Presiden Napoli Anggap Wasit Membela Juventus

Berita

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Presiden Napoli Anggap Wasit Membela Juventus

Juventus berhasil menjauh dari kejaran AS Roma setelah mempermalukan Napoli di kandangnya sendiri dengan skor 3-1. Sedangkan pada laga lainnya AS Roma gagal meraih poin penuh di derby Della Capitale setelah dengan susah payah memaksakan skor imbang 2-2.

Di sisi lain presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengkambing hitamkan kekalahan timnya kepada kinerja wasit. Ini bukan menjadi hal yang baru, sebelumnya di tahun 2012, Laurentiis pernah meminta FIGC untuk memeriksa Juventus Stadium apakah ada “terowongan rahasia” untuk Conte menyelinap ke ruang ganti.

Pada saat itu Conte sedang menjalani hukuman larangan mendampingi klub selama 4 bulan. Conte terlihat duduk di belakang Plexiglas tribun VIP. Sebelum berhadapan dengan Napoli, semasa menjalani hukuman Conte sudah biasa hadir di tribun setiap kali Juventus bertanding.

Dan untuk pertandingan yang baru berakhir tadi pagi, Laurentiis mengungkapkan kekesalannya melalui akun twitter pribadinya. “Tidak dapat diterima bahwa dengan adanya enam wasit pertandingan tidak dapat melihat dua pemain yang offside. Entah itu ketidakmampuan atau tidak dilakukan dengan sengaja. Keenam wasit pertandingan di laga ini harus dicoret untuk waktu yang lama.”

Sejak era Michel Platini (1982-1987) dan Diego Armando Maradona (1984/1991) berakhir, tensi rivalitas antara Juventus dan Napoli sedikit berkurang. Persaingan antara I Bianconeri dan I Partenopei akhirnya menemui titik nadir ketika Napoli dinyatakan bangkrut pada 2004 dan harus bermain di Serie C1. Laurentiis kemudian membangun ulang klub asal Naples tersebut di tahun 2004.

“Tensi laga Juve-Napoli sedikit berkurang setelah era Platini dan Maradona berakhir. Namun, sejak 2006/07 ketika kami di Serie B, prestise partai Juve-Napoli kembali meninggi” ujar Buffon.

Perseteruan Juventus dan Napoli membara lagi pada 2006/07 ketika keduanya bermain di Serie B. Semenjak saat itu hingga kini gengsi pertarungan kedua tim kembali memanas seperti ketika era Michel Platini dan Diego Armando Maradona. Dan bisa diperkirakan perdebatan mengenai hasil pertandingan akan terus berlangsung selama kedua tim masih berada di Serie A.

Komentar