Menanti Generasi Baru Liverpool Bersama Jürgen Klopp

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Menanti Generasi Baru Liverpool Bersama Jürgen Klopp

Liverpool akhir-akhir ini menjadi kesebelasan yang menarik untuk disaksikan. Berkat polesan Juergen Klopp, Liverpool kini bermain lebih atraktif. Bahkan yang terbaru, kesebelasan berjuluk The Reds tersebut berhasil menang dramatis dengan skor 5-4 saat menghadapi Norwich City.

Klopp tentunya merupakan faktor utama di balik perubahan yang terjadi dalam tubuh Liverpool. Tapi selain strategi dan taktik yang ia terapkan di lapangan, ternyata ada hal lain yang pelatih asal Jerman tersebut tularkan pada pemainnya, yaitu memiliki passion yang tinggi terhadap sepakbola.

“Jika Anda menyaksikan karakter Juergen, bagaimana sikapnya menjelang pertandingan, di rapat setiap pertandingan menghadapi lawan manapun, dengan passion yang ia miliki ia berkata ‘dengarkan, ini yang harus kita lakukan dan ini yang bisa kita lakukan’… ia kemudian menceritakan dengan jelas dan menurut saya ini sangat berpengaruh,” ujar Pepijn Lijnders, Pelatih Liverpool U-16.

Lebih dari itu, menurut Pepijn, Klopp sebenarnya tengah membuat Liverpool untuk menjadi kesebelasan yang lebih struktur. Dengan membuat Liverpool menjadi lebih terstruktur, maka passion yang hendak Klopp tularkan akan menjadi hal yang baik bagi tim.

“Passion tak akan berarti apa-apa jika tim Anda tidak terstruktur. Jika Anda merupakan seorang yang penuh passion tapi tim Anda tidak terstruktur dengan baik, maka setiap sesi latihan yang pernah dilakukan akan menjadi sia-sia di mana hal tersebut harusnya menyempurnakan permainan,” ujar pelatih yang akrab disapa Pep ini pada sebuah wawancara bersama LFC TV.

Struktur yang dimaksud Pep sendiri sudah terlihat di mana Klopp hendak membangun fondasi klub dari dasar. Karenanya tak hanya skuat utama yang mendapatkan perlakuan khusus, akademi Liverpool pun tak luput dari perhatiannya meski ia berstatus pelatih tim utama.

Pep menjelaskan Klopp selalu menghadiri latihan akademi Liverpool di mana hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana para pemain akademi berkembang. Setelah itu, mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut akan memilih pemain muda terbaik untuk ikut berlatih dengan skuat utama Liverpool.

Sebagai pelatih usia muda yang berpengalaman, Pep menyebutkan hal tersebut sangat bagus untuk pemain muda. Dengan lebih sering bermain dengan para pemain utama, para pemain muda tersebut akan terstimulus serta cepat berkembang hingga level tertinggi.

“Ia sering hadir [ke tempat latihan akademi], dan kemudian mengadakan seleksi besar-besaran pada kelompok umur 14 hingga 21 tahun. Para pemain terbaik akan dibawa ke Melwood (tempat latihan skuat senior Liverpool),” tukas pelatih usia muda yang pernah menjadi pelatih usia muda di FC Porto dan PSV Eindhoven ini. “Mereka nantinya bisa terstimulasi, terpengaruh bahkan termanipulasi, untuk bermain sesuai standar tim utama.”

Klopp saat menghadiri latihan Liverpool U18 di Liverpool FC Academy (Via: mirror.co.uk)
Klopp saat menghadiri latihan Liverpool U18 di Liverpool FC Academy (Via: mirror.co.uk)

"Kami memiliki pemain berusia 16 tahun yang setiap minggunya berlatih dengan skuat utama. Ia bermain bersama Philippe [Coutinho] dan Adam [Lallana]. Keduanya tentu akan menampilkan intuisi bermain di level yang tertinggi, bagaimana keluar dari situasi sulit, bagaimana pergerakan bola atau tanpa bola… pemain muda membutuhkan model bermain,” tambahnya.

