Prediksi Perancis vs Belgia: Menanti Respons Belgia Tanpa Meunier

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Prediksi Perancis vs Belgia: Menanti Respons Belgia Tanpa Meunier

Perancis dan Belgia sama-sama tampil impresif di fase gugur Piala Dunia 2018. Perancis mengalahkan Argentina dan Uruguay, sementara Belgia menyingkirkan Jepang dan Brasil. Perancis dan Belgia yang akan saling berhadapan pada babak semifinal, Rabu (7/11) pukul 01.00 WIB ini pun sama-sama belum kalah di Piala Dunia 2018.

Pada pertemuan antara Perancis dan Belgia tak ada lagi tim unggulan dan non-unggulan. Perancis sejak Piala Eropa 2016 sudah membuktikan kualitasnya dengan melangkah ke final. Belgia di Piala Dunia 2018 ini tampil meyakinkan dan mampu menjungkalkan juara Piala Dunia lima kali, Brasil, yang merupakan kandidat kuat juara edisi kali ini.

Kualitas antar lini Perancis dan Belgia pun seimbang. Perancis baru kebobolan empat kali, Belgia lima kali. Perancis mencetak 9 gol, Belgia 12. Artinya kedua kesebelasan kuat di pertahanan dan tajam dalam menyerang.

Walau begitu, kami prediksi Perancis punya kans lebih tinggi untuk meraih kemenangan pada laga ini. Apa sebab?

Absennya Thomas Meunier

Belgia sedang dalam momen terbaik. Generasi emas mereka menghuni setiap lini dari penjaga gawang sampai barisan depan. Tapi absennya Thomas Meunier karena akumulasi kartu kuning bisa jadi masalah besar karena Belgia tidak punya pengganti sepadan.

Meunier ditempatkan sang pelatih, Roberto Martinez, di pos sayap kanan dalam pola 3-4-3. Kemampuannya dalam menguasai area kanan pertahanan dan penyerangan ini yang cukup sulit direplika Martinez lewat pemain lain. Meunier mampu bertahan dengan baik karena posisi naturalnya adalah full-back. Tapi kemampuan menyerangnya sama baik, dengan mencetak dua asis sejauh ini. Di PSG, ia sudah mencatatkan 11 asis dan lima gol dari total 46 kali bermain.

Martinez tampaknya tidak menyiapkan Belgia bermain tanpa Meunier di Piala Dunia 2018 kali ini. Di antara tujuh pemain belakang, hanya pemain berusia 26 tahun tersebut yang berposisi natural di sayap kanan.

Tapi Martinez bukannya tanpa akal. Pada laga melawan Inggris di laga terakhir fase grup, ia mencadangkan para pemain utama, termasuk Meunier. Saat itu ia memilih Nacer Chadli yang mengisi pos Meunier. Kemungkinan pada laga melawan Perancis nanti pun Chadli yang akan mengisi pos sayap kanan.

Masalahnya Chadli tak sebaik Meunier saat ia harus bertugas sebagai pemain bertahan. Cukup wajar sebenarnya karena ia berposisi natural sebagai gelandang serang. Ditambah lagi ia lebih sering bermain sebagai sayap kiri. Di Piala Dunia 2018 ini pun ia lebih sering menggantikan Yannick Carrasco.

Meunier menjadi pemain kedua terbanyak dalam melakukan tekel di Belgia saat ini, 11 kali dari 360 menit bermain. Chadli sementara itu hanya lima kali saja melakukan tekel dari 200 menit bermain. Meunier tujuh kali berhasil menghentikan lawan, Chadli hanya dua kali. Meunier juga punya catatan enam kali blocking, sementara Chadli hanya dua kali.

Walau begitu, bisa jadi kehilangan Meunier tidak akan berarti besar karena dalam skema serangan Perancis, Perancis lebih menitik beratkan serangan di sebelah kanan, area bermain Benjamin Pavard, Paul Pogba, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe. Lain soal jika Lucas Hernandez tampil lebih eksplosif menyerang dan Thomas Lemar atau Ousmane Dembele disiapkan sebagai pemain pengganti bahkan bukan tak mungkin bermain sejak menit pertama.

