Mewajarkan Spanyol tanpa (Pemain) Barcelona

Taktik

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Mewajarkan Spanyol tanpa (Pemain) Barcelona

Pelatih Italia, Antonio Conte, menyatakan dengan tegas bahwa ia hanya akan memanggil pemain yang tampil konsisten ke Piala Eropa 2016. Di sisi lain Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque tak menurunkan pemain Barcelona dalam susunan pemain saat dijamu Ukraina di babak kualifikasi Piala Eropa 2016, Selasa (13/10) dini hari.

Berdasarkan akun twitter @Blaugranism yang dikutip pula oleh @InfoStradaLive, ini merupakan pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir kesebelasan negara Spanyol tak menyertakan pemain Barcelona. Hal ini kemudian menjadi besar—atau dibesar-besarkan—terutama menyangkut rencana pemisahan diri Catalonia dari Spanyol.


">#laroja


— Blaugranism (@Blaugranism) https://twitter.com/Blaugranism/status/653631561502433282">October 12, 2015

Sebenarnya jika melihat kondisi saat ini, wajar rasanya jika Del Bosque tak menurunkan pemain Barcelona dalam susunan pemain. Pertama, pertandingan menghadapi Ukraina sudah tak penting lagi, dan perlu bagi Del Bosque untuk menurunkan pemain yang menurutnya perlu mendapatkan panggung. Kedua, komposisi skuat Barcelona saat ini yang memang tidak didominasi pemain berkebangsaan Spanyol.

Baca juga: Siulan untuk Gerrard Pique

Pada alasan pertama, Spanyol sudah dipastikan lolos bahkan sebelum dua pertandingan terakhir. Tim Matador menyapu bersih delapan kemenangan, dengan sekali kalah atas Slovakia pada 9 Oktober tahun lalu.

Pelatih Inggris, Roy Hodgson, bahkan jauh lebih berani dengan memulangkan lima pemain intinya dengan memberi kesempatan pada para pemain yang memang jarang mengisi pos di timnas pada pertandingan terakhir. Tidak akan ada kerugian bagi Spanyol jika mereka kalah dari Ukraina. Toh, 24 poin yang dikumpulkan tak akan mampu terkejar oleh Slovakia yang mengumpulkan 21 poin. Kalaupun terkejar, mereka masih bisa lolos dengan status peringkat kedua.

Bisa jadi ini pula alasan Del Bosque menurunkan Etxeita dan Nacho sebagai palang pintu di lini belakang, ketimbang menurunkan Gerrard Pique. Di lini tengah, Del Bosque pun memilih menurunkan gelandang Athletic Bilbao, San Jose. Ketiga pemain yang disebutkan tersebut sebelumnya belum pernah mengecap satu pertandingan pun di babak kualifikasi Piala Eropa. Selain itu terdapat nama fullback Villareal, Mario, dan Cesar Azpilicueta yang juga belum pernah diturunkan.

Menjadi penting buat Del Bosque menurunkan para pemain tersebut. Selain memberi jam terbang, Del Bosque pun bisa menilai apakah pemain tersebut masih penting dimasukkan ke dalam skuat atau tidak. Contohnya, mempertimbangkan Nolito yang baru bermain di dua pertandingan, yang salah satunya menjadi pemain pengganti.

Sementara pada alasan kedua, skuat Barcelona pada musim ini tidak begitu mengakomodasi pemain berkebangsaan Spanyol. Di posisi penjaga gawang ada nama Ter Stegen (Jerman) dan Claudio Bravo (Chile). Hanya ada nama Jordi Masip yang berkebangsaan Spanyol dan belum pernah dipanggil timnas.

Di posisi bek tengah, selain Pique, terdapat nama Marc Barta yang bukan menjadi pilihan utama di lini belakang Barcelona. Ia mesti bersaing dengan Thomas Vermalen dan Jeremy Mathieu. Di pos bek sayap, terdapat nama Jordi Alba dan Aleix Vidal. Alba sendiri telah bermain di empat pertandingan untuk Barca. Pemilihan Azpilicueta di pos tersebut bisa dibilang karena penampilan apik sang pemain saat membela Chelsea di liga.

Di pos gelandang, dilihat dari jumlah penampilan untuk Barcelona, hanya Sergio Busquets yang tampil dalam tujuh pertandingan Barcelona. Di lini tengah sendiri Ivan Rakitic (Korasia) dan Javier Mascherano (Argentina) sulit untuk digeser. Sementara itu, di lini depan, Barcelona sudah terlanjur padu memainkan trisula Neymar, Luis Suarez, dan Lionel Messi, yang ketiganya bukan berkewarganegaraan Spanyol. Menjadi hal yang wajar jika Del Bosque mencoba sejumlah pemain yang bermain reguler di klub, seperti yang ia lakukan pada Etxeita, Nacho, Mario, Azpilicueta, dan Nolito.

Lagipula, Bosque sejatinya menurunkan pemain yang pernah membela Barcelona seperti Cesc Fabregas dan Thiago Alcantara sejak menit pertama. Pada babak kedua pun, Bosque menurunkan Alba dan Busquets. Selain itu, kalau mau adil, Real Madrid pun cuma mengirimkan dua wakil (Isco dan Nacho) di susunan pemain saat menghadapi Ukraina.

Jika menganggap ketiadaan pemain Barcelona di susunan pemain sebagai hal yang gawat, bagaimana jika hal tersebut diterapkan kepada Inggris saat menghadapi Lithuania? Hodgson tak menurunkan satu pun pemain Chelsea, juara Premier League musim lalu, serta Manchester City yang menjadi runner-up!

Komposisi pemain berdasarkan klub saat menghadapi Lithuania adalah sebagai berikut: Tottenham Hotspur (Kyle Walker dan Harry Kane), Arsenal (Alex Oxlade-Chamberlain dan Kierran Gibbs), Everton (Ross Barkley dan Phil Jagielka), Manchester United (Phil Jones), Leicester City (Jamie Vardy), Swansea City (Jonjo Shelvey), Liverpool (Adam Lallana), serta Stoke City (Jack Butland).

Mengejutkan, bukan?

foto: marca.com

Komentar