Engelbert Sani Bawa Madura Utd Raih Kemenangan Atas PBFC di ISC 2016

Berita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Engelbert Sani Bawa Madura Utd Raih Kemenangan Atas PBFC di ISC 2016

Pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Madura United, Gomes de Olivera, membuahkan hasil positif. Engelbert Sani yang masuk menggantikan Slamet Nurcahyo menjadi bintang kemenangan tim. Englebert mencetak satu gol dan berperan dalam gol kedua yang dicetak oleh Pablo Rodriguez. Dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Madura United berhasil menekuk tamunya, Pusamania Borneo FC (PBFC), dengan skor 2-1 di pertandingan yang digelar di stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Jumat (20/5).

Memainkan laga keempat mereka di ISC kali ini, Madura United sangat bernafsu untuk memburu kemenangan. Apalagi mereka tampil di hadapan penggemar mereka sendiri. Bayu Gatra dan kawan-kawan langsung mengambil inisiatif penyerangan terlebih dahulu. Namun rapatnya lini belakang PBFC serta permainan apik Jad Noureddine di jantung pertahanan membuat Madura United kesulitan untuk menciptakan gol.

Momentum kemudian terjadi pada babak kedua. Engelbert Sani masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-46. Hasilnya 25 menit kemudian Engelbert berhasil mencetak gol pembuka kesebelasan berjuluk Sapeh Kerap tersebut. Menerima operan yang berasal dari sundulan Pablo Rodriguez, Engelbert melepaskan sebuah tendangan yang kemudian menjebol gawang PBFC.

Beberapa menit kemudian aksi Engelbert terpaksa membuat Gerard Pangkali menjatuhkan dirinya di kotak terlarang. Wasit kemudian menunjuk titik putih dan Pablo Rodriguez berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus menggandakan keunggulan Madura United. PBFC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Pedro Javier yang juga berasal dari tendangan penalti.

Penumpukan Pemain PBFC dan Aksi Impresif Jad Nourredine

Skema PBFC yang memakai dua gelandang bertahan di depan empat pemain belakang membuat terjadinya penumpukkan di area pertahanan PBFC. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Tarik Boschetti atau Ponaryo Astaman berposisi sangat dalam bahkan sama sekali tidak keluar dari daerahnya sendiri. Apalagi ketika babak pertama Diego Michiels yang ditempatkan sebagai sayap kanan sewaktu-waktu ikut turun untuk membantu pertahanan.

Jad Nourredine juga bermain luar biasa. Meski akhirnya timnya kemasukan gol, sepanjang laga Jad bermain apik untuk mengahalau serangan-serangan lawan. Terbukti pada babak pertama saja empat tendangan yang mengarah ke gawang Dian Agus hanya satu yang menemui sasaran.

Tuah Engelbert Sani

Luar biasa! itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan peran Engelbert Sani pada pertandingan kali ini. Ia berhasil mencetak satu gol, dan berperan terhadap gol kedua yang dicetak oleh Pablo Rodriguez. Sejak masuk pada awal babak kedua setidaknya ada tiga drible yang dilakukan oleh Sani sehingga membahayakan gawang lawan. Dribel keempat yang dilakukannya membuat Gerard Pangkali terpaksa melanggarnya.

Sebenarnya momentum terjadi ketika PBFC menggantikan Diego Michels dengan Gavin Kwan. Gavin yang bermain sebagai bek kanan sering terlambat turun untuk menghentikan pergerakan Engelbert. Karena memang Gavin sendiri bukan seorang pemain bertahan natural. Hasilnya pasca dikeluarkannya Diego, PBFC kemasukan dua gol.

foto : Ivan Hadyan

Komentar