Bisakah Nathaniel Clyne Menambal Pertahanan Liverpool?

Taktik

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Bisakah Nathaniel Clyne Menambal Pertahanan Liverpool?

Liverpool kembali melakukan pembelian. Untuk mempersiapkan diri menghadapi musim 2015/2016, mereka terus mendatangkan pemain-pemain baru untuk menutupi kekurangan di musim lalu. Setelah sebelumnya sudah resmi mendatangkan 5 pemain baru, kini Liverpool mendatangkan bek Inggris dari Southampton, Nathaniel Clyne.

Bek asal Inggris ini didatangkan Liverpool dengan harapan bisa memperbaiki kondisi lini pertahanan Liverpool. Lini pertahanan memang bisa dikatakan menjadi sumber masalah dalam performa Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Mereka harus kemasukan banyak gol sehingga membuat mereka banyak kehilangan poin di liga.

Selain itu, mereka juga baru saja kehilangan bek kanan mereka, Glen Johnson, yang kontraknya habis pada bulan Juli ini. Untuk itulah mereka harus mendatangkan bek kanan baru untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Johnson.

Namun, mampukah bek berusia 24 tahun ini menjadi solusi bagi pertahanan Liverpool di musim depan?

Jika kita lihat penampilan Liverpool pada musim lalu, mereka memang seperti kesulitan untuk mencari pemain yang tepat mengisi posisi fullback kanan. Glen Johnson sering mengalami cedera dan dianggap sudah menurun performanya tidak terlalu banyak diberikan kepercayaan oleh Rodgers. Sedangkan bek muda yang dipinjam dari Atletico Madrid, Javier Manquillo, performanya kurang memenuhi harapan Rodgers sehingga tidak banyak diberikan kesempatan bermain.

Rodgers akhirnya justru lebih banyak menempatkan Raheem Sterling atau Jordan Henderson untuk mengisi posisi ini. Terlebih ketika Liverpool mulai memainkan formasi 3-4-3 yang menempatkan fullback kanannya di posisi yang lebih ke depan.

Hal ini kemudian menjadi titik lemah tersendiri bagi pertahanan Liverpool. Posisi Fullback yang diisi oleh pemain yang memiliki posisi asli lebih menyerang membuat sisi kanan Liverpool sering kosong dan sangat mudah dimanfaatkan lawan. Bek tengah atau gelandang bertahan Liverpool pun akhirnya seringkali harus keluar dari posisinya untuk menutup ruang yang ditinggalkan oleh fullback kanan Liverpool tersebut.

Dan jika melihat performa yang ditunjukan oleh Clyne musim lalu bersama Southampton, sepertinya Clyne memang jawaban yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan Liverpool. Dalam satu musim, Clyne menunjukan kemampuan bertahan yang sangat baik.

Clyne merupakan pemain yang berhasil melakukan tackle cukup banyak dalam satu pertandingannya. Tercatat ia berhasil melakukan 3,3 tackle per pertandingannya dari total 33 penampilannya di Liga Inggris bersama Southampton. Catatan tackle Clyne ini membuatnya berada dalam 10 besar pemain dengan jumlah tackle per pertandingan terbanyak di Liga Inggris.

Selain itu, Clyne yang memang merupakan pemain berposisi asli bek sayap tentu akan lebih mampu untuk bermain disiplin dalam menjaga areanya. Dengan begitu, permasalahan ruang terbuka pada area pertahanan Liverpool yang tercipta akibat bek kana mereka yang keluar menyerang bisa lebih diminimalisir dengan kehadiran Clyne.

Selain dalam hal bertahan, Clyne juga bisa berkontribusi dalam menyerang. Karena mau bagaimanapun juga, permainan ala Brendan Rodgers akan selalu menuntut pemain bertahannya untuk ikut membantu penyerangan.

Dari segi kemampuan menggiring bola, catatan Clyne di musim lalu mungkin belum memperlihatkan bahwa ia memiliki kemampuan melewati lawan yang baik. Pasalnya, iya hanya mencatatkan 0,8 kali melewati lawan per pertandingannya. Angka ini masih kalah dari apa yang ditunjukan Glen Johnson pada masa jayanya.  Johson bisa melakukan dribling hingga 1,5 kali per pertandingan di musim 2012/2013 ketika ia masih menjadi pilihan utama bagi Liverpool.

Namun, meski tidak banyak melewati pemain lawan, Clyne ternyata merupakan pemain yang cukup sering menciptakan peluang bagi klubnya. Total ia berhasil menciptakan 22 peluang menciptakan gol bagi Southampton pada musim lalu. Angka ini bisa dibilang cukup tinggi bagi seorang pemain bertahan Liga Inggris. Hal ini menunjukan bahwa Clyne juga bisa berkontribusi dalam penyerangan Liverpool.

Clyne akan menjadi pemain Southampton keempat yang didatangkan Rodgers ke Liverpool. Memang sering menjadi lelucon ketika Rodgers mendatangkan pemain dari Southampton karena ketiga pemain yang didatangkan sebelumnya, Adam Lallana, Dejan Lovren, dan Rickie Lambert dianggap sebagai pembelian yang gagal. Namun kali ini, sepertinya Rodgers tidak lagi melakukan kesalahan dan melakukan pembelian yang tepat dengan mendatangkan Clyne.

Komentar