Durian Runtuh untuk Hamburg di Nordderby

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Durian Runtuh untuk Hamburg di Nordderby

Gaung Nordderby, bagaimanapun, memang kalah lantang jika dibandingkan dengan dua pertandingan terakbar di Jerman; der Klassiker yang mempertemukan FC Bayern München dengan BV Borussia Dortmund dan Revierderby, pertandingan lokal antara Dortmund dengan FC Schalke 04.

Pertandingan yang melibatkan Hamburger SV dan SV Werder Bremen itu juga bukan derby yang sebenarnya. Jika mengacu kepada definisi derby sebagai pertandingan antara dua tim yang berasal dari satu kota, maka musuh bebuyutan Hamburg jelas adalah FC St. Pauli. Dan memang begitu adanya.

Namun perbedaan kasta yang kerap kali terjadi dari musim ke musim membuat Hamburg merasa kesepian, hingga akhirnya mereka menemukan Bremen dan memiliki agenda besar yang secara harfiah berarti derby utara, merujuk kepada kedua tim yang secara geografis memang berdomisili di bagian utara negara Jerman.

Edisi pertama Nordderby musim ini adalah sebuah pertandingan yang istimewa: edisi ke-101 sepanjang sejarah. Fakta bahwa kedua tim tengah berada sangat dekat dengan dasar klasemen tak membuat pertandingan ini kehilangan atmosfernya. Malah, kondisi kedua tim yang sama-sama sangat membutuhkan kemenangan membuat kewajiban untuk berjuang sekuat tenaga naik berlipat-lipat.

Seperti Nordderby edisi pertama, pertandingan pertama selepas seratus laga ini dimenangi oleh Hamburg. Bedanya, skor pertandingan kali ini adalah 2-0, bukan 4-1 seperti pada tahun 1927. Yang membuat hasil ini lebih istimewa lagi adalah drama yang mewarnainya.

Bremen membawa bekal lima kemenangan dari enam edisi terbaru Nordderby. Namun catatan manis tersebut tidak membantu sama sekali. Dua gol bersarang di gawang Bremen semalam, dan yang membuatnya lebih pahit adalah fakta bahwa kedua gol tersebut tercipta pada menit ke-83 dan ke-93.

Untuk pertama kalinya musim ini, Hamburg berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Tambahan tiga poin yang sangat berarti besar ini juga membawa Hamburg naik dua peringkat ke posisi ke-15, meninggalkan VfB Stuttgart sang penghuni dasar klasemen sembari melangkahi Bremen dan Borussia Dortmund.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Kami menampilkan permainan sepakbola yang hebat dalam 20 sampai 25 menit pertama. Setelahnya kami agak kesulitan,” kata Rafael van der Vaart yang mengaku bahwa tiga poin tambahan adalah sesuatu yang berharga terlepas dari siapa mereka merampasnya.

“Tentu saja kemenangan 2-0 dalam sebuah derby membawa serta sebuah perasaan bahagia. Namun derby atau bukan, tiga poin ini memiliki arti yang sangat penting dan Anda dapat melihatnya dalam reaksi para fans,” tambah pemain asal Belanda tersebut.

Dalam sepakbola, selalu saja ada duka dibalik suka. Tak terkecuali semalam. “Menyakitkan rasanya kalah seperti ini. Saya rasa kami tidak memanfaatkan peluang-peluang dengan cukup baik. Kami tahu bahwa mereka rentan di barisan belakang dan kami bisa menang,” ujar Fin Bartels meratapi nasib yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekan satu timnya.

Komentar