Kiprah 5 Pemain Indonesia di Asia Tenggara Sepanjang Tahun 2015

Berita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Kiprah 5 Pemain Indonesia di Asia Tenggara Sepanjang Tahun 2015

Bintang-bintang sepakbola Indonesia banyak dikabarkan akan hijrah ke luar negeri. Beberapa pemain bahkan sudah mengikat kontrak untuk klub barunya tersebut. Setelah Ahmad Jufriyanto yang dikabarkan sedang melakukan trial bersama peringkat empat Malaysia Super League musim lalu, Trengganu FA, kini dua mantan rekan setim Jufriyanto di Persib Bandung, Dedi Kusnandar dan Toni Sucipto, dikabarkan mendapatkan tawaran bermain juga dari klub asal Negeri Jiran tersebut.

Vakumnya kompetisi domestik dan turnamen pengganti yang tidak menentu disinyalir menjadi penyebab. Keadaan ini membuat para pemain yang berlaga di sepakbola Indonesia terutama di Indonesia Super League (ISL), akhirnya memilih untuk hijrah ke negara lain. Tidak jauh-jauh negara tetangga di kawasan Asia Tenggara menjadi tujuan berikutnya.

Terhitung pada tahun 2015 ini ada lima pemain berpaspor Indonesia yang berlaga di kompetisi di kawasan Asia Tenggara. Berikut nama-nama pesepakbola Indonesia tersebut :

Dedi Gusmawan

Dedi Gusmawan yang baru saja menandatangani kontrak barunya bersama tim peserta Myanmar National League (MNL), Zeyar Shwe Myay, pada 16 Desember lalu, langsung menjadi tulang punggung tim. Padahal ia baru didatangkan pada pertengahan musim bersamaan dengan ditunjuknya eks-pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson, sebagai pelatih tim asal Myanmar tengah ini.

Dedi berhasil membawa Zeyar Shwe Myay lolos dari jurang degradasi. Dalam 14 pertandingannya bersama Zeyar Shwe Myay yang dimulai pada 22 Juni 2015, Dedi membawa timnya tersebut memenangkan enam pertandingan, delapan kali meraih hasil imbang dan satu kali menelan kekalahan.

Sergio Van Dijk

Pemain Belanda berdarah Indonesia, Serginho ‘Sergio’ Van Dijk, memang terkenal sebagai penyerang haus gol sejak membela Brisbane Roar di Liga Australia. Sergio yang mendapatkan kewarganegaraan Indonesia dari ibunya tersebut musim ini bermain untuk klub peserta Thai Premier League (TPL) Suphanburi setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh klub asal Iran, Sepahan FC.

Sergio Van Dijk dalam balutan seragam Suphanburi FC
Sergio Van Dijk dalam balutan seragam Suphanburi FC

Van Dijk berhasil membawa Suphanburi menempati peringkat tiga klasemen akhir, setelah musim sebelumnya mereka berada di peringkat enam. Sepanjang musim ini mantan penyerang Persib Bandung tersebut bermain sebanyak 20 pertandingan dan enam diantaranya masuk sebagai pemain pengganti.

Dari 20 laga tersebut, 14 gol berhasil dicetaknya membuat Van Dijk masuk ke dalam jajaran pencetak gol terbanyak liga. Dan beberapa diantaranya terjadi dalam momen penting, seperti ketika Van Dijk mencetak gol di menit akhir, saat timnya menahan imbang sang juara liga Buriram United, pada 7 Maret 2015.

Greg Nwokolo

Sebenarnya secara keseluruhan permainan pemain asal naturalisasi ini tidak begitu buruk. Dari 16 pertandingan musim bersama BEC Tero Sasana, salah satu tim lain peserta TPL, Greg berhasil menyarangkan lima gol ke gawang lawan. Bahkan dalam beberapa kesempatan mantan pemain Persija ini menyelamatkan timnya dari kekalahan seperti pada akhir November lalu saat dirinya mencetak gol penyama kedudukan saat tim berhadapan dengan Saraburi.

Sayangnya permainan menonjol Greg tidak mampu menyelamatkan timnya untuk tidak degradasi. Meskipun memiliki poin sama dengan Saraburi dan Navy yaitu 35 poin, BEC Tero harus rela turun divisi dikarenakan kalah selisih gol.

Victor Igbonefo

Satu lagi penggawa tim nasional Indonesia lain yang berlaga di TPL adalah Victor Igbonefo. Igbonefo menjadi pemain ketiga yang berlaga di kompetisi tertinggi sepakbola Thailand tersebut. Bermain impresif pada awal-awal kompetisi, Igbonefo kesulitan untuk menembus tim inti klubnya saat ini, Osostpa FC, menjelang pertengahan musim.

Hingga kompetisi berakhir, Victor hanya bermain delapan kali untuk Osotspa. Penampilannya yang buruk pun salah satunya ia perlihatkan ketika timnya mengalami kekalahan telak 1-5 atas Muangthong United.

Andik Vermansyah

Baru saja membawa kesebelasan yang dibelanya Selangor FA menjuarai Piala Malaysia, Andik Vermansyah menjadi idola baru di tim berjuluk Gergasi Merah tersebut. Sepanjang musim ini pemain yang berposisi sebagai winger ini berhasil mencetak enam gol, dan salah satunya berhasil diciptakan ke gawang sang juara Liga, Johor Darul Takzim.

Selebrasi Andik Ketika Membawa Selangor FA menjadi kampiun Piala Malaysia 2015
Perayaan Andik ketika membawa Selangor FA menjadi kampiun Piala Malaysia 2015

Andik kembali membawa Selangor FA memanaskan perebutkan gelar juara Malaysia Super League musim ini. Namun sayangnya Selangor takluk dari Johor Darul Takzim yang lagi-lagi berhasil menjuarai Liga dengan keunggulan lima poin dari kesebelasan yang juga pernah dibela Ellie Aiboy dan Bambang Pamungkas tersebut.

***

Memang tidak semua pemain berhasil meraih prestasi di liga barunya. Tapi tentunya dengan bermain di liga baru, suasana baru dan kompetisi berbeda bisa jadi sangat baik untuk perkembangan pesepakbola Indonesia dan pengalamannya bermain jika ia suatu saat mereka kembali ke Indonesia.

Sementara itu, Andik membuktikan diri bahwa ia bisa mengharumkan nama Indonesia di negara lain. Ini patutnya menjadi contoh bagi pemain Indonesia lain untuk berani berkiprah di luar Indonesia, setidaknya di kawasan Asia Tenggara. Jangan sampai bakat-bakat pemain Indonesia tersia-siakan.

Sumber : soccerway , ESPN FC Asia, Four Four Two

Foto : ESPN FC, selebrasi.com

 

Komentar