Real Madrid Kalahkan Sevilla Walau Tampil Tanpa Skuat Terbaik

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball

Real Madrid Kalahkan Sevilla Walau Tampil Tanpa Skuat Terbaik

Real Madrid berpesta lima gol tanpa balas ke gawang Sevilla dalam pertandingan pekan ke-15 La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (9/12). Lima gol kemenangan Madrid masing-masing diciptakan Nacho (3’), Cristiano Ronaldo (23’ dan 31’), Toni Kroos (38’), dan Achraf Hakimi (42’).

Kemenangan tersebut membuat Madrid berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun di semua ajang. Hasil tiga poin yang diraih Madrid atas Sevilla pun membuat mereka berhasil mengamankan posisi di empat besar, dan terus menjaga jarak dengan Barcelona sebagai pemuncak klasemen sementara.

Sementara bagi Sevilla, hasil minor tersebut menjadi kekalahan ke-13 beruntun yang dialami saat bertandang ke Santiago Bernabeu di semua ajang. Kali terakhir Sevilla berhasil meraih tiga poin di kandang Madrid terjadi pada tahun 2008, saat itu mereka berhasil mengunci kemenangan dengan skor 4-3. Namun setelah itu mereka malah menjadi bulan-bulanan Los Blancos.

Gol cepat runtuhkan mental Sevilla

Menghadapi Sevilla, Madrid sebenarnya dalam kondisi pincang setelah absennya pilar-pilar andalan yang kebanyakan merupakan pemain bertahan. Sergio Ramos, Daniel Carvajal, dan Casemiro absen karena suspensi kartu. Sementara Gareth Bale dan Raphael Varane absen lantaran cedera.

Meski banyaknya pilar andalan yang absen, Madrid nyatanya tak kehilangan taring. Uniknya dalam pertandingan tersebut Zinedine Zidane melakukan perubahan skema dasar permainan. Madrid yang musim ini lebih sering menggunakan formasi dasar 4-3-1-2, mencoba bereksplorasi dengan skema 4-4-2.

Posisi pemain bertahan dipercayakan kepada Nacho dan Jesus Vallejo yang berduet sebagai bek tengah, keduanya ditopang Marcelo dan pemain muda Achraf Hakimi yang masing-masing menghuni pos bek sayap kiri dan kanan.

Sementara sektor gelandang tengah dipercayakan kepada duet Luca Modric dan Toni Kross, dan gelandang sayap dihuni Marco Asensio dan Lucas Vazqus, yang menopang duet penyerang Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Skema 4-4-2 yang diterapkan Zidane ampuh membuat Sevilla yang bermain dengan formasi dasar 4-3-3 tak berkutik. Meski lini pertahanan Madrid dihuni oleh pemain-pemain yang secara jam terbang terbilang minim, namun trio lini serang Sevilla; Luis Muriel, Jesus Navas, dan Nolito berhasil dibuat tak berkutik.

Duet Kross dan Modric juga berhasil mematikan peran Ever Banega dan Franco Vazquez yang diharapkan pelatih Eduardo Berrizo bisa menjadi nyawa permainan timnya dari lini tengah dengan memberikan distribusi bola matang yang bisa dimanfaatkan Muriel, Navas, dan Nolito untuk mencecar jantung pertahanan Los Blancos.

Madrid enggan membuang waktu untuk menjebol gawang Sevilla. Saat laga baru berjalan tiga menit, kesalahan pemain belakang Sevillistas mengantisipasi bola hasil sepakan pojok Toni Kroos berbuah mala petaka. Nacho yang berhasil menerima bola sapuan tak sempurna pemain bertahan Sevilla itu langsung mencocor bola yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Sergio Rico.

Tertinggal saat laga belum genap berjalan lima menit, sepertinya meruntuhkan fokus para pemain Sevilla. Setelah gol tersebut, mereka memang mencoba bereaksi dengan melancarkan serangan dari berbagai lini. Namun para pemain Madrid disiplin menjaga area pertahanannya. Selain itu alur serangan Sevilla juga terkesan sporadis, sehingga jarang sekali mengancam gawang Jesus Navas.

Cara bertahan para penggawa Madrid yang langsung membentuk pertahanan berlapis sejak area tengah lapangan juga menjadi faktor yang membuat permainan Sevilla sulit berkembang. Apalagi jarak antar pemain Sevilla saat membangun serangan terlalu jauh. Hal tersebut membuat Banega atau Franco Vasquez kesulitan dalam mendistribusikan bola.

Bahkan pressing ketat yang dilakukan Modric dan Kroos kerap kali membuat Banega dan Geis kelimpungan dalam mempertahankan penguasaan bola. Akibatnya, penguasaan bola jadi lebih mudah berpindah ke lawan, yang langsung melakukan serangan balik cepat.

