Pembelian Terbaik 2016/2017: Timo Werner

Analisis

by redaksi 33738

Pembelian Terbaik 2016/2017: Timo Werner

Musim liga-liga top di Eropa bulan ini akan tutup buku. Kesebelasan-kesebelasan Eropa yang meraih sukses musim ini tak lepas dari peran pemain yang mereka rekrut pada bursa transfer. Tidak seperti pemain yang direkrut secara gratis, pembelian pemain oleh sebuah kesebelasan menjadi semacam perjudian apakah pemain yang direkrut mampu memberikan kontribusi positif atau justru menjadi beban yang merugikan.

Musim ini, ada beberapa kesebelasan di lima liga top Eropa yang merekrut pemain yang memiliki prospek dan mampu mendongkrak performa kesebelasan tersebut. Kami akan memilih pembelian terbaik tak hanya berdasarkan harga mereka, namun juga seberapa besar kontribusi mereka dan kecepatan adaptasi dengan klub barunya.

Di Liga Inggris, kami memilih N’Golo Kante sebagai pembelian terbaik musim ini. Direkrut dari Leicester City seharga 35 juta euro, banyak yang menyayangkan keputusan pemain asal Prancis tersebut hengkang dan melewatkan kesempatan bermain di Liga Champions. Namun, pemain berposisi gelandang ini menjadi sosok kunci kestabilan lini tengah Chelsea musim ini melalui kesigapannya dalam membantu pertahanan (83 intersep, 45 clearances dan 4 tembakan dihadang dilansir Squawka).

Meski ia hanya mencatatkan dua gol musim ini dari 40 penampilannya, Kante adalah alasan Chelsea bisa nyaman menguasai bola karena kedisiplinannya dalam merebut bola serta membawa Chelsea juara liga Primer musim ini. Namun, kemampuannya mesti diuji lagi karena hanya bermain di kompetisi domestik musim ini dan baru mulai berlaga di Liga Champions musim depan.

Di Liga Jerman, Timo Werner menjadi pemain yang dipilih sebagai pembelian terbaik musim ini. Bersama Emil Forsberg, Werner menjadi pemain yang menonjol di kesebelasannya musim ini, RB Leipzig, dengan torehan 21 gol dari 32 penampilannya di semua kompetisi. Ia diboyong dari Vfb Stuttgart untuk membantu Leipzig berkiprah di Bundesliga untuk pertama kalinya. Hasilnya, mereka berhasil finis di posisi runner-up di bawah Bayern Munchen mengemas 67 poin, sebuah pencapaian terbaik bagi kesebelasan yang baru berdiri 8 tahun lalu. Mereka juga akan berkiprah di Liga Champions untuk pertama kalinya (meski masih menunggu keputusan UEFA).

Striker asal Bosnia, Edin Dzeko kami pilih sebagai perekrutan terbaik di Serie A Italia. Dzeko baru resmi berstatus pemain Roma musim ini (dibeli seharga 11 juta euro), sebelumnya masih berstatus pinjaman dari Manchester City. Meski ia tak semenonjol Gonzalo Higuain yang diboyong Juventus (meraih dua gelar domestik dan berpeluang juara Liga Champions), namun Dzeko memiliki rekor individual yang lebih baik. Saat ini, ia memimpin daftar pencetak gol terbanyak Serie A musim ini dengan 28 gol. Ia juga menjadi pemain Roma pertama yang mencetak total 33 gol di semua kompetisi dalam semusim (dipastikan 1 April); mengalahkan rekor Francesco Totti pada musim 2006/07 dengan 32 gol. Ia bahkan mengalahkan Higuain dalam statistik keseluruhan dengan 38 gol dan 7 asis berbanding 32 gol dan 3 asis.

