Kutipan-Kutipan Sepakbola Terbaik Selama 2016

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kutipan-Kutipan Sepakbola Terbaik Selama 2016

Kutipan adalah sebuah rekaman. Layaknya foto, ia menjadi sebuah bukti rekaman akan sebuah peristiwa, dan bagaimana sebuah kejadian menjadi sesuatu yang bisa diceritakan kepada generasi selanjutnya yang tak mengalami kejadian tersebut.

Tak terasa, 2016 akan segera berlalu. Segala hal yang sudah terjadi di dalamnya akan menjadi kenangan, baik itu kenangan yang indah maupun kenangan yang mengenaskan. Agar kenangan itu tetap abadi, kami akan merangkumkan beberapa kenangan tersebut dalam kutipan terbaik yang pernah dikeluarkan pada 2016 silam. Kutipan tersebut berasal dari beberapa orang, baik itu pelatih maupun pemain yang mengalami kejadian yang monumental pada 2016 silam.

Berikut adalah kutipan-kutipan terbaik yang pernah dikeluarkan ketika 2016.

"Saya harus mempelajari keindahan puisi untuk menjelaskan betapa pentingnya ia bagi tim," (komentar Slaven Bilic atas permainan indah Dimitri Payet, Februari 2016)

"Ungkapan terbaik yang bisa mendeskripsikan kemenangan kami kali ini adalah: Boom!" (komentar Klopp usai kemenangan Liverpool atas Manchester City pada Maret 2015)

"Ayolah kawan, sekarang kami sedang bermain di Liga Champions, Dilly ding, Dilly dong. Ayolah, Anda bicara bla bla bla tapi kami akan bermain di Liga Champions. Benar-benar fantastis buat kami," (komentar Ranieri perihal Leicester yang akan main di Liga Champions 2016/2017)

"Setelah kalah dari Wales, saya bersama dengan beberapa pemain berkumpul di kamar hotel saya, berbincang sampai jam sembilan malam, dan akhirnya menyimpulkan "Kita hanyalah seonggok sampah di sini," (komentar Leonid Slutsky mengenai timnas Rusia pada Piala Eropa 2016)

"Itulah sepakbola. Terkadang Anda menjadi anjing, terkadang pula Anda menjadi pohon yang digonggongi oleh anjing," (komentar Mario Götze perihal penampilannya di Piala Eropa 2016)

"Jika Tuhan memang benar-benar ada dan suatu hari saya menemui-Nya dan Ia bertanya, "Apa yang sudah kau lakukan dalam hidup?", lalu satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah "Saya mencoba untuk memenangkan sebuah pertandingan sepak bola," Saya yakin Ia akan bertanya "Apakah hanya itu saja yang kau lakukan?", lalu saya pun akan menjawab "Itu tidak semudah kelihatannya,"" (komentar Wenger terhadap Tuhan dalam 20 tahun masa baktinya untuk Arsenal)

"Saya merasa senang ketika suporter kami tetap tinggal di stadion sampai pertandingan berakhir. Biasanya, 10 menit sebelum pertandingan berakhir mereka akan pulang," (komentar Pep terhadap suporter Manchester City, Desember 2016)

"Ketika rambut Anda dijambak, maka saya kira Anda akan mengeluarkan sebuah reaksi yang spontan. Kecuali jika Anda seorang masokis, mungkin Anda akan menikmati siksaan tersebut," (komentar Van Gaal terhadap sikutan Fellaini kepada Robert Huth)

"Tidak mungkin, tidak mungkin saya melakukannya (mengubah gaya bermain). Atas dasar apa saya harus berkorban untuk melakukan hal itu? Meski saya kalah dengan pemainan saya ini (possession football), saya akan tetap menggunakannya. Saya menang beberapa kali sebagai pelatih dan pemain dengan gaya ini. Dengan gaya bermain ini pulalah tim saya mencetak banyak gol dan kebobolan sedikit gol saja," (komentar Pep Guardiola tentang gaya possession football)

"Saya sangat menghormati mereka (Manchester City). Tapi saya tak pergi ke markas mereka musim ini atau musim lalu untuk menyaksikan pertandingan. Mungkin ia (Pep) ingin menyaksikan permainan sepak bola yang bagus. Atau mungkin Pep tidak melihat apa-apa malam ini?" (komentar Klopp terhadap kehadiran Pep di Anfield, Desember 2016)

"Ia menunjukkan bahwa ia benar-benar bekerja keras untuk menyoroti penampilan pemain, maka kenapa kita tidak biarkan saja ia bicara banyak tentang pemain di TV? Beritahukan padanya saya tidak memiliki Twitter. Jika ia ingin bicara dengan saya, jangan di Twitter," (komentar Klopp terhadap Neville yang mengkritik Loris Karius, Desember 2016)

"Terakhir kali saya mengangkat sesuatu? Seingat saya ketika saya mengangkat satu kerak minuman Red Bull beberapa hari yang lalu," (komentar Vardy saat Leicester City meraih gelar juara Liga Primer)

"Saya adalah orang yang senang bekerja. Yang saya tahu hanya satu kata, kerja, kerja, dan kerja!" (Conte dalam konferensi pers pertamanya sebagai manajer Chelsea)

Berikut adalah bonus kutipan dari kami. Kutipan ini diucapkan ketika timnas Indonesia mengikuti ajang Piala AFF 2016, dan Indonesia keluar sebagai runner-up dalam ajang tersebut.

Gambar Fitur: Mayda Ersa Pratama

Komentar