Tiga Hal Positif dari Performa Manchester City atas Crystal Palace

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tiga Hal Positif dari Performa Manchester City atas Crystal Palace

Manchester City sukses memetik kemenangan di pekan ke 22 Liga Primer Inggris melawan Crystal Palace kemarin (16/1). Empat gol kemenangan Manchester City dicetak oleh Fabian Delph pada menit 22, Sergio Aguero 41’ dan 69’, serta David Silva enam menit menjelang bubar.

Sepanjang pertandingan City tampil tanpa celah, sementara Palace tidak bermain lepas. Kekalahan lawan Aston Villa tampaknya masih membayangi anak asuhan Alan Pardew ini. Kami pun mencatat beberapa poin penting yang pantas disoroti dari kemenangan ke sembilan City di kandang musim ini.

Rotasi Membuat Serangan City Berimbang

Hasil imbang di laga melawan Everton membuat Manuel Pellegrini berpikir lebih keras menjelang laga melawan Crustal Palace. Dominasi serangan di satu sisi tak ingin diulanginya, mengingat Palace memiliki lini belakang yang cukup kuat.

Rotasi pemain pun dilakukan manajer asal Chile ini. Lima pemain yang tidak tampil melawan Everton dipasang di laga ini, di antaranya Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov, Fabian Delph, David Silva, dan Kelechi Iheanacho. Hasilnya pun lebih baik, serangan City lebih merata ketimbang laga melawan Everton.

Selain itu, kelebihan Sergio Aguero dalam melakukan akselerasi membuatnya bermain sedikit melebar, sementara tandemnya di lini depan, Iheanacho mendapat tugas menjadi striker utama. De Bruyne dan Silva ditugaskan menusuk dari lini kedua.

Perubahan taktik tersebut membuat semua sisi lapangan dapat dimanfaatkan oleh City. Perubahan tersebut didukung data Whoscored, yang mana sisi tengah dan kiri menyumbang 35% dari serangan City di laga ini. Man City menyerang sisi kanan dan kiri sama baiknya.

Empat Gol yang Dicetak City Bukti Bahayanya Serangan Mereka

Manchester City memang bukan Leicester City yang mencetak banyak gol lewat serangan balik. Selain itu mereka juga bukan Tottenham yang handal mencetak gol lewat situasi set piece. Namun empat gol yang dicetak City membuktikan bahwa mereka dapat memanfaatkan situasi terbuka apapun untuk mencetak gol.

Gol Fabian Delph menjadi contoh pertama. Menerima umpan pendek dari David Silva, Fabian Delph menggiring bola dalam jarak yang tidak terlalu jauh, melihat Wayne Hennesey yang berada di tengah gawang, Delph memutuskan menembak dalam jarak 28 meter ke arah tiang dekat dan berhasil membuat City merubah skor menjadi 1-0.

Gol kedua dan ketiga berakar dari satu skema yang hampir sama; permainan satu-dua. City membuktikan diri sebagai tim kedua yang banyak melepaskan umpan pendek di Liga Primer Inggris musim ini, dengan mencetak dua gol lewat umpan pendek. Gol Aguero dicetak setelah pemain City memainkan umpan pendek di sisi kiri pertahanan Palace, yang diakhiri dengan umpan Iheanacho ke Aguero. Lewat sebuah tendangan keras, bola Aguero berhasil masuk ke sisi kanan gawang Hennesey.

Gol ketiga yang dicetak Aguero lebih menarik lagi. Sebelum disepak Aguero ke gawang Hennesey, bola terlebih dahulu dimainkan oleh empat pemain City. Sementara gol keempat membuktikan bahwa City juga termasuk tim yang berbahaya jika memiliki kesempatan melakukan serangan balik.

Lewat sebuah sapuan yang dilakukan oleh Nicolas Otamendi di depan kotak penalti City, Aguero yang berhasil mengecoh Joel Ward, membawa bola hingga kotak penalti Palace, sebelum  memberikan umpan ke David Silva yang tanpa penjagaan di depan gawang.

Penegasan penguasaan bola City memang istimewa

Kemenangan kemarin memang bukan kemenangan biasa bagi City. Pasalnya, kemenangan kemarin merupakan kemenangan dengan margin empat gol ketiga di musim ini, meskipun demikian, kemenangan dengan margin empat gol City terakhir terjadi di pekan kesembilan saat melawan Bournemouth yang berakhir dengan skor 5-1.

Selain dari catatan gol-nya, kemenangan City juga ditandai dengan empat gol yang dicetak melalui permainan terbuka. Empat gol tersebut membuat City berhasil  menambah catatan 34 gol dari situasi permainan terbuka, yang membuat mereka menjadi tim terbanyak mencetak gol dari situasi tersebut.

Sementara itu, permainan bola-bola pendek yang City tunjukkan di laga tersebut, juga semakin menegaskan bahwa mereka pantas menjadi tim kedua yang paling banyak melakukan penguasaan bola lewat permainan bola-bola pendek di musim ini dengan 490 umpan pendek per pertandingan.

***

Kemenangan di laga ini bukan sekadar kemenangan bagi City, tapi semakin menegaskan bahwa City memang layak menjadi kandidat juara karena performa yang mereka tunjukkan memang istimewa.

Komentar