Tanggal Favorit Final Liga Champions

Backpass

by Agung Putranto Wibowo

Agung Putranto Wibowo

a freelance journo. full-time researcher. bachelor of law

Tanggal Favorit Final Liga Champions

Banyak momen penting terjadi pada 28 Mei. Dalam sepakbola, 28 Mei punya makna tersendiri karena pada tanggal inilah final Liga Champions UEFA paling sering diselenggarakan. Sejak turnamen ini digelar pertama kali pada 1955 (saat itu masih bernama European Cup), telah digelar lebih dari 60 partai final. Total sudah ada delapan final Liga Champions yang diselenggarakan pada 28 Mei. Fakta itu menjadikan 28 Mei sebagai tanggal favorit final Liga Champions. Sebagai perbandingan, minggu kedua bulan Mei seperti tanggal 15 Mei juga sering dipilih panitia. Hanya saja, tidak sesering tanggal 28.

Final Liga Champions pertama yang digelar pada 28 Mei terjadi pada 1958. Saat itu Real Madrid, yang juara di dua edisi sebelumnya, ditantang wakil asal Italia, AC Milan. Rossoneri unggul lebih dahulu pada menit ke-59, lewat gol yang dicetak Juan Alberto Schiaffino. Namun Alfredo Di Stefano dan kawan-kawan terlalu kuat bagi AC Milan. Real Madrid memenangi laga itu dengan skor akhir 3-2.

Uniknya, final kedua yang dimainkan pada 28 Mei adalah hari ketika AC Milan juara Liga Champions. Sementara pada 28 Mei 1958 Milan kalah, pada 28 Mei 1969 Milan menang atas Ajax dengan skor telak 4-1. Torehan itu makin istimewa karena Milan menjadi juara di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid.

Panitia kembali memilih 28 Mei sebagai hari penyelenggaraan partai final Liga Champions di tahun 1975. Pada edisi itu Bayern München dari Jerman keluar sebagai juara setelah menaklukkan wakil Inggris Leeds United. Kekalahan Leeds menjadi tamparan terhadap wajah sepakbola Inggris karena sejak European Cup digelar pada 1955, baru ada satu wakil Inggris yang juara.

Rivalitas antara wakil Jerman dan wakil Inggris kembali tersaji pada partai final yang diselenggarakan 28 Mei 1980. Bedanya, pada kesempatan ini wakil Inggris yang keluar sebagai pemenang. Nottingham Forest menyelamatkan wajah sepakbola Inggris dengan menaklukkan Hamburger SV 1-0.

Final Liga Champions pada 1997 dan 2003 juga berlangsung pada tanggal 28 Mei. Bagi para pendukung Juventus, hari itu tidak akan dilupakan. Pasalnya, “Si Nyonya Tua” selalu kalah di final itu. Pada final 1997 mereka dikalahkan Borussia Dortmund. Pada final 2003 Juventus kalah dari Milan di Old Trafford, kandang Manchester United.

Juventus baru bisa melangkah lagi ke final pada 2015. Penantian 12 tahun itu seakan percuma karena mereka kalah 3-1 dari Barcelona. Dalam 12 tahun penantian itu, ada sosok yang setia menanti bersama Juventus. Dia adalah Gianluigi Buffon, yang akhirnya pergi dari Turin tanpa pernah merengkuh Si Kuping Besar.

Sewindu berselang, giliran Manchester United yang tampil di partai final. Pada 28 Mei 2011, Wayne Rooney dan kawan-kawan kembali menghadapi Barcelona. Laga itu seharusnya jadi pembalasan dendam United atas kekalahan dua gol tanpa balas dari Barcelona di Roma pada 27 Mei 2009. Alih-alih menjadi juara, pasukan Sir Alex Ferguson kembali menjadi runner-up setelah takluk 3-1. Musim itu jadi yang terakhir Setan Merah berlaga di partai final Liga Champions. Selang dua musim, Ferguson menyatakan pensiun dari sepakbola.

Keberhasilan Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid untuk kedua kalinya di final Liga Champions juga terjadi pada 28 Mei—tahun 2016. Hari itu seolah menjadi penanda dominasi Real Madrid di Eropa. Pasalnya, dua gelar beruntun diraih Los Blancos setelah 28 Mei 2016, dengan mengalahkan Juventus pada 2017 dan Liverpool pada 2018. Hal itu memecahkan mitos yang menyatakan bahwa belum ada kesebelasan yang menjadi kampiun di Eropa berturut-turut sejak format Liga Champions diubah pada 1992.

Komentar