George Hagi Tak Ingin Anaknya Bermain untuk Manchester United?

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

George Hagi Tak Ingin Anaknya Bermain untuk Manchester United?

Bagi seorang ayah yang anaknya seorang pesepakbola, akan betapa bahagianya jika anaknya tersebut bisa bermain di klub besar atau klub top elit Eropa. Rasa bangga akan muncul dalam benak ayah tersebut ketika anaknya berseragam sebuah klub yang menjadi favorit jutaan orang di dunia.

Namun hal itu tak berlaku bagi legenda Rumania, George Hagi. Menyadari anaknya sedang diawasi oleh pemandu bakat dari Manchester United, Hagi yang saat masih menjadi pemain bermain pernah membela Real Madrid dan Barcelona, tak ingin anaknya memperlihatkan kemampuannya pada para pemandu bakat MU tersebut.

Hagi yang sejak pensiun berkarir menjadi pelatih, kini menangani tim Liga I Rumania, FC Viitorul Constanta. Di timnya tersebut, terdapat Ianis Hagi, anaknya yang masih berusia 16 tahun. Ianis baru saja pertama kali mencicipi debut bersama Viitorul Constanta pada tanggal 5 Desember lalu, walaupun sebagai pengganti dan hanya bermain kurang dari lima menit,

Tapi United bukan tanpa alasan mengirimkan pemandu bakatnya untuk memantau pemain kelahiran Istanbul, Turki tersebut. Ianis yang baru berusia 17 tahun pada Oktober tahun depan, telah tiga kali berseragam timnas Rumania U-17 dan merupakan kapten tim. Selain United, dua tim asal Italia, AS Roma dan Fiorentina, pun tertarik untuk memiliki Ianis Hagi.

">@ManUtd, http://twitter.com/acffiorentina">@acffiorentina and http://twitter.com/OfficialASRoma">@OfficialASRoma target, Ianis Hagi

— maidansport (@maidansport) http://twitter.com/maidansport/status/544796680957460481">December 16, 2014

Ianis memang disebut-sebut sebagai titisan Hagi. Gaya bermainnya Ianis tak jauh berbeda dengan gaya bermain Hagi ketika masih aktif sebagai pemain. Layaknya Hagi, Ianis pun diposisikan sebagai pengatur serangan di tengah lapangan. Ianis pun handal dalam servis bola mati seperti ayahnya. (cuplikan video di bawah adalah cuplikan perbandingan Ianis dengan ayahnya)

Karena itulah pemandu bakat United hendak menyaksikan Ianis Hagi pada pertandingan antara AFC Astra melawan Viitorul Constanta pada babak perempat final Cupa Ligii, turnamen sistem gugur sepert Piala Rumania namun hanya diikuti oleh tim peserta Liga I. Namun nyatanya, George Hagi, sang pelatih sekaligus pemilik klub, tak memasukkan nama anaknya dalam daftar pemain pada laga melawan Astra FC tersebut.

Hagi bukan tak mengetahui bahwa anaknya akan dipantau oleh pemandu bakat dari United. Karena menjelang pertandingan Viitorul vs Astra, di dunia maya ramai diberitakan bahwa pemandu bakat United akan hadir di Stadion Marin Anastasovici, kandang Astra FC, untuk melihat secara langsung permainan Ianis Hagi.

">December 14, 2014

">@davidmcd95 and I've just heard news that Manchester United scouts will be at the game to scout Ianis Hagi.

— Danny (@FootyShirtColl) http://twitter.com/FootyShirtColl/status/544098191298535424">December 14, 2014
Entah alasan apa yang menjadi dasar George Hagi tak memainkan anaknya pada laga tersebut. Karena sudah barang tentu ia pun tahu kebesaran raksasa Inggris, Manchester United. Ketika Hagi berada dalam puncak karirnya pada 90an, MU tengah berada dalam masa keemasannya yang dikenal dengan class of 92.

Tapi sepertinya Hagi ingin menuruti impian anaknya yang lebih mendambakan bermain untuk Steaua Bucharest ketimbang bermain untuk klub luar Rumania. Seperti yang terungkap pada situs uefa.com.

“Saya tak ingin bermain di luar negeri, tapi saya akan sangat senang jika bergabung dengan Steaua suatu saat nanti,” ujar bocah 16 tahun tersebut. “Saya telah menjadi pendukung Steaua sejak saya masih kecil.”

Mengetahui anaknya mengatakan hal tersebut, George Hagi yang ketika bermain dijuluki Maradona dari Rumania ini, tak mempersoalkan impian anaknya tersebut. Namun ia menilai anaknya belum cukup dewasa untuk bermimpi lebih tinggi.

“Anak-anak [di Rumania] sangat menyukai Steaua, dan sangatlah penting memiliki klub yang dicita-citakan,” tukas Hagi yang memberikan tiga gelar Liga Rumania, dua gelar Piala Rumania, satu Piala Super Eropa dan mencapai babak final Piala Champions selama tiga musim berbaju Steaua. “Itu adalah targetnya. Namun untuk saat ini, itu hanyalah ucapan semata. Ia perlu berjuang dan berkembang.”

Lewat pernyataannya tersebut, George Hagi mungkin ingin anaknya pun bermain untuk klub top Eropa. Hanya saja saat ini bukanlah waktu yang tepat. Ia ingin anaknya yang merupakan lulusan akademi Hagi, akademi miliknya, terus berkembang dan memaksimalkan potensinya sebelum bertualang ke luar Rumania.

Para pemandu bakat Manchester United tak perlu berkecil hati karena gagal memantau permainan ‘The Next George Hagi’ pada lawatan pertamanya ini. Karena masih banyak pertandingan yang akan dijalani oleh Ianis pada musim ini karena kompetisi Liga I baru memasuki putaran kedua. Mungkin mereka perlu menyelinap dan sembunyi-sembunyi agar tak digembor-gemborkan oleh media sehingga membuat George Hagi ‘menyembunyikan' anaknya.

foto: youtube.com

Komentar