Kostum sebagai Pernyataan Sikap Rayo Vallecano

Berita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kostum sebagai Pernyataan Sikap Rayo Vallecano

Kostum kesebelasan sejatinya adalah identitas dan bahkan kerapkali merepresentasikan ide-ide dan tradisi kesebelasan tersebut. Jubah “perang” yang akan dipakai setiap pertandingan di berbagai kompetisi sepanjang musim akan membalut para pemain sembari menyebarkan pesan tersebut ke seluruh dunia.

Tentu kita tak akan lupa bagaimana FC Barcelona meluncurkan kostum tandang mereka pada musim 2013-2014 lalu dengan bermotifkan bendera La Senyera khas Katalunya. Meski terinspirasi dari salah satu bagain di dalam logo kesebelasan Barcelona, pesan politik yang sangat kental dalam kostum Barca saat itu menegaskan sikap klub yang tidak mau menanggalkan ikatan historis dan emosional dengan gagasan kemerdekaan Katalunya. Bahkan, kostum La Senyera ini dikabarkan mendongkrak pemasukan klub saat itu.

Jika Barcelona dengan La Senyera-nya mengekspresikan pesan mereka lewat corak dan motif, maka ada pula yang menjadikan kostum sebagai papan iklan berjalan dengan sponsor unik yang tersemat di bagian dada. Atletico Madrid pada medio 2000-an pernah meneken kontrak dengan pihak Columbia Pictures dan mempromosikan hampir setiap rilisan film baru yang dikeluarkan oleh Columbia Pictures saat itu.

Fenomena unik ini kembali terjadi lagi di Primera La Liga Spanyol. Salah satu kesebelasan dari kota Madrid meluncurkan kostum terbarunya untuk musim 2014-2015. Bukan Atletico, tapi Rayo Vallecano. Mereka mengusung tema “melawan ketidakadilan” dalam kostum tandang dan kostum ketiga mereka.

Rayo Vallecano bukan pertama kalinya mereka peduli dengan hal-hal sosial. Musim lalu mereka sempat membantu nenek-nenek yang diusir dari tempat tinggalnya. Kisah seldngkapnya bisa anda simak di sini 

Corak garis diagonal melintang di kostum mereka memang menjadi ciri khas Rayo Vallecano. Corak tersebut kini dipenuhi warna merah, oranye, kuning, hijau, biru serta ungu yang membentuk corak pelangi. Seperti kita ketahui, corak pelangi ini dipakai kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) sebagai simbol identitas mereka.

Mungkin, kita langsung berpikiran apakah Rayo Vallecano mewakili kaum LGBT tersebut?

Pihak kesebelasan Rayo, dalam laman resminya mengungkapkan bahwa mereka ingin berada di sisi kaum penderita kanker (merah), penyandang cacat (oranye), pengidap depresi (kuning), para peduli lingkungan (hijau), anti kekerasan pada anak (biru) dan anti kekerasan dalam rumah tangga (ungu).  Seluruh corak tersebut yang membentuk warna pelangi merepresentasikan perlawanan kepada diskriminasi kepada kaum LGBT (Homophobic).

Kami juga pernah menuliskan tentang kesiapan kaum LGBT dalam dunia sepakbola yang anda bisa baca di sini

Tak hanya bentuk ekspresi pesan yang tertuang di kostum mereka saja, namun mereka juga mendonasikan sebesar 7 euro dari tiap-tiap kostum yang mereka berhasil jual ke publik. Uang 7 euro tersebut akan dibagikan secara merata terhadap komunitas-komunitas yang merepresentasikan warna-warna dalam corak pelangi tersebut seperti corak hijau untuk para komunitas peduli lingkungan di dunia.
Rayo Vallecano saat meluncurkan kostum mereka (sumber: twitter resmi Rayo Vallecano)
Rayo Vallecano saat meluncurkan kostum mereka (sumber: twitter resmi Rayo Vallecano @RVMoficial)

Belum lagi, secara khusus, Rayo Vallecano meluncurkan kostum ketiga yang memiliki warna abu-abu bercorak merah muda. Pilihan warna itu memiliki pesan yang jelas betapa mereka ingin ikut peduli dengan para penderita kanker. Bahkan kabarnya kostum ini hanya akan dipakai saat berlaga melawan sang juara bertahan, FC Barcelona.

Jauh mundur ke belakang, Rayo Vallecano sebetulnya sempat merilis dukungan terhadap ketidakadilan dan diskriminasi ini dengan cara memakai tali sepatu bercorak pelangi saat bersua Athletic Bilbao pada Februari 2015 lalu.

Meski begitu, dukungan ini memang banyak menuai pro maupun kontra karena corak pelangi yang mencolok mata ini dianggap mereprestasikan kaum LGBT. Pasalnya, mereka yang pro beranggapan bahwa orientasi seksual adalah hak setiap orang, dan setiap orang tidak pernah terlahir secara sempurna. Orientasi seksual bergantung pada hormon ketika manusia itu lahir. Namun, beberapa lainnya yang berpikiran kontra sudah mesti menganggap bahwa LGBT menyalahi kodrat manusia dan bahkan menganggapnya sebagai penyakit yang menyimpang.

Orang boleh berbeda pendapat, tapi Rayo sudah menyatakan sikap. Dan sikap itu dinyatakan dengan jelas melalui kostum dan desain yang mereka rilis secara resmi.

Isu-isu sosial yang diangkat oleh kesebelasan Rayo Vallecano adalah respon cepat dari entitas sepakbola sebagai bagian dari masyarakat sosial. Kepedulian mereka ini sudah sepatutnya menjadi contoh bagi kesebelasan-kesebalasan lain bahwa tak harus menjadi kesebelasan populer untuk melaksanakan aksi-aksi keberpihakan pada isu-isu sosial, namun semua kesebelasan  berhak, bisa, boleh dan patut mengekspresikan pesan-pesan kemanusian.

Yang lebih penting, tentu, Rayo Vallecano telah berusaha untuk menjunjung apa yang mereka anggap sebagai keadilan sosial bagi seluruh rakyat sepakbola.

Gambar dan tulisan diolah dari berbagai sumber

Komentar