Ketika Arshavin Beralih Jadi Tukang Cukur Rambut di Kazakhstan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ketika Arshavin Beralih Jadi Tukang Cukur Rambut di Kazakhstan

Semua sempat takjub melihat penampilan Andrey Arshavin di laga Arsenal melawan Liverpool, 21 April 2009. Empat gol yang ia cetak di laga tersebut bukan hanya membuat langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer tersendat, tapi juga membuat namanya dipercaya bakal menjadi pemain besar kedepannya.

Namun siapa sangka, harapan tersebut hanya bertahan dua musim. Beberapa musim setelahnya, Arshavin tak lebih dari pemain medioker. Tidak hanya di Arsenal, di Zenit St. Petersburg, yang notabene adalah kesebelasan yang ia bela sejak kecil, ia tak lebih dari pemanas bangku cadangan.

Keinginan untuk tetap bermain sepakbola membuatnya memilih Kazakhstan sebagai pelabuhan karier setelah ia tak diperpanjang oleh kesebelasan Rusia, FK Kuban. Ia pun memilih kesebelasan underdog Liga Primer Kazakhstan, Kairat Almaty, untuk diperkuat.

Kedatangannya ke Almaty, diprediksi banyak media Kazakhstan tak lebih dari sekadar peramai kompetisi saja. Pasalnya, Arshavin, seperti dilansir oleh Sky Sports, dikontrak oleh Kairat dengan mahar yang cukup tinggi.

Hal tersebut rupanya benar-benar diyakini oleh Peter Volikova, salah satu wartawan di Kazakhstan. Volikova yang merupakan wartawan olahraga terkenal di sana, bahkan berani bersumpah Arshavin tak akan mencetak lebih dari tujuh gol selama di Karpaty. Ia pun menegaskan jika Arshavin mampu mencetak lebih dari tujuh gol, ia rela rambutnya dicukur.

Seiring berjalannya waktu, apa yang diucapkan oleh Volikova mulai menjadi bumerang. Gol-gol yang dibuat oleh Arshavin di laga Kairat melawan Aktobe (tiga gol), Okzhetpes (dua gol), Atyrau, Taraz, dan Astana, membuatnya semakin bingung.

Imbasnya, dalam laga Kairat melawan Aktobe, di Ortaliq Stadion (25/9), ia benar-benar harus merealisasikan janjinya. Pasalnya di laga tersebut, Arshavin mempu mencetak gol kedelapannya dalam 25 pertandingan yang ia jalani bersama Kairat.

Publik Kazakhstan pun menagih janji Volikova. Arshavin yang tak disangka juga mengetahui janjinya tersebut juga ikut menagih. Bertempat di salah satu pusat perbelanjaan di Almaty, Arshavin akhirnya mencukur rambut Volikova di depan banyak orang. Dengan mengenakan celemek khas tukang cukur rambut, Arshavin pun mencukur rambut Volikova hingga tak menyisakan sedikit pun. Kita perlu hati-hati dalam berujar memang....

Komentar