Pesaing "Stern des Südens" Akhirnya Ditemukan

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pesaing "Stern des Südens" Akhirnya Ditemukan

Untuk beberapa waktu ke belakang, lagu Stern des Südens atau "Bintang dari Selatan" dalam bahasa Indonesia, menjadi lagu yang paling sering didendangkan oleh para pendukung Bayern München. Tapi tampaknya dari mulai November 2016 ini, lagu Stern des Südens akan memiliki pesaing baru.

Lagu Stern des Südens diciptakan oleh komposer sekaligus penulis lagu asal Jerman, Willy Astor. Lirik lagu ini, jika ditelaah, menceritakan sekaligus menjelaskan tentang Bayern sebagai salah satu klub besar dari Jerman, sekaligus mewakili daerah Bavaria yang berada di wilayah Jerman selatan.

Lirik lagu dari Stern des Südens juga menceritakan bahwa Bayern bukan hanya penguasa Bundesliga saja. Dijelaskan bahwa Die Roten juga adalah klub yang berjaya di segala kompetisi, seperti Piala Liga Jerman (DFB Pokal) ataupun Liga Champions. Beat lagu yang cukup bersemangat membuat lagu ini menjadi lagu wajib para pendukung Bayern ketika mereka datang mendukung Die Roten di Allianz Arena.

Bukan hanya di Allianz Arena, lagu ini juga pernah bergema di Stadion Wembley dalam partai final Liga Champions 2012/2013. Semakin bahagia saja mereka ketika Bayern ketika itu sukses menjadi juara Eropa setelah mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1. Berikut adalah lirik dari lagu Stern des Südens, dalam bahasa Jerman tentunya (silakan coba terjemahkan dengan mesin penerjemah Google).

Namun untuk November 2016 (dan mungkin sampai beberapa waktu ke depan), lagu Stern des Südens ini akan mendapatkan pesaing. Sekelompok pendukung Bayern, berhasil merekonstruksi dan mengaransemen ulang dua lagu anthem Bayern yang pernah diciptakan pada 1907. Dua lagu ini disinyalir akan menggeser kedudukan Stern des Südens sebagai lagu utama pendukung Bayern.

Dua lagu tersebut berjudul Rot und Weiβ (Merah dan Putih) dan Bayernlied (lagu untuk Bayern). Dua lagu yang ditulis oleh komposer bernama H.P. Blame dan Siegfried Herrmann ini, diciptakan tidak lama sesudah Bayern didirikan pada 1900. Ketika pertama kali ditemukan oleh sekelompok pendukung Bayern, dokumen dari lagu ini tidak berisikan nada, tapi hanya berisikan liriknya saja sehingga lagu ini belum memiliki nada.

Setelah melalui proses rekonstruksi dan aransemen yang panjang, juga melibatkan paduan suara lokal, akhirnya kelompok pendukung Bayern tersebut mampu mengaransemen lagu Bayernlied dan Rot und Weiβ dengan aransemen lagu yang sesuai dengan masa kini, meski lagu tersebut mengandung kata-kata yang sifatnya old-fashioned.

Sebagai penghargaan atas usaha para pendukung Bayern tersebut untuk melestarikan sekaligus mengenang peninggalan berharga dari Die Roten, lagu hasil gubahan mereka, bekerja sama dengan paduan suara lokal, akan ditayangkan di Allianz Arena ketika Bayern menjamu TSG 1899 Hoffenheim.

Tapi ketika kelompok pendukung tersebut ditanya apakah lagu ini dapat menggeser kedudukan Stern des Südens sebagai lagu utama pendukung Bayern, kelompok pendukung tersebut hanya tertawa dan berujar, "Kami tidak kuasa untuk melakukan hal tersebut".

Dari segi beat pun, tampaknya akan sulit untuk menggantikan lagu Stern des Südens yang memiliki beat yang cukup mengundang adrenalin. Apalagi lagu Bayernlied ini lebih tampak seperti lagu klasik dibanding lagu untuk mendukung. Namun apa salahnya kembali ke klasik?

Lagu Bayernlied yang sudah digubah dapat anda dengarkan di sini.

foto: Piehead

Komentar