Flavio Paixao: Pencetak Gol Andalan Lechia Gdansk, Penulis Buku

Analisis

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Flavio Paixao: Pencetak Gol Andalan Lechia Gdansk, Penulis Buku

Tidak banyak pemain asing yang meraih kesuksesan di Liga Polandia. Tetapi, penyerang berusia 36 tahun asal Portugal, Flavio Paixao, selangkah lagi menjadi salah satu legenda di Ekstraklasa. Kapten sekaligus pemain andalan Lechia Gdansk tersebut akan menjadi pemain asing pertama yang mampu mencetak 100 gol di divisi tertinggi sepakbola Polandia.

Pada usia yang terhitung tidak muda lagi, tentu mewujudkan catatan tersebut bukan hal yang mudah. Namun, pemain yang memiliki kembaran bernama Marco Paixao ini secara personal bukanlah orang yang mudah menyerah. Mengawali karier di divisi 2 Portugal dan Spanyol, menembus divisi utama baru dicapai Paixao pada usia 27 tahun, saat bergabung dengan klub Premiership Skotlandia, Hamilton Academical.

Kariernya di Skotlandia hanya bertahan selama dua musim. Paixao memutuskan pindah ke klub Liga Pro Iran, Tractor FC. Tampil sebanyak 61 kali di ajang liga bersama Tractor, Paixao mampu membuat 20 gol serta 3 asis. Catatan tersebut membuat klub Ekstraklasa, Slask Wroclaw, merekrutnya pada paruh kedua musim 2013/14.

Dalam satu musim penuhnya di Wroclaw, Paixao sukses mencetak 18 gol, jumlah yang hanya kalah dari top skor Ekstraklasa kala itu, Kamil Wilczek (20). Tiga dari total 18 golnya tersebut ditorehkan Paixao saat menekuk klub masa depannya, Lechia Gdansk, dengan skor 4-1.

Link streaming pertandingan Ekstraklasa Polandia: Cracovia vs Lechia Gdansk

Pada pertengahan musim 2015/16, Paixao memutuskan hengkang ke Gdansk bersama Lechia. 16 laga terakhir musim tersebut dihabiskan Paixao bersama Gdansk dengan catatan enam gol serta empat asis, capaian yang cukup solid untuk pemain rekrutan tengah kompetisi. Menurut Sport.pl Slask menjualnya hanya dengan harga 100.000 paun ke Lechia lantaran tidak senang dengan kelakuan Paixao.

Penyerang bernama lengkap Flavio Emanuel Lopes Paixao tersebut membuktikan diri bahwa Slask keliru. Dari 164 penampilan, Paixao berhasil mencetak 62 gol dan 14 asis untuk Lechia di Ekstraklasa. Lebih impresifnya, Paixao membantu Lechia meraih gelar Piala Polandia 2018/19, runner-up 2019/20, dan Piala Super Polandia tahun 2019.

Total, Paixao telah membukukan 70 gol untuk Lechia di semua kompetisi, atau terbaik keempat sepanjang sejarah klub. Dia hanya butuh 11 gol lagi untuk menyamai Bogdan Adamczyk (73) sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak di semua kompetisi untuk Lechia Gdansk.

Lain itu, dengan 14 gol lagi, Paixao bakal menjadi pemain luar Polandia sekaligus pemain Lechia Gdansk pertama yang masuk ke daftar Klub 100, para pemain di Ekstraklasa yang sudah membukukan 100 gol. Ernest Pol memimpin daftar tersebut dengan rekor 186 gol.

“Banyak orang yang bertanya kepada saya tentang rekor tersebut. Tetapi saya berpikir tentang masa kini. Jika saya terlalu fokus tentang 14 gol tersebut, tekanan untuk saya tidak akan terelakkan. Jadi saya hanya berpikir untuk pertandingan ke depan dan berlatih. Dengan pendekatan tersebut, gol akan datang sendiri,” sebut Paixao.

Menulis Buku

Belum genap satu minggu, Paixao baru saja meluncurkan buku autobiografinya berjudul Jak sposób myslenia i dyscyplina zmienily moje zycie – Autobiografia i motywacyjny poradnik najskuteczniejszego obcokrajowca w historii Ekstraklasy. Buku tersebut banyak bercerita tentang sisi gelap masa muda Paixao sebagai atlet dengan kegemarannya berjudi, tumpukan utang, serta kecanduan obat-obatan.

Namun, selain pengalaman kelamnya, Paixao juga menulis tentang bagaimana kedisiplinan membuat seorang atlet akan meraih kesuksesan. Dia mengambil contoh rekan satu negaranya, Cristiano Ronaldo, yang tampil konsisten selama lebih dari satu dekade. Meski pernah menjadi pecandu obat-obatan, Paixao tidak pernah mengonsumsi alkohol kecuali di acara perayaan seperti usai memenangkan Piala Polandia 2018/19 silam.

“Ada beberapa aturan yang masih saya taati dan berpengaruh penting dalam personalitas saya. Saat muda, saya melakukan hal bodoh dan buruk, yang mana juga sudah saya tulis di buku. Jika saya tidak pernah melihat laku disiplin dari ayah saya, saya akan berada di tempat berbeda dan tidak menjadi seorang seperti ini,” ungkapnya.

“Memang rumit. Sebaiknya memang tidak membuat kesalahan, tetapi itu mustahil, kita pasti melakukannya dan harus belajar darinya. Penting untuk diingat bahwa setiap orang pasti membuat keputusan buruk, tanpa terkecuali. Bedanya, bagaimana pendekatan terhadapnya dan keluar dari masalah tersebut. Dan itu bukan saja terjadi kepada atlet,” imbuh Paixao.

Raihan gol Paixao di Ekstraklasa memang meroket. Dua musim terakhir, dia sudah mencetak 29 gol dan membidani tiga gol. Sementara musim ini, eks pemain Porto B tersebut sudah membukukan tujuh gol, tertinggal lima gol dari top skor sementara, Tomas Pekhart.

Paixao berkesempatan menambah pundi-pundi golnya saat Lechia Gdansk bertandang ke markas Cracovia pada Sabtu (19/12). Lechia sudah menelan empat kekalahan beruntun dan berupaya kembali ke jalur kemenangan. Namun, tentu tidak akan mudah mengingat Cracovia sudah meraih tujuh poin dari 4 pekan terakhir. Sebagai catatan tambahan, terakhir kali Paixao mencetak gol, Lechia meraup tiga poin.

Pertandingan-pertandingan Lechia Gdansk, serta pertandingan-pertandingan Ekstraklasa, dapat Anda saksikan di Mola TV. Klik di sini untuk menyaksikan pertandingan Cracovia vs Lechia Gdansk, Sabtu (19/12) pukul 23.30 WIB.

Komentar