Kesialan Masih Menghantui Chelsea

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kesialan Masih Menghantui Chelsea

Kendati telah memetik kemenangan pada laga melawan Sunderland (19/12), Chelsea kembali terlihat tak bermain baik saat menjamu Watford (26/12). The Blues yang diunggulkan menang, ternyata tampil di bawah performa terbaiknya. Dominasi Chelsea yang sangat terlihat saat mereka menang atas Sunderland pada pekan ke-17 tak terulang.

Duet Odion Ighalo dan Troy Deeney yang tengah menjadi headline media-media Inggris beberapa pekan terakhir kembali menunjukkan kekuatan fisiknya. Buktinya, beberapa kali John Terry, Gary Cahill, dan Nemanja Matic kerap kesulitan menangani keunggulan fisik dua striker Watford ini.

“Mereka (Ighalo dan Deeney) bermain bagus dalam menyerang dan bertahan. Cesc Fabregas pun terlihat kesulitan untuk bermain di lini tengah karena gangguan mereka,” jelas manajer Watford, Quique Sanchez Flores seperti yg dikutip Sportsmole.

Pelatih berusia 50 tahun ini mengatakan kolektivitas menjadi kunci skuatnya mengalahkan Chelsea. Ia juga menjelaskan bahwa kemampuan bertahan timnya sangat baik karena menggunakan 10 pemain di lapangan sebagai bek, sementara kemampuan mencetak gol mereka juga bagus, karena ada 10 pemain yang siap mencetak gol.

Sementara itu manajer sementara Chelsea, Guus Hiddink, merasa skuatnya mengalami nasib sial saat ini. Pelatih asal Belanda ini pun mencontohkan gagalnya Oscar mengeksekusi penalti merupakan salah satu kesialan yang terjadi.

“Dalam cuaca seperti ini, tidak seharusnya ia (Oscar) terpeleset. Dia seharusnya menendang dengan normal,” ucapnya mengomentari tendangan Oscar yang mengarah ke tribun Matthew Harding.

Kesialan kedua yang dirasa Hiddink adalah kartu yang diterima oleh Diego Costa. “Dia tidak akan bermain di pertandingan selanjutnya. Saya kira dia tengah bagus dalam pertandingan ini, dan kami harus tampil tanpa dia di pertandingan selanjutnya,”  terangnya.

Tak salah Hiddink merasa kehilangan Diego Costa di pertandingan selanjutnya. Sebab Costa menjadi pembeda pada laga ini. Ia memborong dua gol pada menit ke-32 dan gol penyama kedudukan yang ciptakan pada menit ke-65 setelah Watford mampu unggul lewat penalti Deeney dan sepakan Ighalo.

Pada laga ini, Chelsea mampu menguasai bola sebanyak 64 %. Meskipun demikian, lini depan Chelsea memang terlihat tak bermain baik, sebab meski mereka mampu membahayakan gawang lawan 14 kali, mereka hanya mampu melakukan shot on goal dua kali.

Laga Chelsea selanjutnya adalah melawat ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United. Tanpa Diego Costa yang terkena akumulasi, akankah kesialan masih menghantui Chelsea?

Komentar