Reuni Arsene Wenger dengan Paris Saint-Germain

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Reuni Arsene Wenger dengan Paris Saint-Germain

Babak grup Liga Champions Eropa bakal kembali digulirkan, Rabu (13/9) dini hari WIB. Dari delapan laga yang bakal digelar nanti malam, akan ada satu partai besar yang diyakini bakal berjalan menarik, yakni Paris Saint-Germain melawan Arsenal.

Laga yang rencananya bakal digelar di Parc des Princes ini diyakini bakal menarik lantaran kedua kesebelasan sama-sama belum menunjukkan penampilan konsisten. Tak heran, manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai bahwa laga melawan Paris Saint-Germain akan menjadi jadi ujian untuk mengukur seberapa tangguh anak asuhnya.

Arsene Wenger sendiri menjadi salah satu nama yang banyak diperbincangkan di laga ini. Betapa tidak, selain karena eks manajer AS Monaco ini berdarah Prancis, ia juga merupakan salah satu nama yang pernah disebut diberi kepercayaan untuk menukangi Paris Saint-Germain.

Seperti yang diketahui, tak hanya sekali nama Wenger disebut bakal menangani Paris Saint-Germain. Namun pada akhirnya tidak kata kesepakatan yang muncul dari mulut Wenger. Ia pun memilih tetap bertahan di kesebelasan berjuluk The Gunners tersebut.

Media Prancis, L’Equipe, mengatakan bahwa Wenger diketahui pernah diberi penawaran untuk menangani kesebelasan Prancis tersebut tiga kali. Yakni saat musim panas 2011, 2013, dan 2014.

“Saya mengenal dengan baik para pemilik (Paris Saint-Germain). Tapi saya merasa bahwa saya harus tetap berada di sini karena kesebelasan ini memiliki kualitas yang saya sukai. Dan itu alasan mengapa saya tetap berada di Arsenal,” ujar Wenger seperti dikutip Irish Examiner.

“Saya selalu suka saat datang ke Paris. Ini kota yang saya sukai. Dan mereka adalah kesebelasan yang besar, yang memiliki kualitas di atas kesebelasan Prancis lainnya,” lanjut manajer yang pernah menangani kesebelasan Jepang, Nagoya Grampus Eight.

Paris Saint-Germain sendiri mengalami perubahan besar ketika memasuki era 2010-an. Perubahan terjadi usai mereka diakuisisi oleh salah satu perusahaan milik pemerintah Qatar, Qatar Sports Investments pada 2011.

Dengan adanya akuisisi tersebut, Paris Saint-Germain mulai berani menargetkan nama-nama besar untuk mengisi jajaran teknis hingga daftar pemain, tak terkecuali pelatih kepala. Di tahun 2011, beberapa nama besar masuk daftar untuk menjadi pelatih. Selain Wenger, masih ada nama Carlo Ancelotti dan Laurent Blanc yang juga menjadi favorit. Pada akhirnya, Ancelotti lah yang dipilih oleh manajemen Paris Saint Germain.

Di tahun 2013, nama Wenger kembali dicalonkan sebagai pelatih kepala Paris Saint-Germain. Pencalonan Wenger akhirnya tidak berlanjut dengan kesepakatan kontrak usai ia memilih berkomitmen terhadap Arsenal dan alhasil, Paris Saint-Germain pun terpaksa memilih Blanc sebagai juru taktik.

Komentar