Karius Masih Belum Teruji Sepenuhnya

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Karius Masih Belum Teruji Sepenuhnya

Musim ini Liverpool mulai menunjukkan penampilan yang cukup stabil. Dari delapan laga yang sudah mereka jalani, The Reds meraih lima kemenangan, dua kali hasil imbang, dan sekali kalah. Sekarang jarak mereka hanya dua poin dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City. Keadaan ini tentunya lebih baik dari apa yang mereka alami musim lalu.

Masalah pertahanan yang sempat menjadi kekhawatiran para pendukung Liverpool ketika The Reds menang 3-4 dari Arsenal dan kalah 2-0 dari Burnley pun perlahan sudah mampu teratasi dengan membaiknya penampilan Dejan Lovren dan Joel Matip di lini pertahanan. Dalam enam laga terakhir, mereka hanya kebobolan lima gol saja, bahkan dalam pertandingan terakhir Liverpool mampu mencetak cleansheet ketika bermain imbang melawan Manchester United, cleansheet pertama untuk musim 2016/2017.

Tapi masalah belum selesai sampai situ. Posisi penjaga gawang ternyata masih cukup meragukan. Loris Karius, sang penjaga gawang baru Liverpool ternyata dianggap masih belum terlalu teruji. Meski berhasil menjaga gawangnya tetap perawan dalam laga melawan United, itu lebih dikarenakan Manchester United yang memang tidak terlalu agresif dalam menyerang.

Karius didatangkan oleh Jürgen Klopp dari FSV Mainz 05 pada bursa transfer musim panas 2016. Meski sempat tidak bermain dalam lima laga awal Liverpool karena cedera, Klopp sudah menjaminkan tempatnya di starting line-up ketika ia sembuh, dan langsung memainkannya dalam pertandingan melawan Hull City.

Dalam tiga laga yang sudah ia jalani, Karius memang baru kebobolan dua gol. Melawan Hull City, ia hanya kebobolan satu gol lewat David Meyler. Melawan Swansea, ia hanya kebobolan satu gol lewat Leroy Fer. Jika dibandingkan dengan Mignolet, jumlah kebobolan Karius memang lebih sedikit.

Meski begitu, masih banyak pihak yang meragukan kemampuan save dari penjaga gawang asal Jerman ini. Jika Mignolet mampu mencetak rata-rata 1,4 save per pertandingan (dari lima laga yang ia jalani musim ini), Karius baru mencetak 0.33 save per pertandingan (dari tiga laga yang sudah ia jalani).

Sedikitnya save yang dicetak oleh Karius ini, seperti yang disebutkan di atas, adalah buah dari membaiknya pertahanan Liverpool. Namun di satu sisi ini juga menunjukkan bahwa Karius belum teruji dalam laga yang bertensi tinggi dengan banyak tembakan yang tercipta ke gawang. Mignolet sudah mampu memperlihatkan kemampuannya dalam menghentikan tembakan lawan (meski jumlah keboibolannya banyak juga), lain hal dengan Karius.

Mungkin sekarang kebutuhan penjaga gawang Liverpool belum terlihat karena The Reds memainkan pola permainan yang menuntut para pemainnya terus menekan lawan dan menyerang tanpa henti. Tapi Klopp pun tampaknya tak berhenti berharap, bahwa Karius akan menunjukkan kemampuannya ketika memang The Reds menghadapi tekanan yang berat dari tim lawan.

Komentar