Menurut Pep, metode seperti ini terbilang unik. Biasanya, seorang pelatih akan menjadikan seorang pemain senior atau pemain di atas 30 tahun sebagai mentor pemain muda karena memiliki banyak pengalaman jam terbang bermain. Namun Klopp justru memilih pemain-pemain muda seperti Lallana atau Coutinho untuk menjadi model para pemain akademi.

Namun ternyata hal ini dilakukan agar para pemain muda tersebut bisa mencapai level tertingginya sebelum mereka mencapai usia matang seperti Coutinho atau Lallana. Nantinya ketika ia kembali ke akademi, pemain muda yang ikut berlatih dengan skuat utama harus juga bisa membimbing para pemain yang lebih muda di akademi.

“Kami berpikir untuk menciptakan model bagi pemain muda. Dan Klopp menginstruksikan seorang pemain 15 tahun harus belajar pada pemain 18 tahun. Sementara pemain berusia 18 tahun belajar pada Philippe dkk. Ini artinya mereka saling belajar, belajar bergerak, belajar bagaimana menciptakan ruang kosong untuk mereka sendiri, belajar bagaimana cara melindungi bola, dengan mencontoh bagaimana Philippe melakukannya… menurut saya itu cara yang brilian. Atau bisa dikatakan hal itu seperti emas murni dalam pengembangan pemain muda,” ungkap Pep yang selama karier kepelatihannya selalu menangani tim muda.

Pep juga tak ragu untuk mengakui bahwa Klopp kini menjadi panutannya. Ia merasa senang bisa bekerja sama dengan Klopp setiap hari. Pelatih asal Belanda ini merasa beruntung bisa belajar secara langsung dari Klopp yang menurutnya seperti belajar dari seorang ahli dalam bidang tertentu atau yang disebut master class.

“Bagi saya sebagai pelatih muda, belajar dari yang terbaik sama dengan menjadikannya sebagai model. Dan bersama Klopp, saya seperti mendapatkan master class setiap hari. Seperti itulah situasi saya sekarang ini yang bisa membentuk saya menjadi seperti apa,” tutur Pep.

Bersama Klopp, Pep yakin Liverpool akan melahirkan generasi baru yang tentunya menjanjikan bagi masa yang akan datang. Karena menurutnya, para pemain akademi bisa menjadi tulang punggung sebuah kesebelasan dan tak bisa jika hanya menyerahkan pada pelatih-pelatih usia muda.

“Menciptakan lingkungan yang baik bagi pemain muda, menciptakan model bagi pemain muda, memberikan perhatian lebih pada pemain muda, tidak hanya dari pelatih akademi, tapi juga dari pelatih tim utama. Misalnya saja memberikan kesempatan demi kesempatan bagi para pemain muda untuk unjuk gigi.”

“Saya sangat yakin, sangat-sangat yakin bahwa kami bisa melahirkan Liverpool generasi baru. Generasi baru yang bermain terbuka, yang bermain cepat, generasi yang bisa menghancurkan tembok lini pertahanan lawan. Mungkin tidak banyak pemain akademi Liverpool yang akan menjadi pemain top class setiap musimnya. Tapi saya yakin, cepat atau lambat, Liverpool akan melahirkan banyak talenta kelas dunia,” tutupnya.

Apa yang dikatakan Pep memang tidak berlebihan. Klopp tak ragu memainkan pemain muda seperti Pedro Chirivella, Sheyi Ojo, Connor Randall, dan Cameron Brannagan bahkan sejak menit pertama. Ini tentunya menjadi pertanda yang nyata bahwa Liverpool sedang menanti generasi baru. Maka jangan heran jika nama-nama tersebut, dan juga nama-nama asing lainnya nantinya bisa menjadi tulang punggung skuat utama Liverpool di masa yang akan datang.

foto: vi.nl

Komentar