudah bertemu dengan presiden FIF, Augustin Sidy Diallo, dan pelatih timnas Pantai Gading, Michel Dussuyer, tentang kepindahannya ke timnas Pantai Gading ini. Dengan ini, resmilah sudah Zaha akan membela Pantai Gading dalam Piala Afrika 2017 ini.

Tapi di balik keputusan Zaha membela Pantai Gading ini, ada orang-orang yang menyayangkan keputusan tersebut. Salah satunya adalah Alan Pardew, manajer Crystal Palace, tempat Zaha bermain saat ini. Ia mengatakan bahwa Zaha sebenarnya ingin membela timnas Inggris, tapi panggilan tak kunjung datang kepadanya dan ia merasa terabaikan.

"Situasi ini (Zaha membela Pantai Gading) tampak seperti situasi yang dipaksakan. Saya melihat bahwa Zaha sebenarnya ingin membela timnas Inggris. Namun sayang Inggris tidak pernah memanggilnya kembali, padahal ia memiliki kemampuan. Levelnya sudah cukup untuk membela timnas," ujar Pardew seperti dilansir The Guardian.

"Saya dapat mengerti bagaimana sedihnya dia. Ia pantas untuk dipanggil kembali ke timnas. Tapi tak ada panggilan yang kunjung datang untuknya," tambahnya.

Jika Zaha membela Pantai Gading pada Piala Afrika nanti, Pardew akan kelimpungan. Ia akan kehilangan pemain terbaiknya dalam laga-laga penting di tengah perjuangan Palace untuk lolos dari jerat degradasi. Zaha tercatat akan absen dalam laga melawan West Ham, Everton, Bournemouth, dan Sunderland.

Lebih dari itu, Zaha sudah mengoleksi dua gol dan lima asis pada musim ini. Kemampuan melewati lawannya, merupakan salah satu senjata andalan Crystal Palace. Itulah, mungkin, alasan Pardew kenapa ia menyayangkan gelandang andalannya itu lebih memilih untuk membela timnas Pantai Gading.

foto: @wilfriedzaha

Komentar