Faktor-Faktor yang Membuat AS Roma Percaya Diri Kalahkan Real Madrid

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Faktor-Faktor yang Membuat AS Roma Percaya Diri Kalahkan Real Madrid

Real Madrid seperti memiliki kutukan ketika berhadapan dengan kesebelasan asal Italia. Luciano Spalletti, Pelatih Roma, pun berharap jika kutukan itu masih berlaku saat menjamu Madrid pada ajang 16 besar Liga Champions 2015/2016 di Stadion Olimpico, Kamis (18/2) dini hari.

Kutukan itu menjadi alasan untuk optimisme Roma pada laga nanti. Madrid baru menang lima kali menghadapi kesebelasan Italia khusus fase gugur sejak 1989, baik itu di Piala Eropa, Piala UEFA, atau Liga Champions.

AC Milan menjadi kesebelasan Italia yang paling menjadi mimpi buruk Real Madrid. Mereka dikalahkan Milan dengan skor 5-0 pada laga 16 besar Piala Eropa 1989/1990. Sementara itu Madrid pernah juga disingkirkan Torino dari empat besar Piala UEFA 1991/1992 dengan agregat 4-1.  Madrid juga baru disingkirkan Juventus pada empat besar Liga Champions musim lalu. Juventus berhak melaju ke final setelah menang agregat 3-2.

Untuk pertemuan dengan Roma yang akan datang, Madrid juga punya pengalaman pahit. Mereka pernah disingkirkan Roma pada 16 besar Liga Champions 2007/2008. Roma memenangkan laga kandang dan tandang, dengan keunggulan agregat 4-2. Bahkan Madrid disingkirkan oleh Roma yang waktu itu masih dibesut Luciano Spalletti.

Maka dari itu Seydou Keita, gelandang Roma, punya kepercayaan diri tinggi pada laga nanti. Menurutnya, menghadapi Madrid memang punya tantangan khusus, tapi ia berharap pengalaman indahnya ketika masih memperkuat Barcelona bisa tertular pada laga nanti. Apalagi Keita percaya diri dengan kepimipinan Spalletti yang kembali melatih Roma. Pelatih yang menggantikan Rudi Garcia itu dianggap berhasil membuat ruang ganti Roma lebih baik dan kembali kepada jalur kemenangan.

"Mereka (Madrid) adalah tim yang sangat kuat, tapi bukan berarti mereka tidak terkalahkan. Penting bagi kami untuk yakin ketika berada di lapangan. Kami harus punya keyakinan bahwa kami bisa menang," ujar Keita seperti dikutip Gazzetta World.

Baca juga: Tak Akan Mudah Bagi Kroos Tinggalkan Real Madrid.

James Pallotta, Presiden Roma, pun percaya kepada pilihannya ketika menunjuk Spalletti kembali, untuk menukangi Francesco Totti dkk. Pallotta juga merasakan kemajuan yang signifikan sejak Roma dilatih kembali oleh Spalletti.

Mantan Pelatih Zenit St. Petersburg itu dianggap telah meningkatkan kualitas Roma. Pallotta mengaku takjub akan kerja keras Spalletti dan asistennya, Kerja keras yang belum pernah ia lihat dari pelatih-pelatih Roma sebelumnya. Maka, Pallotta tidak menyesal telah memilihnya, kendati sempat menghubungi beberapa pelatih hebat untuk menukangi klub miliknya itu.

"Semua orang menegaskan kepada saya bahwa mereka salah satu ahli strategi terbaik. Dan saya saya akan memberi dukungan pada mereka untuk melakukan hal-hal besar dengan Roma," ujar Pallotta.

Pallotta ingin klubnya fokus pada laga melawan Madrid nanti. Dirinya mempercayakan sepenuhnya kepada Spalletti agar bisa mengulang pertemuan mereka di Liga Champions 2007/2008. Apalagi Pallota jauh lebih percaya diri karena Spalletti lebih dilengkapi dengan skuat yang dinilai lebih sukses saat ini.

Selain itu, skuat Roma dikabarkan sedang mencapai kebugarannya. Dikabarkan jika Totti dan Daniele De Rossi pun didaftarkan ke dalam skuat yang akan menghadapi Madrid. Maka dari itu kapten dan wakil kapten Roma tersebut tidak diturunkan ketika mengalahkan Carpi pada laga Serie-A 2015/2016 pekan lalu.

Sementara Madrid tidak bisa menurunkan Gareth Bale dan Pepe karena cedera. Akan tetapi Marcelo dikabarkan baru pulih dari cedera, namun masih belum pasti akan diturunkan pada laga nanti. Tapi yang jelas, Zinedine Zidane, Pelatih Madrid, sempat menegaskan jika skuatnya siap menghadapi Roma.

Komentar