Masalah Produktivitas Lini Depan di Final Piala Gubernur Kaltim

Berita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Masalah Produktivitas Lini Depan di Final Piala Gubernur Kaltim

Stadion Utama Palaran, Samarinda, yang sempat dijadikan arena untuk PON XVII akan menjadi saksi partai puncak Piala Gubernur Kalimantan Timur (PGK) 2016. Pertandingan final sendiri akan mempertemukan Pusamania Borneo FC (PBFC) berhadapan dengan Madura United, pada Minggu (13/03).

Melalui sistem trofeo pada babak semifinal, baik PBFC maupun Madura United berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka, dan berhak lolos ke partai puncak. Bertemunya kedua tim di pertandingan final tentunya menjadi kejutan. Pasalnya banyak pihak yang memprediksikan Arema dan Sriwijaya FC yang akan melaju dan memperebutkan gelar juara.

Berstatus sebagai salah satu favorit juara, PBFC sempat kesulitan setelah ditahan imbang Persela Lamongan pada partai perdana mereka di kompetisi kali ini. Dua kemenangan tipis atas Arema dan Gresik United membawa mereka menjadi pemuncak grup A dan melaju ke babak semifinal. Menang melalui babak adu penalti melawan Sriwijaya FC pada pertandingan pertama, PBFC kemudian mengunci tiket ke final dengan kemenangan telak 3-0 atas Surabaya United.

Sementara itu, Madura United menjadi sensasi pada PGK kali ini. Skuat asuhan Gomez Olivera ini menjadi kejutan bahkan sejak babak penyishan, di partai perdana Madura United menjungkalkan juara Piala Jenderal Sudirman, Mitra Kukar dengan skor telak 3-0. Kembali tidak diunggulkan di babak semifinal, Madura United berhasil menundukan Persiba Balikpapan dan Arema dan melenggang ke partai puncak.

AAA

Di atas kertas komposisi pemain PBFC jelas sedikit lebih unggul dibandingkan Madura United. Apalagi mereka juga diperkuat oleh pemain-pemain nasional senior seperti Ricardo Salampessy, Leo Tupamahu dan sang kapten tim, Ponaryo Astaman. Belum lagi pemain-pemain muda seperti Terens Puhiri dan Gavin Kwan Adsit membuat PBFC disesaki oleh pemain-pemain berkualitas.

Baca juga: Ponaryo Astaman Tentang Regulasi Baru ISC dan #MenolakTurnamen

Lini tengah kemungkinan akan menjadi arena duel dua gelandang asing andalan masing-masing tim.  PBFC akan mengandalkan Edilson Tavares, sementara Madura United akan menjadikan mantan gelandang Arema, Toni Mossi, sebagai pengatur serangan. Pertarungan antara Edilson yang sudah mencetak dua gol plus satu gol di babak adu penalti, berhadapan dengan Mossi yang menjadi kunci permainan Madura United, tentunya semakin membuat laga akan berjalan dengan menarik.

Duet Ahmad Maulana dan Fabiano Beltrame di jantung pertahanan Madura United akan menghadapi ujian dari trio lini serang PBFC yang diisi Terens Puhiri, Sultan Samma, dan Lerby Eliandri yang baru saja kembali lagi ke Samarinda. Hanya saja ketiganya masih berurusan dengan produktivitas mereka, di mana ketiga pemain tersebut baru mencetak sebiji gol.

Madura United juga masih bermasalah dengan urusan mencetak gol. Dari tujuh gol yang dicetak tim berjuluk Sapeh Kerap tersebut, empat di antaranya justru dicetak oleh pemain belakang. Fabiano Beltrame berhasil mencetak tiga gol, dan bahkan berpeluang mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak apabila berhasil menambah catatan golnya.

PBFC jelas lebih diunggulkan dalam pertandingan kali ini. Bukan saja memiliki skuat yang lebih dalam dan berpengalaman, partai puncak yang digelar di depan publik sendiri tentunya akan menjadi tambahan motivasi yang luar biasa. Meskipun bisa jadi hal tersebut membuat skuat Basri Badrussalam tidak bermain lepas karena terbebani sebagai satu-satunya perwakilan Kalimantan Timur di kompetisi kali ini.

Namun Madura United bisa saja kembali membuat kejutan, dan justru berhasil membawa pulang trofi Piala Gubernur Kalimantan Timur. Seperti pada babak semifinal misalnya di mana mereka mampu menahan imbang Persiba dan Arema yang kemudian ditaklukkan lewat adu penalti.

Komentar