Pergerakan Asensio dan Vazquez yang begitu cair dari lini sayap membuat gelombang serangan balik Madrid sulit dibendung. Para pemain Sevilla cenderung tak siap menghadapi gelombang serangan balik Madrid. Transisi menyerang ke bertahan Sevilla sangat kacau dalam menutup ruang gerak para penyerang Madrid. Mereka, lebih fokus pada arah bola ketimbang pergerakan pemain lawan.

Grafis passing Real Madrid dan Sevilla. Sumber: Squawka

Empat gol tambahan yang berhasil diciptakan Madrid, semua prosesnya melalui serangan balik cepat yang gagal dibendung oleh barisan pertahanan Sevilla. Termasuk gol ketiga Real Madrid yang diciptakan Ronaldo melalui titik putih. Proses terjadinya penalti untuk Madrid berawal dari serangan balik yang dilakukan Asensio, yang langsung mengirim umpan kepada Marcelo. Pemain asal Brazil itu berhasil merangsek ke kotak penalti, hingga terjadi pelanggaran handball.

Unggul lima gol di babak pertama, membuat Madrid begitu menikmati pertandingan babak kedua. Mereka lebih banyak memainkan bola untuk membuat Sevilla semakin merasa frustasi, karena kesulitan untuk memperkecil ketertinggalan. Satu-satunya peluang emas Madrid yang tercipta pada babak kedua dihasilkan Karim Benzema, yang sundulannya mengenai tiang gawang.

Panggung pertunjukan para pemain muda Madrid

Secara keseluruhan, Madrid tampil solid di semua lini yang membuat Sevilla tak berdaya. Sosok Cristiano Ronaldo juga mungkin akan lebih dikedepankan sebagai figur yang penampilannya menonjol dalam pertandingan tersebut, berkat dua gol yang dibukukannya.

Namun pertandingan melawan Sevilla sesungguhnya menjadi panggung pertunjukan bagi para pemain muda Madrid unjuk kebolehan. Absennya Sergio Ramos, Varane, dan Carvajal membuka jalur bagi Nacho, Vallejo, dan Hakimi untuk mendapat kesempatan emas memulai pertandingan dari menit awal. Bagusnya mereka bisa menjawab kepercayaan itu dengan permainan gemilang.

Duet Nacho dan Vallejo yang jarang sekali diturunkan Zidane ternyata bisa melakukan aksi bertahan yang cukup baik. Vallejo yang sepanjang musim ini baru tampil dalam empat pertandingan ini total melakukan empat intersep, terhitung terbanyak kedua setelah Nacho dengan lima intersep.

Sementara Nacho yang punya jam terbang lebih baik ketimbang Vallejo juga sangat lugas mengawal pertahanannya. Selain melakukan lima intersep, pemain asal Spanyol itu juga mencatatkan dua sapuan dan tiga blok. Nacho bahkan menyempurnakan penampilannya dengan sebuah gol.

Nilai plus juga patut diberikan kepada Hakimi yang sejauh ini baru tampil dalam tujuh pertandingan di semua ajang. Ia masih berusia 19 tahun, namun tampil sangat percaya diri meski harus berduel dengan pemain sekelas Nolito, yang jauh lebih berpengalaman.

Pemain berposisi bek sayap kanan ini tampil tanpa kompromi dengan mencatatkan lima tekel sukses. Terhitung tekel sukses Hakimi sebagai yang terbanyak dilakukan para pemain Madrid pada pertandingan melawan Sevilla. Hakimi juga menggenapkan penampilannya dengan sebuah gol yang menjadi gol debutnya bersama Madrid.

Tak hanya Nacho, Vallejo, dan Hakimi, Marco Asensio dan Lucas Vazques juga berhasil mempertahankan performa gemilangnya di laga melawan Sevilla. Kedua pemain tersebut bisa dibilang sebagai poros utama serangan Madrid.

Meski tak menciptakan gol dalam pertandingan tersebut, Asensio dan Vazques tetap terlibat dalam setiap proses terciptanya lima gol Madrid ke gawang Sevilla. Asensio dan Vazques masing-masing menciptakan satu asis di laga tersebut.

Melihat permainan gemilang para pemain muda Madrid, tak ada salahnya berharap bahwa Nacho, Hakmi, Vallejo, Asensio, dan Vasquez bisa menjadi tulang punggung Los Blancos di masa depan. Asal diberi lebih banyak jam terbang, potensinya mereka bisa semakin berkembang.

Selain kelima nama tersebut, Madrid masih memilik Theo Hernandez, Borja Mayoral, Marcos Llorente, hingga Dani Ceballos yang juga punya potensi luar biasa.

Foto: Twitter La Liga

Komentar