Menimbang Kelayakan Joël Matip untuk Liverpool

Taktik

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Menimbang Kelayakan Joël Matip untuk Liverpool

Faktor cederanya bek tengah menjadi salah satu masalah Liverpool musim 2015/16. Hingga kini, tiga bek Liverpool, yaitu Martin Skrtel, Dejan Lovren, dan Joe Gomez, masih berada di ruang perawatan. Belum lagi cedera yang sempat menimpa Mamadou Sakho kala menghadapi Crystal Palace November tahun lalu. Praktis di musim ini, hanya Kolo Toure yang masih minim catatan cedera.

Minimnya daftar pemain belakang membuat Liverpool mendatangkan eks bek Tottenham Hotspur, Steven Caulker. Kedatangan Caulker banyak dikritik banyak pihak, sebab Caulker dinilai merupakan salah satu sosok penyebab terdegradasinya Queens Park Rangers di musim lalu. Sementara, di musim ini ia hanya bermain selama 145 menit bersama Southampton, termasuk yang terakhir adalah kala dibantai 6-1 oleh kesebelasannya sekarang, Liverpool.

Imbas dari cedera yang membuat banyak bek Liverpool absen, di laga terakhir kontra Arsenal (14/1) Klopp terpaksa memainkan Toure, bek senior yang hanya memiliki menit bermain selama tiga menit di Liga Primer sebelum melawan Arsenal.

Bermainnya Toure tak membuat pertahanan Liverpool makin baik. Liverpool bahkan menorehkan catatan kebobolan tiga gol ke empat kalinya di laga lawan Arsenal. Catatan kebobolan mereka pun semakin buruk. Liverpool kini mencatatkan 27 kali kebobolan, lebih parah ketimbang Southampton yang berada di peringkat ke-12. Rata-rata kebobolan Liverpool pun mencapai 1,28 per pertandingan hingga pekan ke-21.

Melihat trek kurang memuaskan Caulker di musim ini serta potensi memainkan Toure, tampaknya Klopp harus mencari bek baru, nama Joel Matip pun disebut akan didatangkan oleh Liverpool. Klopp sendiri lebih dulu mengenal Matip ketimbang bek Liverpool lainnya, pasalnya Matip telah bermain sejak musim 2009/10 di Bundesliga, dengan memperkuat kesebelasan yang menjadi seteru Klopp, Schalke 04.

Kepindahan Matip ke Liverpool memang belum diketahui kapan akan terjadi, namun mengingat kontraknya akan habis di akhir musim, tak ada pilihan lain bagi Schalke untuk menjualnya di bursa transfer musim dingin jika mereka ingin mendapatkan dana lebih.

Jika jadi mendatangkan Matip, entah di bursa transfer paruh musim ini atau di akhir musim nanti, Liverpool tentu akan semakin kuat di lini belakang. Pasalnya, banyak hal yang dimiliki Matip yang tidak dimiliki bek Liverpool lainnya.

Menurut WhoScored, kelebihan utama Matip yang tidak dimiliki oleh bek Liverpool lainnya adalah konsentrasi, antisipasi, dan kemampuan untuk memotong bola. Tiga kelebihan Matip tersebut merupakan titik lemah paling terlihat dari para bek Liverpool saat ini.  Sedangkan jika dilihat dari statistik per laga yang dihitung dari banyak aspek, Matip juga lebih unggul ketimbang bek Liverpool lainnya.

Berdasarkan data Squawka, Matip jauh lebih unggul daripada tiga bek Liverpool lainnya. Matip berhasil mencatatkan 1,12 tekel berhasil per pertandingan, 0,88 blok per pertandingan, 3,53 duel yang berhasil dimenangkan per pertandingan, serta 3,12 intersep per pertandingan.

Angka tersebut lebih besar dari rerata yang dilakukan Skrtel, Lovren, dan Sakho buat per laganya di musim ini. Tidak hanya dari empat aspek itu saja, Matip juga unggul dalam hal kesalahan defensif yang berbuah tembakan ke gawang maupun gol.

Data perbandingan antara Matip dengan tiga bek Liverpool lainnya di liga musim ini. Sumber: Squawka
Data perbandingan antara Matip dengan tiga bek Liverpool lainnya di liga musim ini. Sumber: Squawka

Selain dari data Squawka di atas, performa Matip musim ini juga mendapatkan perhatian dari Keith Costigan, salah satu pengamat sepakbola FOX. Menurut Costigan, pembelian Matip akan menguntungkan dari segi pengetahuan taktik yang dimilikinya serta kemampuan fisiknya.

“Dia memiliki kelebihan dalam mendistribusikan bola langsung ke lini depan, memberi umpan kunci,  serta bermain dalam garis pertahanan yang tinggi, suatu taktik yang sering saya lihat dilakukan oleh Liverpool di bawah asuhan Klopp,” ujarnya.

Melihat catatan tersebut, wajar saja jika Liverpool menginginkan bek timnas Kamerun ini. Belum lagi, keuntungan-keuntungan lain yang Liverpool dapatkan jika mendapatkan Matip, diantaranya adalah usia yang terbilang masih muda, catatan cedera yang cenderung bersih, dan kepemimpinannya di atas lapangan.

Faktor usia muda akan membuat Liverpool mendapatkan keuntungan jangka panjang jika mendaratkan Matip, belum lagi catatan cederanya yang lebih minim ketimbang bek Liverpool lainnya, yang tentu tak akan membuat pembelian Matip menjadi berisiko. Matip pun beberapa kali siudah diberi label kapten masa depan Kamerun.

Melihat keuntungan-keuntungan yang akan Liverpool dapatkan jika jadi mendatangkan Matip, menarik untuk ditunggu kapan Klopp mendaratkan salah satu bek favoritnya saat berada di Jerman.

Sumber: Bleacher Report, FOX, Squawka, WhoScored

Komentar