Premier League bukan Segalanya

Advetorial

by Evans Edgar Simon

Evans Edgar Simon

Death. Glory. Rock n Roll. Kontributor Pandit Football Indonesia.

Premier League bukan Segalanya

Jika seorang suporter sepakbola mengaku mencintai sebuah klub karena terpilih, begitu juga urusannya dengan kompetisi. Setiap liga memiliki kelebihan masing-masing, yang menjadikannya sebagai terbaik dengan karakteristiknya sendiri.

Tidak salah memang jika Premier League menampuk diri sebagai liga terbaik di dunia. Setidaknya, hal itu dapat dilihat dari kacamata produksi. Mereka tidak hanya menawarkan siaran pertandingan, melainkan juga paket yang berisi pelbagai program sebagai suplemen.

Program suplemen yang tersedia variatif. Mulai dari pembahasan pra dan pasca laga, diskusi taktik, wawancara, kompilasi momen terbaik, hingga laga-laga lawas.

Para pemegang hak siar (terdapat 39 pemegang hak siar Premier League di seluruh dunia, plus satu untuk penayangan di pesawat terbang dan kapal per 14 Juni 2019) dapat turut menayangkan program-program tersebut kepada para penonton. Sehingga, pertandingan dapat `terus` berlanjut, bahkan berhari-hari setelah wasit meniup peluit panjang terakhir.

Hampir tidak ada liga yang mampu menyamai kelengkapan produksi Premier League. Ditambah klub-klub ternama, pemain-pemain bintang, serta hasil-hasil mengejutkan, jadilah Premier League sebagai liga terpopuler di dunia.

Tapi Premier League juga bukan satu-satunya Liga yang menarik untuk disaksikan. Sepakbola dunia memiliki liga-liga lainnya yang juga menarik untuk disaksikan. Setiap liga memiliki daya tariknya tersendiri sehingga memberikan alasan untuk disaksikan.

Suka atau tidak, kita harus mengakui keberhasilan Liverpool menjadi favorit terkuat musim 2019/20 jelas merupakan kejutan besar. Ditambah lagi, mereka tak terkalahkan dalam 25 pertandingan. Itu merupakan daya tarik besar Premier League musim ini; performa Liverpool adalah yang terbaik di antara seluruh klub Eropa.

Namun, skuat asuhan Juergen Klopp sudah unggul terlalu jauh dari para pesaingnya. Mereka unggul 22 poin atas Manchester City (51 poin) yang menempati peringkat kedua pada pekan ke-25. Selisih tersebut bahkan lebih banyak dari jumlah poin yang dikumpulkan juru kunci, Norwich City (18 poin).

Situasi ini jauh berbeda dengan Serie A dan Bundesliga. Perebutan titel juara keduanya berlangsung ketat. Kemungkinan patahnya dominasi klub pemegang status quo juga cukup besar.

Juventus (54 poin dari 22 pertandingan), yang telah menjuarai Serie A delapan musim berturut-turut, mendapatkan perlawanan sengit dari Inter Milan (51 poin) dan Lazio (49 poin, tabungan satu pertandingan).

Hal serupa terjadi di Bundesliga. Terdapat empat tim yang berpotensi kuat menjadi juara: FC Bayern, RasenBallsport Leipzig, Borussia Dortmund, dan Borussia Moenchegladbach. Antara pemuncak klasemen, Bayern, dengan Gladbach yang berada di peringkat keempat hanya terpaut tiga poin.

Bagaimana dengan La Liga? Seperti yang sering terjadi, ini adalah two horse race antara Real Madrid dan Barcelona. Namun, kita tidak dapat memandang Getafe dengan sebelah mata. Klub yang tiga musim lalu bermain di Segunda dan belum pernah menjuarai trofi utama sepanjang sejarah itu mampu bersaing di papan atas klasemen. Mereka berpeluang besar lolos ke Liga Champions musim depan.

Adapun, dua nama besar lain, Valencia dan Atletico Madrid, terancam gagal mengamankan posisi di empat besar musim ini.

Jelang Piala Eropa 2020, melihat aksi-aksi individu para pemain turut menjadi perhatian tersendiri. Sejauh ini, top skor di antara lima top Eropa adalah Ciro Immobile. Ia mencetak 25 gol dalam 21 laga Serie A.

Pemain berusia 29 tahun tersebut ditempel oleh duo penyerang Bundesliga, Robert Lewandowski (FC Bayern) dan Timo Werner (RB Leipzig). Mereka telah mencetak 22 gol dan 20 gol bagi tim masing-masing.

Bagi penggemar sepakbola yang juga pecinta permainan fantasy football, cukup sulit untuk bisa unjuk gigi di liga selain Premier League. Sekalipun ada, liga-liga tersebut terpisah satu sama lain.

Mobile Premier League menyediakan permainan yang dapat membuat pecinta sepakbola memainkan berbagai macam kompetisi sepakbola Eropa dalam satu aplikasi. Mobile Premier League menghadirkan keseruan bersaing dengan pecinta sepakbola lintas liga. Selain itu, kalian juga dapat saling adu pengetahuan tentang kompetisi-kompetisi non-liga, seperti Piala FA, Copa del Rey, Coppa Italia, dan masih banyak lagi.

Permainan ini bisa menjadi ajang pembuktian seorang fans sepakbola untuk menunjukan pengetahuannya soal sepakbola dunia. Selain itu, memainkan Mobile Premier League juga memberikan kesempatan untuk menukarkan langsung diamond yang dimiliki dengan saldo Gopay.

Link Download Mobile Premier League

Baca juga:

Sejarah Fantasy Sport Sampai Bisa Masuk ke Indonesia

Komentar