Sang Penyelamat Itu Akhirnya Kalah oleh Kanker

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Sang Penyelamat Itu Akhirnya Kalah oleh Kanker

Menjelang pertandingan persahabatan antara Spanyol melawan Inggris, manajer kesebelasan negara Inggris, Roy Hodgson, mengaku sangat kaget dengan kabar meninggalnya Márton Fülöp. Mantan penjaga gawang Hungaria ini meninggal kemarin (12/11/2015) di usia 32 tahun karena kanker.

“Saya bekerja bersamanya selama satu tahun di West Brom, jadi saya benar-benar terpukul mendengar berita ini,” kata Hodgson. “Márton adalah orang baik; seorang profesional, saya harus jujur dengan Anda - saya bahkan tidak tahu tentang operasi kankernya. Saya tidak mengira kalau ia memiliki masalah kesehatan. Jadi ketika saya diberitahu, saya benar-benar sangat terkejut.”

“Yang bisa saya lakukan adalah menyampaikan belasungkawa dan mengatakan ini adalah hari yang benar-benar sedih; hari yang menyedihkan bagi keluarganya tetapi hari yang menyedihkan juga bagi sepakbola karena dia adalah seorang pemain yang benar-benar baik.”

Fülöp menghabiskan delapan tahun kariernya di sepakbola Inggris, terutama dengan Sunderland di mana ia bermain selama tiga musim. Ia juga sempat bermain untuk Tottenham Hotspur, Ipswich Town, dan West Bromwich Albion.

Ia juga pernah merasakan masa peminjaman ke Chesterfield, Coventry City, Leicester City, Stoke City, dan peminjaman darurat ke Manchester City karena cederanya Shay Given, Stuart Taylor, dan David González, serta Joe Hart yang saat itu tidak tersedia karena sedang dipinjamkan ke Birmingham City.

Fülöp memiliki tumor yang dioperasi di lengannya pada tahun 2013 dan ia pernah berniat kembali bermain. Terakhir kali ia bermain untuk kesebelasan profesional adalah bersama Asteras Tripoli FC dari Yunani di musim 2012/13.

Selama 13 tahun kariernya, ia sempat bermain 24 kali untuk Hungaria, bergantian bersama Gábor Király yang juga sering dipanggil membela negaranya.

MTK Budapest, kesebelasan pertama Fülöp, membuat sebuah pernyataan: “Kami sangat sedih dan berduka, kami mengumumkan bahwa setelah lama sakit, Márton Fülöp telah meninggal.”

Sunderland memasang bendera di stadion dan juga tempat latihan mereka dengan setengah tiang. Kepala eksekutif Sunderland, Margaret Byrne, mengatakan: “Kami terpukul mendengar meninggalnya Márton. Dia adalah pria yang baik, disukai dan dihormati oleh semua orang di kesebelasan ini selama empat tahun dengan kami. Hal ini sangat menyedihkan ketika kami kehilangan anggota keluarga Sunderland kami, tapi kehilangan salah satunya di usia yang begitu muda dan dalam keadaan seperti ini adalah memilukan.”

Sebelum bermain untuk Sunderland, Fülöp bergabung dengan Spurs dari MTK ketika ia masih berusia 21 pada tahun 2004. Di Spurs, ia tidak pernah sekalipun berain di tim utama. Peminjamannya di Chesterfield, Coventry, dan Sunderland diikuti oleh langkah pindah permanennya untuk The Black Cats pada Januari 2007.

Di Sunderland, ia bermain hingga 2010, membuat lebih dari 40 penampilan dan kemudian dipinjamkan ke Leicester, Stoke, dan Man City. Setelah itu, ia menandatangani kontrak untuk Ipswich, bereuni dengan manajer Roy Keane yang juga sebelumnya membawanya ke Stadium of Light, stadion Sunderland.

Bermain di lebih dari 30 penampilan untuk Ipswich, ia kemudian pindah ke West Brom. Di West Brom ia hanya bermain sekali dalam semusim, sebelum akhirnya ia bergabung dengan Asteras pada 2012.

Melalui akun Twitter, Ipswich menulis: “Kesebelasan ini sangat sedih dengan kepergian mantan kiper kami, Márton Fülöp. Beristirahatlah dengan dalam damai, Márton. Belasungkawa kami untuk Márton, keluarganya, dan teman-temannya di waktu yang sangat sulit ini”.

Coventry juga menulis: “Semua orang di CCFC sedih mendengar dari meninggalnya mantan kiper kami, Márton Fülöp. Belasungkawa kami untuk keluarga dan teman-teman Márton.”

Pada hari meninggalnya Fülöp, Hungaria bermain melawan Norwegia di Oslo dalam pertandingan leg pertama play-off Euro 2016. Hungaria bermain memakai ban hitam di lengan para pemain mereka sebagai ungkapan belasungkawa, dan mereka berhasil menang 1-0 melalui gol dari László Kleinheisler.

Sumber: The Guardian, The Northern Echo, ESPNFC

Komentar