Herkis Paparkan Kunci Keberhasilan Persela Sebagai Kuda Hitam | Pandit Football Indonesia

Herkis Paparkan Kunci Keberhasilan Persela Sebagai Kuda Hitam

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Penulis merangkap Jurnalis @Panditfootball

Herkis Paparkan Kunci Keberhasilan Persela Sebagai Kuda Hitam

Di Liga 1 Indonesia 2017, Persela Lamongan mungkin bukanlah tim unggulan. Meski begitu klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu punya label kuda hitam. Posisi mereka di tabel klasemen Liga 1 memang berada di posisi 10, namun peluang untuk merangsek ke papan atas saat berakhirnya putaran pertama nanti sangat terbuka lebar.

Persela saat ini berhasil mengumpulkan 20 poin dari 14 pertandingan yang telah mereka lakoni. Laskar Joko Tingkir hanya terpaut lima poin saja dari Bali United sebagai penghuni posisi empat. Satu hal lain yang membuat Persela cukup mengagumkan pada musim ini adalah keberhasilan mereka meredam keagresivitasan tim-tim berlabel raksasa di Liga 1.

Pada pertandingan terakhirnya, Persela mampu menahan imbang Persib Bandung 1-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bukan perkara mudah tentunya bagi mereka menahan Maung Bandung yang terkenal beringas bila tampil di kandang sendiri. Catatan tersebut menjadikan Persela sebagai kesebelasan ketiga yang mampu menahan imbang Persib di Stadion GBLA setelah Arema FC dan Borneo FC.

Selain itu, beberapa kesebelasan kandidat juara seperti Arema FC, Borneo FC, dan Sriwijaya FC pun berhasil mereka tumbangkan. Saat menghadapi Arema, mereka bahkan mampu menggulung Singo Edan dengan skor 4-0 di Stadion Surajaya Lamongan. Begitu pula dengan Borno FC yang sukses mereka kandaskan dengan skor 3-1 dan Sriwijaya FC 2-1.

Pelatih Persela, Herry Kiswanto, mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan mereka di Liga 1 sejauh ini, karena kerja keras yang didukung motivasi tinggi dari para pemain untuk bisa meraih poin demi poin dalam setiap pertandingan yang mereka lakoni.

“Dari awal kompetisi, saya kepada pemain untuk terus bisa meraih poin di setiap pertandingan. Saya selalu bilang kepada pemain untuk berhenti berpikir negatif di pertandingan. Jadi, mereka harus terus bekerja keras untuk terhindar dari kekalahan,” katanya.

Pelatih yang akrab disapa Herkis itu mengungkapkan bahwa pencapaian yang diraih oleh timnya saat ini belum membuatnya puas. Kompetisi masih panjang, bahkan untuk mencapai setengah perjalanan di kompetisi pun masih ada beberapa laga yang harus mereka lakoni. “Saya tidak ada puas, harus terus bekerja sampai mendapatkan hasil terbaik,” tegasnya.

Menilik target yang coba diraih Persela pada akhir putaran nanti, Herkis ingin agar timnya merangsek ke papan atas. Kalau pun tidak, ia berharap agar Persela bisa menjaga defisit poin mereka dengan tim-tim penghuni papan atas tetap tipis.

Tapi peluang untuk merangsek ke papan atas terbuka lebar bagi Persela. Ada tiga pertandingan sisa yang masih harus mereka lakoni sebelum menutup putaran pertama. Bila ingin merangsek ke papan atas, tiga laga tersebut otomatis harus bisa dimanfaatkan dengan baik meraih poin maksimal.

“Saya tekankan kepada pemain bahwa pertandingan masih panjang. Tim ini masih bisa menembus papan atas klasemen Liga 1. Saya juga berpesan kepada para pemain agar mereka bisa menembus papan atas. Karena saya selalu beri motivasi kalau mereka adalah pemain potensial,” terangnya.

Mengenai perubahan dan evaluasi yang akan dilakukan Persela pada putaran kedua nanti, Herkis mengungkapkan bahwa semua pemain akan ia evaluasi. Terkait rencana penambahan pemain, Herkis mengakui bahwa hal tersebut mungkin saja terjadi. Namun ia belum mau mengungkapkan secara menyeluruh terkait hal tersebut.

“Mungkin saya rasa saya tidak bisa mengubah secara drastis permainan tim, tapi saya selalu perbaiki dan evaluasi dari pertandingan ke pertandingan. Tetap fokus, dan di putaran kedua nanti saya juga ingin ada evaluasi yang dilakukan oleh Persela. Kalau untuk penambahan pemain, saya pikir nanti saja dibicarakan lagi,” tegasnya.

Komentar