Pembuktian Danny Welbeck untuk Arsenal

Taktik

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Pembuktian Danny Welbeck untuk Arsenal

Danny Welbeck mungkin menjadi orang yang paling bahagia malam tadi. Dua golnya ke gawang Swiss membuat Roy Hodgson, fans Arsenal bergembira dan penggemar MU mungkin bersedih. Laga tersebut menjadi ajang pembuktian Timnas Inggris dan manajemen Arsenal, bahwa mereka tak salah menggunakan jasa sang pemain.

Welbeck sebenarnya menyelamatkan muka Hodgson. Selama sepekan ke belakang, pelatih kelahiran 1947 tersebut mendapatkan kritik pedas baik dari fans maupun dari media. Hodgson dianggap tak mampu mengubah permainan Inggris. Malah, pertandingan persahabatan kala menghadapi Norwegia, Rabu (3/9) lalu, terlihat betapa monotonnya permainan timnas Inggris.

Gol pertama Welbeck ke gawang Swiss tercipta saat ia menerima umpan Raheem Sterling dari sisi kiri. Sebuah umpan brilian—umpan datar melengkung yang melewati tiga pemain—yang mampu dimaksimalkan dengan baik. Padahal, tiga pemain Swiss sudah berusaha menjangkau bola tersebut, tapi hanya Welbeck, yang berdiri paling belakang, yang mampu meraih bola tersebut.

Welbeck Sterling

Di Arsenal nanti, Welbeck pun mungkin akan dimanjakan oleh umpan-umpan seperti ini. Entah itu lewat sodoran Mesut Ozil dari lapangan tengah atau Alexis Sanchez yang beroperasi di kiri. Umpan matang ini akan pula dikirim oleh nama-nama seperti Theo Walcott dan Alex Oxlade-Chamberlain yang dikenal sebagai salah dua penyisir lapangan terbaik di Inggris.

Lantas gol kedua Inggris yang dicetak dirinya pun tak lepas dari penempatan posisi Welbeck yang mampu mengecoh gelandang yang mengejarnya. Lewat serangan balik yang cepat, ia berlari menjauhi bola yang digiring Rickie Lambert. Hasilnya, Welbeck tak terkawal. Dengan tenang dan cermat, ia pun menceploskan bola ke gawang Swiss yang dikawal Yann Sommer.

Welbeck Lambert

Dalam pertandingan semalam, Welbeck melakukan tiga kali percobaan tendangan dan dua diantaranya berbuah gol. Artinya, presentase gol per tendangannya mencapai 66%. Salah satu kemampuan Welbeck adalah dribbling yang dia lakukan. Tercatat di laga itu dia empat kali melakukan dribbling.

Arsenal memiliki gelandang yang kokoh untuk menguasai lini tengah: Jack Wilshere, Aaron Ramsey, dan Santi Cazorla. Setidaknya, Welbeck bisa memanfaatkan umpan-umpan terobosan dari lini tengah langsung ke kotak penalti. Umpan terobosan inilah yang nantinya akan dikombinasikan dengan kemampuan dribbling Welbeck

Dengan gaya permainan Sanchez yang lebih melebar, tampaknya keinginan Welbeck untuk menjadi penyerang tengah bisa terwujud di Arsenal. Terlebih penyerang Arsenal saat ini, Yaya Sanogo, masih kesulitan untuk mengkonversi peluang menjadi gol.

Terlepas dari cara Inggris bermain, penampilan Welbeck tentunya membuat Arsene Wenger bernafas lega. Welbeck setidaknya mampu menggantikan peran Olivier Giroud yang harus absen karena cedera. Wajar jika Lukas Podolski pun merasa “terancam” akan kehadiran sang pemain.

Tantangan untuk Welbeck sudah ada di depan mata. Arsenal akan menjamu Manchester City di Stadion Emirates, London, pada Sabtu (13/9) nanti. Lini belakang City, sejak musim lalu terkenal begitu rapat. Mereka menjadi tim kedua yang kebobolan paling sedikit dengan 37 gol, di bawah Chelsea dengan 27 gol.

Namun jika melihat ringkihnya lini belakang City saat mereka kalah dari Stoke, bisakah Welbeck menjadi jawaban Wenger untuk membongkar rapatnya pertahanan The Citizens?

Sumber gambar: theblogfc.com.au

Komentar