Invasi Suporter ke Lapangan dan Mundurnya PAOK, Warnai Piala Yunani

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Invasi Suporter ke Lapangan dan Mundurnya PAOK, Warnai Piala Yunani

Ajang Piala Yunani yang digelar Rabu (2/3) dini hari, memang tak menyuguhkan partai panas lantaran tak ada klub besar yang bertemu. Namun, jangan bilang jika kompetisi ini tak menarik untuk ditonton. Pasalnya, pada laga semifinal pertama antara PAOK Thessaloniki vs Olympiakos Piraeus laga tidak berakhir dalam waktu yang ditentukan oleh wasit, melainkan oleh suporter tuan rumah.

PAOK sebagai tim tuan rumah sebenarnya unggul terlebih dahulu lewat striker asal Slovakia, Robert Mak, pada menit kesembilan. Namun, banyaknya pemain bintang di tim tamu, membuat mereka dengan mudah mengatasi ketertinggalan dan malah unggul melalui gol Esteban Cambiasso pada menit ke-27 dan David Fuster Torrijos pada menit ke-57.

Ketertinggalan tersebut pun memicu tuan rumah untuk terus menekan. Puncaknya, pada menit ke-89, penetrasi Mak dilanggar oleh kiper Olympiakos dan Timnas Yunani, Stefanos Kapino. Namun, wasit tak meniupkan peluit tanda adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Kapino.

Sontak kejadian tersebut memicu kemarahan staf dan pemain PAOK yang berada di bench. Pun halnya dengan para penonton yang memenuhi stadion Toumba. Sebagian besar dari mereka pun memasuki lapangan dan memprotes keputusan wasit.  Kericuhan tak bisa dihindari, beberapa suporter pun terlihat melemparkan beberapa barang di sekitar mereka kepada polisi. Bahkan pemilik PAOK, Ivan Savvidis, mengaku sangat kecewa dan kesal dengan keputusan wasit.

“Saya ingin meminta maaf atas apa yang terjadi hari ini di depan semuanya, sebab kami tak menunjukkan tindakan yang positif atas apa yang terjadi. Namun, kami berkilah bahwa situasi yang terjadi (kericuhan) akibat kejadian yang tidak kami inginkan,” ungkapnya kepada Daily Mail.

“Kami bersama 30 ribu orang pendukung. Hukuman pidana terhadap wasit yang memicu kekerasan harus segera diambil,” ujar Savvidis kepada OTE-TV. “Dalam pertandingan seperti ini, harusnya wasit asing dipergunakan. Jika federasi tidak mampu melakukannya, kami akan menanggung semua biaya.”

“Kami tidak akan datang ke Athena untuk memainkan laga kedua. Apapun itu hukumannya. Kami juga tidak akan takut dengan apa yang akan federasi putuskan, sekalipun mereka akan mengeluarkan kami dari liga,” imbuhnya.

Kericuhan hingga mengakibatkan ditundanya pertandingan bukan hal baru di kompetisi sepakbola Yunani. Pasalnya, November lalu laga Panathianikos dan Olympiakos, yang dikenal dengan nama "eternal derby" juga ditunda karena keributan antara suporter dan polisi sebelum kick-off.

Komentar