Menanti Kejutan Lain dari Turki

Analisis

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Menanti Kejutan Lain dari Turki

Lebih dari lima abad yang lalu sesuatu yang mengejutkan terjadi. Seorang sultan muda imperium Turki Usmani bernama Mehmed II berhasil menaklukkan sebuah kota yang dianggap mustahil bahkan hanya untuk diserang. Sultan muda yang kemudian diberi gelar Al-Fatih (Sang Penakluk) tersebut berhasil menaklukkan ibukota Kekaisaran Romawi, Konstantinopel. Kisah ini kemudian diteruskan sebagai sejarah kepada generasi selanjutnya.

Di awal milenium ini, Imperium Usmani yang kemudian bertransformasi menjadi negara Turki kembali membuat kejutan. Kesebelasan negara mereka yang baru mencicipi Piala Dunia perdana pada 2002, langsung menempati peringkat ketiga. Kesuksesan tersebut kemudian diikuti dengan keberhasilan meraih medali perunggu di Piala Konfederasi tahun 2003.

Lima tahun kemudian, skuat muda Turki yang ditinggal oleh banyak penggawa Piala Dunia 2002, kembali mengejutkan. Berada dalam grup yang sulit di Piala Eropa 2008, Turki nyatanya berhasil lolos. Termasuk kemenangan dramatis melawan Republik Cheska di pertandingan terakhir fase grup. Mereka terus melaju. Sayang langkah mereka dihentikan oleh Jerman di partai semifinal.

Sudah sewindu sejak keberhasilan mereka di Piala Eropa yang diadakan di Austria dan Swiss tersebut. Turki menyosong Piala Eropa 2016 dengan ekspektasi dan semangat yang luar biasa. Mereka kembali mengejutkan dengan berhasil lolos dari fase kualifikasi padahal sebelumnya mereka bukanlah tim yang diunggulkan. Bahkan kepastian Arda Turan dan kawan-kawan untuk bermain di Piala Eropa harus ditentukan di hari terakhir. Turki kemudian lolos ke Prancis sebagai peringkat tiga terbaik fase kualifikasi.

Masih ditangani oleh pelatih yang sama ketika mereka bermain di Piala Eropa 2008, yaitu Fatih Terim, skuat Turki kali ini dilimpahi oleh gelandang-gelandang hebat. Bahkan sektor tersebut adalah sisi paling kuat Turki dalam turnamen kali ini.

Selain Arda Turan yang menjadi pemain paling berpengaruh, Turki juga memiliki pemain yang tengah bersinar seperti Hakan Calhanoglu dan Oguzhan Oyzakup. Kedua pemain ini memiliki kecepatan dan kreativitas yang sangat baik. Turki juga dilengkapi oleh gelandang-gelandang kuat seperti Selcuk Inan serta Mehmet Topal. Jangan lupakan juga pemain Borussia Dortmund, Nuri Sahin. Komposisi tersebut juga diperbanyak oleh kehadiran pemain muda berbakat seperti Ozan Tufan dan Emre Mor. Bahkan istilahnya, Turki bisa saja memainkan 10 gelandang sekaligus ketika menjalani suatu pertandingan.

Namun lubang besar ada di lini pertahanan. Fatih Terim tidak membawa banyak pemain di posisi bek tengah dalam turnamen kali ini. Secara mengejutkan mantan pelatih AC Milan tersebut tidak mendaftarkan nama Omer Toprak dalam 23 pemain yang akan berlaga di Piala Eropa kali ini. Dalam beberapa laga uji tanding terakhir menunjukkan bahwa Terim lebih suka memasang Mehmet Topal,yang idealnya bermain sebagai gelandang, pada posisi bek tengah.

Barisan penyerang juga bisa dibilang sedang dalam kondisi yang tidak bagus. Penyerang utama sekaligus pencetak gol terbanyak tim di fase kualifikasi, Burak Yilmaz, sedang menurun kualitas permainannya. Sementara itu, meskipun punya prospek cerah, Cenk Tosun dan Yunus Malli masih belum berpengalaman bermain di turnamen besar.

Pemain Kunci : Hakan Calhanoglu

Free Kick Sorcerer, begitulah Hakan Calhanoglu dijuluki di Bundesliga. Pemain berusia 22 tahun ini memiliki kemampuan mengeksekusi situasi bola mati yang luar biasa. Terinspirasi oleh Cristiano Ronaldo dan Juninho Pernambucano, Calhanoglu sudah mencetak lusinan gol melalui tendangan bebas di Bundesliga. Yang paling sensasional tentunya ketika ia mencetak gol melalui tendang bebas dari jarak 45 meter ke gawang Dortmund pada 20 Febuari 2014.

Perayaan gol Hakan Calhanoglu ketik Turki berhadapan dengan Austria di partai uji tanding. Akan kah ia bersinar di Piala Eropa?

Lahir di Jerman, terus bermain di sana bahkan menjadi bintang bagi tim nya saat ini Bayer Leverkusen, Hakan menanggung harapan besar. Sejak “kecolongan” Jerman terkait Mesut Ozil, Turki terus mengamankan bakat-bakat mereka yang lahir di luar negeri. Dan Calhanoglu adalah salah satunya. Keinginannya untuk menyamai pencapaian Ozil untuk urusan tim nasional, membuat Calhanoglu menjadi pemain favorit publik Turki saat ini.

Karena harus rela memberikan posisi favoritnya “pemain no. 10” kepada kapten tim, Arda Turan, Calhanoglu bermain lebih melebar di timnas Turki. Meskipun demikian, paket trio gelandang serang Turki bermain lebih cair. Baik Calhanoglu, Arda, maupun Ozyakup sewaktu-waktu bisa bertukar posisi. Sebuah daya ledak luar biasa dari lini kedua. Peran Calhanoglu juga semakin vital karena ia adalah eksekutor bola mati utama bagi tim, baik tendangan bebas ataupun sepak pojok. Banyak yang menilai bahwa Piala Eropa 2016 akan menjadi panggung Calhanoglu untuk unjuk kemampuan.

Partai Penting : vs Spanyol

Tanpa meminggirkan kekuatan dari tim peserta lain di Grup D, pertandingan melawan Spanyol menjadi sangat krusial bagi Turki ketimbang laga mereka melawan kontestan lain penghuni Grup D, yaitu Kroasia dan Republik Cheska. Kualitas sebenarnya dari Turki akan diuji ketika mereka berhadapan dengan Andres Iniesta dan kawan-kawan. Mampu mengatasi tim juara bertahan tentu akan membuat tambahan kepercayaan diri bagi Turki untuk melaju ke fase selanjutnya.

***

Menjadi tim yang menarik perhatian sejak tahun 2002, penampilan Turki di turnamen besar adalah sesuatu yang dinantikan oleh para penikmat sepakbola di seluruh penjuru dunia. Sudah membuat kejutan bahkan sejak fase kualifikasi, apakah Turki akan kembali membuat kejutan di Piala Eropa kali ini? Sejauh mana Turki akan melangkah?

foto : dailymail

Komentar