Faktor Torres dan Taktik False Nine yang Diterapkan Filippo Inzaghi

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Faktor Torres dan Taktik False Nine yang Diterapkan Filippo Inzaghi

Meski kondisi finansial AC Milan saat ini cukup memprihatinkan, bagi mereka mendapatkan pemain baru bahkan berlabel bintang bukan lah hal yang mustahil. Bayangkan, hanya dengan 4,18 juta pounds, Rossoneri bisa mendapatkan delapan pemain anyar, di mana diantaranya adalah Diego Lopez, Jeremy Menez, Alex, dan Pablo Armero.

Yang terbaru, Milan baru saja mendatangkan Fernando Torres dari Chelsea. Milan tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan jasa penyerang tim nasional Spanyol itu. Seperti biasa, Milan kembali merekrut pemain anyar dengan status pemain pinjaman.

Kepergian Mario Balotelli ke AC Milan memang membuat Milan membutuhkan sosok baru sebagai ujung tombak. Karena sepeninggal Super Mario, otomatis Milan hanya memiliki Mbaye Niang dan Giampaolo Pazzini sebagai penyerang tengah.

Lalu apakah Torres meupakan sosok yang tepat bagi lini depan AC Milan? Seperti yang kita ketahui, performa Torres bersama Chelsea dalam beberapa tahun terakhir terus menuai kritik. Wajar memang, catatan golnya bersama Chelsea merosot tajam. Jika saat di Liverpool ia mencetak 81 gol dari 142 penampilan, saat bersama the blues, Torres hanya mencetak 45 gol dari 172 penampilannya.

Hal tersebut sangatlah tak mencerminkan harganya yang mencapai 50 juta pounds saat didatangkan dari Liverpool. Apalagi nilai transfernya itu menjadikannya sebagai pemain termahal Inggris sebelum dipecahkan Angel Di Maria beberapa waktu lalu.

Jadi, Torres akan gagal juga di Milan? Belum tentu. Secara tim, Torres akan berguna bagi AC Milan. Apalagi menilik gaya bermain AC Milan yang tak begitu mengandalkan penyerang tengah sebagai pencetak gol.

Pada pertandingan pertama Serie A melawan Lazio, Inzaghi lebih memilih Jeremy Menez sebagai penyerang tengah dibanding pemain yang memang berposisi sebagai penyerang tengah, padahal posisi asli Menez merupakan penyerang sayap atau winger. Pada laga itu, Menez difungsikan sebagai false nine.

Seperti yang kita ketahui, penyerang yang memerankan false nine memang  tak begitu difokuskan untuk menjadi penyelesai akhir serangan. False nine bisa dibilang hanya sebagai pengecoh penjagaan pemain bertahan lawan agar memunculkan celah yang bisa dimanfaatkan penyerang sayap. Maka tak  heran, gol yang dicetak Menez kala melawan Lazio pun berasal dari titik putih.

False nine bukanlah peran yang asing bagi Torres.  Di timnas Spanyol, ia sering diplot untu memerankan peran ini. Hasilnya, bersama Torres, Spanyol berhasil menjuarai Piala Eropa 2008 dan 2012, serta satu Piala Dunia pada 2010.

Kesimpulannya adalah, torehan gol Torres bersama Milan mungkin tak akan terlalu mengesankan. Tapi gaya bermainnya akan bisa dimanfaatkan oleh Milan. Kecerdikan Torres membuka ruang akan menguntungkan Stephan El Sharaawy yang sering merangsek ke kotak penalti dari sektor kiri.

Maka dari itu, kepindahan Torres ke Milan sepertinya tak akan membuatnya kembali menjadi penyerang yang membahayakan dengan pundi-pundi golnya. Tapi jika dengan begitu saja ia bisa mengantarkan Milan meraih mahkota scudetto, maka peminjaman Torres ini merupakan transfer yang cerdas.

Komentar