Baca juga: Peran Penting Defensive Winger Perancis

Belgia mendominasi, Perancis akan semakin nyaman

Belgia merupakan salah satu kesebelasan yang dominan. Tapi soal serangan balik mereka juga tak kalah tajam. Jepang dan Brasil ditaklukkan Belgia lewat serangan balik mematikan. Serangan balik Belgia salah satu yang paling membahayakan di Piala Dunia 2018 kali ini.

Tapi melawan kesebelasan kuat macam Belgia, kemungkinan besar Perancis tidak akan terlalu berambisi untuk lebih sering menguasai bola. Jangan lupa skuat asuhan Didier Deschamps tersebut punya catatan tembakan 11 kali per laga di Piala Dunia 2018 ini, terbilang minim karena Belgia saja sampai 17 kali per laga.

Jika Perancis berhasil memancing Belgia mendominasi laga lewat penguasaan bola, mereka kemungkinan akan semakin nyaman dalam menyerang. Celah untuk Griezmann dan Mbappe akan semakin tersedia di antara garis pertahanan terakhir dengan kiper Belgia, Thibaut Courtois, lewat serangan balik.

Perlu diketahui, Perancis yang baru kebobolan empat gol belum sekalipun kebobolan lewat skema serangan balik. Perancis memang punya pendekatan strategi yang reaktif. Bahkan kecenderungan strategi yang digunakan lebih pada penekanan kekuatan pertahanan dan efektivitas serangan balik.

Baca juga: Dilema Henry: Orang Perancis di Timnas Belgia

Menaklukkan lini tengah Perancis

Untuk mencetak (banyak) gol ke gawang Perancis, Belgia patut mempelajari betul pertandingan antara Perancis saat menghadapi Argentina. Tiga dari empat gol ke gawang Hugo Lloris terjadi saat Perancis menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan.

Sementara itu, dua dari tiga gol Argentina ke gawang Perancis ada satu kemiripan dalam proses gol. Pada gol Angel Di Maria dan Sergio Aguero, Argentina memanfaatkan ruang di antara lini tengah Perancis yang biasanya diisi oleh Paul Pogba, N’Golo Kante dan Blaise Matuidi.

Pada gol Di Maria, winger Paris Saint-Germain tersebut leluasa melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Sementara pada gol Aguero, Argentina menambah pemain di kotak penalti sehingga menurunkan garis pertahanan Perancis. Saat itulah Messi yang turun ke sekitar area gelandang Perancis melepaskan umpan ke kotak penalti tanpa pengawalan.

Dalam skema 3-4-3 Belgia, Belgia begitu mengandalkan kedua sayap dalam menyerang. Di kiri terdapat Eden Hazard dan Carrasco, di kanan terdapat Meunier dan Mertens/Lukaku. Area tengah tidak terlalu diandalkan dalam menuntaskan serangan di sepertiga akhir Belgia.

Untuk mengungguli lini tengah Perancis, opsi 4-3-3 pada laga ini bisa menjadi pilihan Belgia. Apalagi jika Kevin De Bruyne kembali diplot sebagai penyerang tengah yang banyak bermain di area depan kotak penalti. Kreativitas pemain seperti Mousa Dembele, Axel Witsel atau Youri Tielemans bisa diandalkan menghadapi lini tengah Perancis.

Risikonya tentu skema ini agak terlupakan oleh Belgia yang terus bermain dengan skema 3-4-3. Walau begitu, bukan tak mungkin juga skema 4-3-3 langsung bisa dimainkan dengan baik karena para pemain Belgia sudah terbiasa dengan skema ini bahkan sejak mereka bermain untuk akademi.

Baca juga: Belgia, Indonesia, dan Kemiripan Cetak Biru

***

Perancis dan Belgia sama-sama layak melangkah ke final. Progres permainan keduanya terus menanjak sejak fase grup. Di fase gugur pun mereka mampu menaklukkan kesebelasan-kesebelasan kandidat juara.

Tapi absennya Meunier, sementara Perancis akan tampil dengan kekuatan penuh, akan menentukan hasil akhir laga ini. Perancis diuntungkan seandainya Belgia tidak mengubah skema yang ternyata membuat mereka tampil jauh lebih baik ketimbang saat diperkuat Meunier.

Komentar