Pentingnya Kehadiran De Bruyne bagi Skuat Manchester City

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Pentingnya Kehadiran De Bruyne bagi Skuat Manchester City

Setelah mendatangkan Raheem Sterling dengan nilai transfer yang sangat (atau lebih tepatnya ‘terlalu’) fantastis, Manchester City berhasil mendatangkan dua pemain Inggris lainnya, Fabian Delph dan Patrick Roberts.

Walaupun kedatangan De Bruyne dapat menjadi solusi City untuk mengakali masalah home grown player, namun hal lain yang perlu diperhatikan adaah, apakah skuat City saat ini sudah cukup kuat untuk bersaing di papan atas bahkan kembali menjadi juara?

Patrick Roberts merupakan salah satu talenta terbaik Inggris dengan segala pengalamannya bermain dengan timnas junior Inggris. Namun demikian, pemain sayap berusia 18 tahun ini belum menjadi pilihan utama Fulham yang berlaga Divisi Championship, di mana ia hanya dua kali diturunkan sejak menit pertama pada musim lalu. Jangan lupakan pula tentang Manchester City yang disebut-sebut sebagai tempat yang tidak bersahabat bagi para pemain muda Inggris. Bukannya tidak mungkin Roberts hanya akan menjadi penghangat bangku cadangan City pada musim depan.

Lantas, bagaimana dengan Delph? Pemain berusia 25 tahun ini memang menjadi pilihan utama manajer Aston Villa musim lalu, Paul Lambert atau pun Tim Sherwood bahkan membuatnya menjalani debut bersama timnas senior Inggris. Tapi posisi bermainnya yang merupakan seorang gelandang tengah, tampaknya akan membuat Delph harus bersaing dengan gelandang-gelandang lain yang memiliki level di atasnya.

City saat ini masih memiliki Fernandinho, Fernando, serta Yaya Toure untuk mengisi pos gelandang tengah. Dengan tipikal permainan Delph yang merupakan box-to-box midfielder, ia nantinya harus bersaing dengan salah satu permain terbaik City, Yaya Toure.

Dari ketiga pemain anyar tersebut, tampaknya hanya Sterling yang nantinya langsung diproyeksikan menjadi skuat inti. Sterling musim lalu menjadi pilihan utama di lini depan Liverpool setelah hengkangnya Luis Suarez, cederanya Daniel Sturridge dan mandulnya Mario Balotelli. Dengan kemampuan yang ia miliki, rasanya tak akan sulit bagi pemain berusia 20 tahun ini menjadi pilihan utama Manuel Pellegrini.

Meskipun demikian, kehadiran Sterling tampaknya belum cukup membuat City untuk meningkatkan level permainan mereka. Terlebih bila melihat sejumlah pertandingan persahabatan yang telah dijalani City hingga saat ini, tampaknya Pellegrini masih memantapkan formasi dasar 4-2-3-1.

Formasi ini merupakan formasi yang diandalkan City pada awal-awal musim 2014/2015. Tapi seiring keinginan Edin Dzeko dan Stevan Jovetic yang ingin mendapatkan menit bermain yang banyak, serta kedatangan Wilfried Bony pada bursa transfer musim dingin, Pellegrini pun mulai sering menggunakan formasi 4-4-2 sejajar.

Sebenarnya bisa saja Pellegrini cukup mengandalkan skuat yang ada saat ini untuk memantapkan skema 4-2-3-1 mereka. Selain Sterling, masih ada pemain-pemain macam David Silva, Jesus Navas, dan Samir Nasri pada pos gelandang serang.

Empat pemain pada pos gelandang serang ini tampaknya sudah cukup memiliki kualitas untuk bersaing di papan atas EPL. Di EPL musim lalu, Silva mencetak 12 gol dan tujuh assist, Navas menyumbang delapan assist, sementara Nasri mencetak dua gol dan enam assist.

Permasalahannya adalah, Nasri menjadi salah satu pemain yang rentan mengalami cedera. Musim lalu, Nasri mengalami tiga kali cedera yang membuatnya absen dalam 16 pertandingan. Dan cederanya yang terakhir, cedera paha yang didapatnya pada 3 Mei 2015, diprediksi baru kembali pulih setelah gelandang asal Prancis tersebut istirihat selama 88 hari atau sekitar tiga bulan.

Cedera memang selalu menghantui karir Nasri sejak ia membela Arsenal. Selama tiga musim berseragam Arsenal, lebih dari 10 kali Nasri harus menepi karena cedera. Cedera terparahnya sendiri dialami pada pra-musim tahun 2009 dyang mengharuskannya untuk beristirahat  100 hari karena mengalami retak tulang fibula.

Nasri rentan mengalami cedera,, di mana ini bisa berpengaruh besar pada skuat City. (via: dailymail.co.uk)
Nasri rentan mengalami cedera, di mana ini bisa berpengaruh besar pada skuat City. (via: dailymail.co.uk)

Kedalaman skuat di lini tengah bisa menjadi persoalan bagi City melihat Nasri yang rentan mengalami cedera ditambah dengan skuat yang ada saat ini. Apalagi City nantinya akan berkompetisi di empat kejuaraan berbeda pada musim ini, di mana salah satunya akan menjalani jadwal padat pada boxing day.

Manchester City sendiri tampaknya menyadari akan situasi tersebut. Karenanya, pada bursa transfer musim panas ini City terus dihubung-hubungkan dengan Si Raja Assist Bundesliga, Kevin De Bruyne.

Jika De Bruyne berhasil didatangkan, eks pemain Chelsea ini tak hanya akan menambah kedalaman skuat City. Melihat skuat yang ada saat ini, kedatangan De Bruyne bisa jadi akan semakin menyempurnakan skema 4-2-3-1 yang tengah dimatangkan Pellegrini untuk musim depan.

Wolfsburg berhasil memaksimalkan potensi De Bruyne dengan menempatkannya sebagai gelandang serang di belakang penyerang. Dari 34 pertandingan, gelandang berusia 24 tahun ini berhasil mencetak 10 gol dan 20 assist.

Pos gelandang serang kreatif sendiri merupakan satu permasalah yang ada dalam skuat City setelah Nasri sering mengalami cedera dan Silva bergeser ke sayap kiri. Musim lalu, Pellegrini pernah mencoba Yaya Toure, Frank Lampard, James Milner, hingga Stevan Jovetic untuk mengisi pos ini secara bergantian.

De Bruyne tentunya bisa menjadi solusi yang tepat akan masalah tersebut. Umpan-umpannya bisa memanjakan Sergio Aguero yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris. Untuk mendampinginya, De Bruyne bisa diapit oleh Sterling dan Silva.

cityXI
Susunan pemain ideal Manchester City bersama De Bruyne (jika berhasil didatangkan).

Faktor De Bruyne yang disia-siakan oleh Chelsea pun bisa menjadi salah satu alasan mengapa kepindahannya ke City menjadi kombinasi yang pas. Jika De Bruyne berhasil menjadi andalan City dan kemudian membawa City menjuarai Liga Inggris, tentunya akan menjadi pembalasan dendam yang manis baik untuk De Bruyne ataupun City kepada Chelsea.

Karenanya, inilah saat yang tepat bagi City untuk merogoh kocek dalam-dalam demi mendatangkan De Bruyne (saat ini Wolfsburg masih enggan melepasnya). Meski pembelian tersebut akan bernilai transfer yang sangat tinggi, bahkan berpotensi memecahkan rekor transfer, tapi pembelian De Bruyne  ini akan menjadi investasi yang sangat berguna dan layak bagi City.

foto: bayerncentral.com

Komentar