Monaco Definisi Ulang Arti Penting (Barisan) Pertahanan

Taktik

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Monaco Definisi Ulang Arti Penting (Barisan) Pertahanan

Pertahanan benar-benar menjadi dasar permainan AS Monaco musim ini, khususnya di Liga Champions. Monaco cukup mencetak empat gol saja untuk lolos ke fase gugur, karena mereka hanya kebobolan sebanyak satu kali. Bahkan, di pertandingan penentuan melawan Zenit Saint Petersburg, Monaco mendefinisikan ulang arti penting lini pertahanan dan para pemainnya.

Dari pertandingan melawan Zenit, Monaco sebenarnya hanya membutuhkan tambahan satu angka untuk lolos ke putaran berikutnya. Walaupun tidak kalah saja sudah cukup untuk Monaco, mereka memilih untuk menang dan pada akhirnya memang berhasil menang. Kedua gol kemenangan Monaco diciptakan oleh dua orang pemain belakang: Aymen Abdennour dan Fábio Henrique Tavares.

Abdennour dan Fábio (yang lebih akrab disapa Fabinho) pantas mendapatkan apresiasi lebih atas permainan yang mereka tampilkan. Jauh meninggalkan pos untuk membantu tim mencetak gol tidak lantas membuat keduanya melupakan tugas utama mereka sebagai penggalang lini pertahanan.

Fabinho, pemain pinjaman dari Rio Ave yang pernah menimba ilmu di Real Madrid, mengunci kemenangan Monaco dua menit sebelum waktu normal habis. Keputusan Fabinho untuk jauh meninggalkan posnya sebagai fullback kanan membuat pemain berusia 21 tahun ini mendapatkan sodoran bola dari João Moutinho. Dalam kondisi tanpa kawalan dan tanpa gangguan, Fabinho melepaskan sebuah tendangan mendatar yang bersarang di gawang Zenit setelah melewati celah sempit di antara kedua kaki penjaga gawang Yuriy Lodygin.

Gol penentu kemenangan tersebut sedikit banyak terlihat seperti pemanis untuk statistik permainan yang tidak terlalu baik. Walau demikian, buruk juga bukan kata yang tepat. Statistik permainan Fabinho biasa saja walaupun kontribusinya bagus.

Persentase keberhasilan tackle Fabinho berada di angka 50% saja; dua dari empat usahanya untuk merebut bola berakhir dengan kegagalan. Sisi baiknya, kedua kegagalan tersebut terjadi di daerah permainan Zenit sehingga tidak terlalu membahayakan Monaco.

Heatmap Fabinho

Hanya satu kali saja Fabinho berhasil menorehkan clearance. Interception, sementara itu, jumlahnya empat. Hanya 23 dari 39 umpan Fabinho yang berhasil menemui sasaran, namun itu dapat dimaklumi karena kebanyakan umpan yang tidak berhasil adalah umpan panjang. Grafis heatmap sendiri dengan jelas menunjukkan bahwa Fabinho bekerja keras sepanjang laga.

Abdennour malah lebih hebat lagi walaupun daya jelajahnya tidak berada di tingkatan yang sama dengan Fabinho – dan memang sewajarnya demikian. Tak hanya berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pembuka (untuk beberapa alasan, gol pembuka jelas memiliki arti yang lebih penting ketimbang gol penutup), ia juga menunjukkan kesempurnaan dalam permainan yang ia tampilkan.

Abdennour

Abdennour hanya membutuhkan satu peluang untuk mencetak gol. Permain berkebangsaan Tunisia ini juga tak memberi ruang untuk kesalahan di lini belakang. Cela yang ia miliki hanyalah melepaskan umpan yang gagal menemui sasaran sebanyak empat kali. Persentase keberhasilan tackle, interceptions, clearances, dan aerial duels miliknya berada di angka sempurna: 100%.

Abdennour, Fabinho, dan Monaco secara keseluruhan, dalam satu pertandingan saja telah berhasil mendefinisikan ulang arti penting barisan pertahanan.

Komentar