Di Liga Prancis, Dante yang direkrut OGC Nice dari VFL Wolfsburg memberikan kontribusi yang luar biasa. Dengan usianya yang sudah mencapai 33 tahun, Nice jelas berjudi besar dalam pembelian Dante seharga 2,5 juta euro ini (bagi Nice harga tersebut merupakan termahal kedua setelah pembelian Wylan Ciprien seharga lima juta euro). Namun nyatanya, mantan bek Bayern Muenchen ini menjadi palang pintu utama Nice dan Nice konsisten berada di papan atas Ligue 1. Dante bermain sebanyak 33 pertandingan di Ligue 1. Wakil kapten Nice setelah Paul Baysse ini akhirnya membawa Nice finis di urutan ketiga, lolos ke babak play-off Liga Champions. Berkat ketangguhan Dante, Nice hanya kebobolan 36 gol saja musim ini, tersedikit ketiga setelah PSG (27) dan Monaco (31).

Terakhir, di Liga Spanyol, Alvaro Morata menjadi pilihan kami sebagai pembelian terbaik di La Liga musim ini. Morata dibeli kembali oleh Madrid seharga 30 juta euro setelah menjalani dua musim bersama Juventus. Musim ini, ia telah mencetak 20 gol (tanpa penalti) dari 39 penampilannya di semua kompetisi. Meski lebih sering dimainkan sebagai pelapis Benzema, namun ia beberapa kali mencetak gol penting musim ini seperti golnya di laga perdana Liga Champions kontra Sporting Lisbon dan gol kemenangan di laga tandang Madrid kontra Villarreal di La Liga Februari lalu. Jangan lupa juga Morata turut terlibat dalam keberhasilan Madrid meraih trofi La Liga dan ke final Liga Champions musim ini.

Dari kelima pemain tersebut, semuanya memiliki keunggulan dan kontribusi menonjol di kesebelasannya masing-masing. Namun, kami akan memilih yang paling cepat beradaptasi dan kontribusinya sepanjang musim ini dan Timo Werner menjadi pembelian terbaik di musim 2016/2017 versi kami.

Prospek Werner yang bagus dan masih relatif muda menjadi alasan kami memilih pemain ini sebagai pembelian terbaik. Masih berusia 21 tahun dan membawa Leipzig menjadi runner-up Bundesliga musim ini menjadi salah satu kontribusi signifikannya. Werner juga empat kali meraih penghargaan Man of the Match di Bundesliga, terbanyak dibanding kandidat kami lainnya. Werner juga menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah Leipzig dengan harga "hanya" 10 juta euro.

Werner merupakan salah satu pemain terbaik Leipzig musim ini dengan gelontoran golnya. Meski torehan 21 golnya masih kalah dalam perolehan gol keseluruhan dari Aubameyang (31), Modeste (25) dan Lewandowski (30), namun Werner memiliki statistik pengonversian peluang yang lebih baik dengan 34.4% (Aubameyang 29.8%, Modeste 28.7%, Lewandowski 26.5%, dilansir Squawka).

Kontribusinya yang mampu mengangkat kesebelasan yang baru berdiri 8 tahun itu membuktikan dirinya memang bintang masa depan Jerman. Pelatih Jerman, Joachim Low sudah tertarik memboyong Werner ke timnas senior untuk laga persahabatan melawan Inggris Maret lalu dan bermain selama 77 menit pada laga itu. Kariernya bersama timnas sebenarnya sudah terlihat saat ia bersinar bersama timnas U-17 Jerman dengan torehan 16 gol. Timo juga akan memperkuat timnas Jerman untuk Piala Konfederasi 2017 mendatang.

Bulan April lalu, pemain yang dijuluki “Turbo Timo” karena kecepatannya ini juga mencetak rekor sebagai pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di Bundesliga. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencapai 16 gol sebelum ia berusia 21 tahun (mengalahkan rekor Jurgen Klinsmann pada musim 1985/86).

Morata dengan gol-gol pentingnya untuk Real Madrid sebenarnya layak dijadikan sebagai pembelian terbaik musim ini. Hanya saja Werner mengungguli pemain asal Spanyol tersebut pertama dari segi harga beli yang relatif murah. Werner juga lebih muda dari Morata, membuat ia memiliki banyak kesempatan untuk lebih berkembang ke depannya. Apalagi jika melihat Morata yang dikelilingi pemain-pemain kelas dunia, sementara Werner memiliki rekan setim yang mayoritas belum dikenal dunia. Karenanya, Timo Werner kami nobatkan sebagai pembelian terbaik 2016/2017.

Lalu, siapa transfer terbaik musim ini menurut kalian?

(AP)

Komentar