Evra Masih Bisa Bermain di West Ham Meski Mendapat Sanksi dari UEFA

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Evra Masih Bisa Bermain di West Ham Meski Mendapat Sanksi dari UEFA

West Ham United resmi mendatangkan Patrice Evra. Keputusan West Ham memboyong mantan pemain belakang Manchester United itu terbilang mengejutkan. Pada Desember 2017 lalu, David Sullivan mengonfirmasi bahwa timnya memiliki kebijakan di bursa transfer dingin 2018 untuk tidak mendatangkan pemain veteran. Pemegang saham mayoritas West Ham itu menambahkan bahwa The Hammers fokus mencari pemain berusia emas.

"Kami harus membawa dua atau tiga pemain baru. Kami harus membawa darah baru yang bukan pemain tua. Mereka akan menjadi pemain muda yang bersemangat untuk memberikan semua kemampuan untuk tim ini."

"Kami fokus mencari pemain dengan usia mungkin 26 atau 27 tahun. Tapi memungkinkan juga untuk pemain 23 tahun. Kami tidak akan mendatangkan pemain yang usianya 32 tahun atau lebih," kata Sullivan, dilansir dari Telegraph.

Pada akhirnya, Sullivan menjilat ludahnya sendiri setelah kedatangan Evra, pemain berusia 36 tahun. Kebutuhan tim yang mendesak akan kehadiran bek kiri baru menjadi salah satu pertimbangan The Hammers mendatangkan Evra.

Sektor kiri pertahanan West Ham saat ini hanya menyisakan Aaron Cresswell. Sementara Arthur Masuaku masih menjalani sanksi larangan bermain dalam empat pertandingan ke depan. Sebelumnya, Masuaku dijatuhi larangan bermain selama enam pertandingan oleh FA.

West Ham tidak memiliki pilihan lain, apalagi bursa transfer musim dingin 2018 telah ditutup. Mendatangkan Evra menjadi solusi terbaik, karena statusnya bebas transfer. Dalam aturan transfer, klub memang diperbolehkan mendatangkan pemain di luar jadwal bursa transfer, dengan catatan pemain tersebut berstatus bebas transfer.

Status bebas transfer yang disandang Evra didapat setelah kontraknya diputus Olympique de Marseille pada November 2017. Kontrak Evra berakhir setelah Marseille melakukan penyelidikan internal, terkait ulah Evra yang menendang salah satu suporter Marseille.

Kejadian tersebut terjadi di pertandingan Liga Europa UEFA yang mempertemukan Marseille dengan Vitoria de Guimares. Keputusan Marseille mendepak Evra mendapat dukungan penuh dari sebagian besar suporter Marseille.

Sial bagi Evra, selain terdepak dari skuat Marseille, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menjatuhi sanksi larangan bermain hingga Juni 2018 mendatang. UEFA menganggap Evra telah melanggar satu dari 15 peraturan disiplin UEFA.

Namun karena kejadian tersebut terjadi di Liga Europa, yang merupakan kompetisi yang berada di bawah naungan UEFA. Maka sanksi yang diterima Evra hanya berlaku di kompetisi yang berada dalam naungan UEFA seperti Liga Champions, Liga Europa, serta Piala Super UEFA. Sanksi tersebut tidak berlaku di kompetisi domestik manapun, termasuk Liga Primer Inggris, beserta turnamen domestik seperti Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Baca juga: Sisi Buruk Patrice Evra yang Seharusnya Tidak Ia Tunjukkan

Sebelum datangnya tawaran dari West Ham, Evra mungkin sudah merasa bahwa kariernya sebagai pesepakbola sudah tamat. Usianya yang sudah tak lagi muda, dan sanksi UEFA yang membuntuti membuat Evra kesulitan mencari klub baru. Namun, ia menolak menyerah dengan keadaan. Selama menganggur, Evra banyak menghabiskan waktu dengan berlatih guna menjaga kebugaran di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Sampai pada akhirnya, Evra mendapat telepon dari agennya yang menyuruh pemain berkebangsaan Prancis itu segera terbang ke London. Saat itu agen Evra mengabarkan bahwa proses negosiasi dengan West Ham tengah berlangsung. Tanpa pikir panjang, Evra pun langsung terbang ke London untuk bertemu dengan Manajer West Ham, David Moyes, dan David Sullivan.

Kesepakatan pun akhirnya terjalin, Evra mendapat kontrak hingga akhir musim 2017/18, dengan opsi perpanjangan. Namun tidak disebutkan gaji yang akan diterimanya selama berlaga di London Stadium.

Evra bersyukur karena West Ham masih memberikan kesempatan baginya, menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Apalagi, West Ham juga memberikan peluang besar baginya kembali bermain di Liga Primer Inggris. Sebelumnya selama delapan musim Evra menjajal ketatnya persaingan Liga Primer bersama Manchester United.

"Ketika saya bangun dan tahu bahwa saya akan bekerja keras, bersenang-senang dengan rekan kerja saya dan memberikan yang terbaik di lapangan, saya merasa sangat beruntung. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada West Ham, karena kesempatan yang telah diberikan," kata Evra, dilansir dari halaman resmi klub.

"Saya senang berada di sini, ini adalah keinginan sederhana yang terwujud. Anda tidak menyadari betapa beruntungnya Anda. Saya baru bangun pagi ini dan tahu bahwa saya akan berlatih dengan rekan tim baru membuat saya tersenyum!"

Foto: Twitter @WestHamUtd

Komentar