Pellegrini Salahkan (Penunjukan) Guardiola Atas Kegagalannya

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pellegrini Salahkan (Penunjukan) Guardiola Atas Kegagalannya

Manchester City mengalami penurunan performa yang cukup tajam jelang akhir musim 2015/2016. Salah satu momen yang paling diingat adalah rentetan hasil buruk pada pekan ke-25 hingga ke-30, yang membuat City hanya mengoleksi satu kemenangan. City bahkan harus merelakan posisinya di peringkat ketiga menjadi keempat jelang musim berakhir.

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, pada akhirnya buka suara mengenai tren buruk yang dialami anak asuhnya. Menurutnya rentetan hasil negatif tersebut dipengaruhi oleh satu hal.

“Pengumuman (Pep) Guardiola untuk pergi ke Inggris mengubah semuanya. Semua media pun langsung memberitakannya. Tidak hanya di sini, tapi juga di Arsenal, maupun Manchester United. Hal ini tentu tidak adil bagi seorang manajer di Inggris, yang semua orang tahu bahwa kursinya akan digantikan oleh Guardiola,” ucap Pellegrini kepada Mirror.

Seperti yang diketahui, Guardiola diresmikan City pada 1 Februari 2016 lalu dan sempat membuat geger sepakbola Inggris.

“Saya memiliki keraguan sejak pengumuman itu,” ucap Pellegrini. “Di satu sisi, saya tidak ingin membesar-besarkan alasan tersebut, tapi jujur beban pekerjaan saya begitu berat setelah adanya pengumuman tersebut. Bukan hanya kepada saya, tapi juga kepada para pemain.”

Pellegrini benar. Anak asuhannya pun tidak mendapatkan hasil yang diinginkan dalam dua laga di Januari usai Guardiola mengumumkan kepindahannya ke Inggris. Performa City semakin buruk, usai Guardiola diumumkan menjadi manajer City menggantikan Pellegrini oleh manajemen Manchester Biru, awal Februari 2016.

Pellegrini pada awalnya merasa begitu tidak nyaman dengan adanya keputusan tersebut. Namun Pellegrini sadar, ia bukanlah siapa-siapa di Manchester City. “Saya tidak tahu apakah keputusan mereka (mengenai pengumuman Guardiola) adalah keputusan yang benar atau yang salah. Tapi, yang jelas keputusan tersebut membuat kami bermain begitu buruk (City kalah tiga kali dari tiga pertandingan setelah adanya keputusan tersebut),” ujar Pellegrini.

Hasil buruk tersebut diakui oleh Pellegrini tidak mudah untuk diperbaiki. Ia beralasan bahwa mental pemainnya sedikit jatuh karena keputusan tersebut.

“Hal yang paling berat dalam sebuah kelompok adalah ketika mulai ada kehancuran. Dan ketika kami berada di situ (kekalahan beruntun dan penunjukan Guardiola), begitu terlihat bahwa kami hancur,” imbuhnya. “Bagi saya, musim ini menjadi salah satu musim yang kurang menyenangkan.”

Berdasarkan penunjukan Guardiola, Pellegrini tidak lagi berstatus sebagai manajer Manchester City per 30 Juni 2016. Beberapa media menyebut, ia tengah menjalani kontak dengan Everton dan Zenit St Petersburg. Namun pria asal Cile ini belum menentukan sikap. Ia hanya berkata, “Jika saya tidak memiliki opsi yang menarik, saya akan berhenti.”

foto: commons.wikipedia.org

ed: fva

Komentar