Suárez + Camp Nou = Mimpi Buruk Bilbao

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Suárez + Camp Nou = Mimpi Buruk Bilbao

Sedikit lifehack untuk setiap orang yang ingin namanya tercatat sebagai pencetak assist: bermainlah di kesebelasan yang sama dengan Luis Suárez dalam pertandingan melawan Athletic Club (atau Athletic Bilbao, terserah) di La Liga.

Sedikit fakta mengenai Barcelona, Bilbao, dan Suárez: 1) sepanjang tahun 2015 Barcelona dan Bilbao berhadapan dengan satu sama lain dalam lima pertandingan, dan 2) kelima pertandingan tersebut adalah lima pertandingan pertama Suárez melawan Bilbao sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola profesional. Ditambah pertandingan semalam, Suárez telah enam kali bertanding melawan Bilbao.

Tiga dari enam pertandingan tersebut berlangsung di ajang La Liga. Tidak pernah sekali pun Suárez, dalam pertandingan melawan Bilbao di La Liga, absen mencetak gol (dan selalu, dalam tiga pertandingan melawan Bilbao di pertandingan selain La Liga, Suárez gagal mencetak gol). Dalam dua pertandingan pertamanya Suárez mencetak masing-masing satu gol, sedangkan dalam pertandingan ketiganya ia mencetak hattrick. Lima gol ke gawang Bilbao dalam tiga pertandingan La Liga, semuanya dengan bantuan lima pemain berbeda.

Lionel Messi, peraih lima penghargaan Ballon D’Or, membuka jalan untuk para pemain Barcelona. Ia lah pencetak assist untuk gol pertama Suárez ke gawang Bilbao (Bilba0 2-5 Barcelona, pekan ke-22 La Liga 2014/15), 8 Februari 2015.

Berikutnya, pada pertandingan pembuka musim ini, Suárez mempersembahkan tiga angka dengan menjadi pencetak gol tunggal dalam pertandingan tandang melawan Bilbao. Pencetak assist-nya bukan Messi, melainkan bek kiri mereka, Jordi Alba.

Belum pernah sepanjang karirnya Suárez berhadapan dengan Bilbao di Camp Nou pada pertandingan La Liga. Mungkin itu yang membuatnya tampil berbeda (dari dua pertandingan melawan Bilbao di La Liga sebelumnya, yang selalu berlangsung di San Mamés) semalam.

Perbedaan sudah terlihat sejak awal pertandingan. Suárez, yang belum pernah mencetak assist dalam pertandingan melawan Bilbao di La Liga, memaksa Gorka Iraizoz melanggarnya di kotak penalti. Messi maju sebagai eksekutor dan menaklukkan penjaga gawang pengganti, Iago Herrerín. Satu assist atas nama Suárez.

Dua puluh empat menit berselang, di menit ke-31, Neymar mencetak gol. Pemain terakhir yang menyentuh bola sebelum dirinya adalah Suárez. Dua assist atas nama Suárez.

Dua menit babak kedua berjalan Suárez mencetak gol pertamanya di pertandingan ini setelah memainkan umpan satu-dua dengan Neymar. Di menit ke-62 Neymar kembali mencetak assist, hanya saja kali ini untuk Ivan Rakiti?. Tujuh menit berselang nama Suárez kembali muncul di daftar pencetak gol.

Arda Turan bukan wajah baru di sepakbola Eropa. Ia mengantungi banyak pengalaman. Namun saya bisa memaafkannya jika terlihat kebingungan (ia tidak terlihat kebingungan, namun jika iya...) pada pertandingan keduanya untuk Barcelona. Di pertandingan pertamanya, 9 Januari lalu, ia langsung mencetak satu assist dalam kemenangan 4-0 Barcelona atas Granada, untuk Messi. Persoalannya: ia tidak bisa melakukannya lagi karena karena ketika ia masuk selepas turun minum, Messi keluar. Di saat-saat seperti ini Suárez muncul dengan tangan terjulur, siap membantu: Kemari, Arda. Tidak ada Messi tak apa. Berikan bolanya kepadaku dan akan kujadikan kau pencetak assist.

Dan ya, Arda kemudian mencetak assist untuk gol kedua Suarez dan mengubah skor menjadi 5-0.

Tertinggal lima gol setelah menit ke-69 menjadikan peluang Bilbao untuk menang sangat kecil. Barcelona, dengan memainkan umpan-umpan pendek di area permainan sendiri sepanjang sisa pertandingan pun, sudah pasti meninggalkan lapangan sebagai pemenang.

Tapi bukan itu yang mereka lakukan. Barcelona terus menyerang hingga akhirnya pada menit ke-83 mereka mencetak gol keenam, gol ketiga Suárez di pertandingan ini, gol kelima Suárez melawan Bilbao sepanjang kariernya. Pencetak assist? Sergio Busquets.

Lima pencetak assist berbeda untuk lima gol ke gawang Bilbao. Suárez tahu benar cara membuat rekan-rekannya merasa sama besar. Ia juga tahu benar cara membuat nama rekan-rekannya tercatat dalam keberhasilannya.

“Kartu merah [Iraizoz] memberi pengaruh besar dan kami berhasil memanfaatkan keunggulan sepanjang sisa pertandingan,” ujar Suárez selepas pertandingan. “Aku akan menempatkan bola ini di museum setelah semua rekanku menandatanganinya.”

Bukan kali pertama Suárez membawa pulang bola pertandingan La Liga. Sebelum mencetak tiga gol ke gawang Bilbao ia pernah mencetak jumlah yang sama ke gawang Córdoba, 2 Mei 2015. Dalam pertandingan ke-35 La Liga musim 2014/15 tersebut Barcelona menang 8-0. Tiga pemain berbeda mencetak assist untuk Suárez di pertandingan tersebut: Andrés Iniesta, Dani Alves, dan Xavi. Suárez sendiri mencetak satu assist untuk Messi.

Komentar